SURATKAMI.COM, JEMBER – Dalam momentum 30 tahun perjalanannya, PT Mitratani Dua Tujuh semakin mengukuhkan posisi sebagai produsen pertanian unggulan yang mampu bersaing di kancah global. Perusahaan yang merupakan anak usaha dari PTPN Group ini menjadikan edamame sebagai ujung tombak ekspor Indonesia ke pasar dunia.
Edamame produksi Mitratani telah menembus pasar ekspor sejak 1995 dan kini eksistensinya menjangkau lima benua, termasuk Asia, Amerika, Eropa, Australia, hingga Uni Emirat Arab. Volume ekspor tahunan perusahaan mencapai sekitar 7.000 ton, dari total kapasitas produksi 9.000 ton.
Didukung lahan seluas 1.500 hektare, perusahaan terus memperluas cakupan distribusi dan memperkuat daya saing melalui kualitas, inovasi, dan kemitraan strategis.
Komitmen perusahaan terhadap standar global tercermin dari berbagai sertifikasi internasional seperti BRC A+, HACCP, dan sertifikasi halal “Sangat Baik” dari LPPOM-MUI. Tak hanya itu, dalam ajang Trade Expo Indonesia 2024, Mitratani berhasil menjalin kontrak dagang senilai lebih dari US$8,17 juta dengan pembeli dari Jepang.
Konsistensi dalam menjaga mutu juga dibarengi dengan langkah besar di pasar domestik. Melalui merek Hygreen yang resmi diluncurkan Agustus 2024, produk seperti edamame, okra, dan ubi jalar beku kini tersebar di ribuan gerai ritel di seluruh Indonesia. Konsumen bisa menikmati varian rasa original maupun salted edamame secara lebih mudah dan luas.
Dalam strategi jangka panjang, Mitratani tidak hanya fokus pada ekspansi pasar, tetapi juga membangun fondasi SDM yang unggul. Kerja sama dengan Politeknik Negeri Indramayu dan Politeknik Jember dilakukan guna mencetak tenaga ahli di bidang agri-teknologi dan teknik pendingin, sebagai bagian dari kontribusi terhadap visi besar Indonesia Emas 2045.
Meski terus meraih capaian, perusahaan menyadari persaingan dengan negara lain seperti China, Thailand, dan Vietnam membutuhkan inovasi berkelanjutan. Oleh karena itu, efisiensi distribusi, penguatan benih lokal, dan penerapan praktik ramah lingkungan tetap menjadi prioritas utama.
Mahendra Utama, Komisaris Mitratani, menekankan pentingnya kolaborasi dan keberlanjutan. “Dari ekspor edamame ke Jepang hingga kehadiran Hygreen di Nusantara, Mitratani telah membuktikan bahwa produk lokal bisa mendunia sekaligus memberdayakan negeri,” ujar Mahendra.
Dengan investasi pada teknologi, pasar, dan pengembangan UMKM, Mitratani berharap tetap menjadi motor penggerak pertanian Indonesia yang mandiri, sehat, dan inklusif.





