Jakarta, Suratkami.com – Dunia teknologi komunikasi kembali ramai setelah muncul pengganti Starlink yang digadang lebih canggih. Perangkat ini datang dari Swedia dan disebut mampu menghadirkan kecepatan internet jauh melampaui layanan satelit milik Elon Musk. Kehadirannya langsung menarik perhatian banyak pihak, terutama karena menawarkan teknologi ringkas, portabel, dan praktis digunakan.
Startup bernama TERASi memperkenalkan sistem radio gelombang terbaru bernama RU1. Bentuknya kecil, ringan, dan bisa dipasang di mana saja, termasuk di tripod atau bahkan drone. Klaim yang paling mengejutkan, RU1 mampu menghadirkan kecepatan hingga 10 Gbps, atau 50 kali lebih cepat dari Starlink. Bahkan versi terbarunya diproyeksikan mencapai 20 Gbps.
RU1 bukan hanya soal kecepatan. Perangkat ini dirancang dengan sistem keamanan berlapis. Antena yang digunakan memancarkan sinyal fokus seperti laser sehingga sulit diganggu atau dicegat pihak lain. Dengan latensi di bawah 5 milidetik, RU1 juga sangat cocok untuk kebutuhan drone dan aplikasi sensor yang membutuhkan respons cepat.
James Campion, CEO sekaligus pendiri TERASi, menegaskan bahwa pengguna memiliki kendali penuh atas jaringan ini. Tidak ada pihak ketiga yang bisa membatasi atau mematikan akses secara sepihak. Hal ini berbeda dengan Starlink, yang pernah diputus cakupannya oleh Elon Musk di Ukraina pada 2022, menimbulkan gangguan besar dalam operasi militer.
Selain untuk kepentingan militer, RU1 juga dapat diandalkan dalam penanggulangan bencana. Sistemnya memungkinkan petugas tanggap darurat memulihkan koneksi gigabit tanpa harus menunggu satelit atau perbaikan jaringan kabel optik. Dengan keunggulan ini, pengganti Starlink asal Swedia ini diprediksi akan menjadi solusi komunikasi masa depan.
Internet super cepat, aman, dan portabel, membuat RU1 bukan hanya pesaing, tetapi bisa jadi ancaman nyata bagi dominasi Starlink di pasar global.





