SURATKAMI.COM, JAKARTA – Beberapa hari terakhir, publik di Jakarta dihebohkan dengan kemunculan taksi vintage Bluebird yang wara-wiri di jalanan ibu kota. Kendaraan berkelir biru dengan model klasik itu ternyata dikendarai langsung oleh Adrianto Djokosoetono, Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, bersama Purnomo Prawiro, Co-Founder & Advisor perusahaan tersebut.
Momen langka ini memicu rasa nostalgia, terutama bagi mereka yang mengetahui sejarah panjang Bluebird sebagai penyedia layanan transportasi di Indonesia. Taksi yang digunakan bukan sembarang kendaraan, melainkan Holden Torana—armada pertama Bluebird yang mulai beroperasi pada tahun 1972.
Adrianto mengungkapkan, mobil ini menjadi saksi awal perjalanan Bluebird di dunia transportasi darat. Pada masa itu, Holden Torana beroperasi selama beberapa tahun sebelum akhirnya digantikan dengan armada lebih baru, seiring perkembangan bisnis dan regulasi di industri taksi.
Kisah di balik hadirnya taksi legendaris ini tak kalah menarik. Setelah resmi mengantongi izin usaha pada 1971, sang pendiri, Ibu Mutiara Fatimah Djokosoetono, dihadapkan pada tantangan memenuhi syarat kepemilikan minimal 100 unit kendaraan dan fasilitas pool. Saat itu, menggalang dana dalam jumlah besar bukan hal mudah, apalagi tanpa pengalaman di sektor perbankan.
Solusi datang dari sebuah kartu nama yang telah disimpan Ibu Mutiara sejak 1965. Pemilik kartu nama tersebut adalah mantan murid almarhum suaminya, Prof. Djokosoetono, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Utama di sebuah bank nasional. Pertemuan kembali ini membuka jalan bagi proses pembiayaan, sehingga tahap pertama pembelian Holden Torana sebanyak 25 unit pun terealisasi.
Pembelian berlanjut hingga total 100 unit terpenuhi, menjadikan Holden Torana sebagai taksi resmi pertama Bluebird di Jakarta. Armada ini menandai dimulainya era layanan taksi profesional dan terpercaya di Indonesia, yang kemudian berkembang menjadi ikon transportasi darat nasional hingga kini.
Kehadiran kembali taksi vintage tersebut di jalanan Jakarta bukan hanya untuk bernostalgia, tetapi juga menjadi simbol penghargaan atas sejarah panjang Bluebird. Adrianto menegaskan, langkah ini sekaligus mengingatkan publik tentang nilai perjuangan, inovasi, dan komitmen pelayanan yang telah dipegang perusahaan selama lebih dari lima dekade.





