Fakta Unik 11 Flyover di Bandar Lampung, Ikon Baru Kota Tapis Berseri

Japur SK

Suratkami.com, Bandar Lampung โ€“ Kota Tapis Berseri kini semakin modern dengan hadirnya 11 flyover di berbagai titik strategis. Jalan layang ini dibangun secara bertahap sejak 2012 dan menjadi salah satu solusi utama mengatasi kemacetan. Selain fungsional, flyover di Bandar Lampung juga memiliki nilai estetika karena dipercantik dengan mural dan ornamen khas daerah.


Flyover Jadi Solusi Kemacetan

Bandar Lampung sebagai ibu kota provinsi dikenal dengan kepadatan lalu lintas tinggi. Seiring pertumbuhan jumlah kendaraan, macet kerap terjadi terutama di jalur utama seperti Antasari, Gajah Mada, dan Sultan Agung. Pemerintah kota akhirnya menyiapkan solusi dengan membangun flyover di titik rawan kemacetan.

Hadirnya flyover membuat arus lalu lintas lebih lancar. Warga yang sebelumnya menghabiskan waktu berjam-jam di jalan kini bisa lebih cepat sampai tujuan. Kehadiran infrastruktur ini sekaligus mendukung roda perekonomian kota, karena distribusi barang dan mobilitas masyarakat berjalan lebih efisien.


Pembangunan Era Herman HN dan Eva Dwiana

Program pembangunan flyover gencar dilakukan saat Herman HN menjabat sebagai wali kota dua periode. Sebanyak 11 flyover berhasil dibangun selama masa kepemimpinannya. Setelah itu, tongkat estafet kepemimpinan berlanjut ke sang istri, Eva Dwiana.

Menariknya, Eva awalnya menyebut tidak akan menambah flyover dan lebih fokus pada pembangunan trotoar serta penghijauan kota. Namun, pada peresmian flyover terakhir di Sultan Agung, ia membuka kemungkinan menambah lagi jika Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat. Ia juga berjanji mempercantik tiap flyover dengan ornamen khas Lampung agar berfungsi ganda sebagai ikon wisata kota.


Penjelasan Masing-Masing Flyover di Bandar Lampung

1. Flyover Jalan Antasariโ€“Pangeran Tirtayasa

Flyover pertama di kota ini berdiri pada 2012 dan diresmikan 2013. Panjangnya 425 meter, lebar 14 meter, dan menelan biaya Rp33 miliar. Lokasinya berada di kawasan Kalibalok yang dikenal padat kendaraan.

2. Flyover Jalan Gajah Madaโ€“Djuanda

Diresmikan pada malam pergantian tahun 2013, flyover ini tercatat sebagai yang terpanjang di Bandar Lampung. Dengan panjang 585 meter dan lebar 9 meter, proyek ini menghabiskan anggaran Rp60 miliar.

3. Flyover Sultan Agungโ€“Ryacudu

Lebih dikenal sebagai flyover Transmart, infrastruktur ini memiliki panjang 180 meter dengan lebar 12 meter. Diresmikan Juli 2013 dengan anggaran Rp31 miliar.

4. Flyover Kimajaโ€“Ratu Dibalau

Mulai digunakan akhir 2015, jalan layang ini dibangun dengan biaya Rp25 miliar. Panjangnya 284 meter dan lebar 12 meter. Letaknya strategis menghubungkan kawasan perumahan ke jalan utama.

5. Flyover Jalan Gajah Madaโ€“Pangeran Antasari

Peresmian dilakukan Desember 2016. Flyover sepanjang 307 meter dan lebar 9 meter ini menelan anggaran Rp36 miliar. Lokasinya menjadi penghubung vital antarjalan besar di pusat kota.

6. Flyover Jalan ZA Pagar Alam

Flyover ini ikonik karena berdiri tepat di depan Mal Boemi Kedaton. Dibangun dengan biaya Rp40 miliar, panjang 477 meter dan lebar 10 meter, lalu diresmikan pada Desember 2017.

7. Flyover Kemiling Teuku Cik Ditiroโ€“Pramuka

Flyover setinggi 5,7 meter ini memiliki panjang 368 meter dan lebar 10 meter. Diresmikan Januari 2018 dengan dana Rp47 miliar. Jalurnya memecah arus kendaraan di Kemiling.

8. Flyover Pramukaโ€“Rajabasa

Dibangun selama sembilan bulan dan selesai awal 2018, jalan layang ini panjangnya 140,7 meter dengan lebar 10 meter. Anggarannya Rp35 miliar dan sangat membantu arus kendaraan ke Terminal Rajabasa.

9. Flyover Jalan Kapten Abdul Haqโ€“H. Komarudin

Dibuka pada Maret 2020, flyover sepanjang 250 meter dan lebar 10 meter ini menelan biaya Rp35 miliar. Meski sederhana, jalur ini penting bagi warga sekitar.

10. Flyover Jalan RA Basyidโ€“Untung Suropati

Mulai dibangun Juni 2019 dan diresmikan akhir 2020, jalan layang ini panjangnya 311,58 meter dengan lebar 10 meter. Total anggaran Rp37 miliar. Lokasinya berada di jalur bypass Soekarno-Hatta.

11. Flyover Sultan Agung

Flyover ke-11 ini baru saja diresmikan April 2021. Panjangnya 262 meter, lebar 10 meter, dan menelan biaya Rp34 miliar. Selain fungsional, jalan layang ini juga dihiasi mural karya seniman Lampung sehingga menjadi flyover paling cantik di kota.


Bonus: Underpass Unila

Selain 11 flyover, Bandar Lampung juga memiliki underpass pertama yang diresmikan Januari 2019. Dibangun dengan anggaran Rp47,5 miliar, underpass ini dikenal dengan mural bawah laut yang unik. Banyak warga menyebutnya sebagai โ€œBikini Bottomโ€ ala Rajabasa karena desainnya menyerupai dunia kartun SpongeBob.


Flyover Jadi Ikon Modernisasi Kota

Keberadaan 11 flyover di Bandar Lampung kini bukan hanya sekadar fasilitas umum, tetapi juga simbol perkembangan kota. Jalan layang ini memudahkan mobilitas warga, memperlancar distribusi barang, hingga menambah daya tarik wisata kota lewat mural dan ornamen khas.

Masyarakat pun berharap ke depannya flyover terus dijaga, dipercantik, dan bila perlu ditambah di titik yang masih rawan macet. Dengan begitu, Bandar Lampung semakin siap menjadi kota modern yang ramah lalu lintas sekaligus nyaman bagi warganya.

Editor:

Japur SK

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Makmur Mei 2026, Bonus Investasi Hingga Ratusan Ribu

Kode Referral Makmur Mei 2026, Bonus Investasi Hingga Ratusan Ribu

Kunjungi Artikel