Suratkami.com, Jakarta – Laba bersih DGWG mencatat lonjakan signifikan sepanjang semester I 2026. Emiten agrokimia dan perdagangan besar pupuk, PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG), membukukan laba bersih sebesar Rp99,72 miliar atau meningkat 93,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan kinerja tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan yang kuat serta efektivitas strategi bisnis yang dijalankan perseroan. Selain itu, penguatan jaringan distribusi dan portofolio produk turut memberikan kontribusi terhadap kenaikan laba perusahaan.
Kinerja positif ini menjadi sinyal bahwa sektor agrokimia masih memiliki prospek yang menjanjikan. Di sisi lain, berbagai kebijakan pemerintah di sektor pertanian dan energi diperkirakan akan terus mendukung pertumbuhan bisnis DGWG hingga akhir tahun.
Laba Bersih DGWG Tumbuh Pesat Berkat Penjualan yang Meningkat
Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim per 30 Juni 2026, penjualan bersih DGWG mencapai Rp2,39 triliun. Nilai tersebut meningkat 44,77 persen atau bertambah Rp738,58 miliar dibandingkan semester I 2025 yang sebesar Rp1,65 triliun.
Kenaikan penjualan tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan profitabilitas perusahaan. Laba bruto tercatat mencapai Rp619,52 miliar atau naik 32,66 persen dibandingkan Rp467 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba sebelum pajak melonjak hingga 95,55 persen menjadi Rp140,60 miliar. Pada semester I 2025, laba sebelum pajak perusahaan masih berada di level Rp71,90 miliar.
Selain itu, laba tahun berjalan meningkat menjadi Rp103,55 miliar. Angka tersebut tumbuh 93,06 persen dibandingkan Rp53,64 miliar pada semester I 2025. Sejalan dengan peningkatan tersebut, laba per saham atau earnings per share (EPS) juga naik dari Rp9 menjadi Rp17 per saham.
Strategi Bisnis Dinilai Berhasil Mendorong Kinerja DGWG
Corporate Secretary PT Delta Giri Wacana Tbk, Denny Loryta Davinci, mengatakan pencapaian pada semester I 2026 mencerminkan efektivitas strategi pertumbuhan yang dijalankan perusahaan.
Menurutnya, penguatan portofolio produk, perluasan jaringan distribusi, serta sinergi antar lini bisnis menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan kinerja perusahaan.
“Pertumbuhan yang kami raih pada semester I 2026 menunjukkan bahwa strategi bisnis perseroan berada pada jalur yang tepat. Peningkatan penjualan berhasil dikonversi menjadi pertumbuhan laba yang lebih tinggi, mencerminkan efektivitas pengelolaan operasional serta semakin kuatnya sinergi di seluruh ekosistem bisnis DGW Group,” ujar Denny dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).
Ia menambahkan bahwa perusahaan terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperluas pasar agar pertumbuhan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Selain itu, perseroan juga terus mengembangkan inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan sektor pertanian yang terus berkembang.
Prospek Sektor Pertanian Diyakini Menopang Pertumbuhan
Manajemen DGWG optimistis momentum pertumbuhan masih akan berlanjut hingga akhir tahun 2026. Optimisme tersebut didukung oleh prospek sektor pertanian yang tetap kondusif.
Menurut Denny, implementasi mandatori biodiesel B50 serta arah kebijakan pemerintah menuju B60 pada 2028 menunjukkan komitmen jangka panjang dalam memperkuat hilirisasi komoditas agribisnis sekaligus menjaga ketahanan energi nasional.
Di sisi lain, berbagai program pemerintah yang berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan diperkirakan akan menjaga tingginya aktivitas budi daya. Kondisi tersebut turut meningkatkan kebutuhan terhadap pupuk dan berbagai sarana produksi pertanian.
Karena itu, perusahaan melihat peluang pertumbuhan yang masih cukup besar di sektor agrokimia dalam beberapa tahun ke depan.
Faktor yang Mendukung Pertumbuhan DGWG
Beberapa faktor utama yang menopang kinerja positif perseroan pada semester I 2026 meliputi:
- Penjualan bersih meningkat menjadi Rp2,39 triliun.
- Laba bruto tumbuh menjadi Rp619,52 miliar.
- Laba sebelum pajak naik hampir dua kali lipat menjadi Rp140,60 miliar.
- Laba tahun berjalan mencapai Rp103,55 miliar.
- EPS meningkat dari Rp9 menjadi Rp17 per saham.
- Penguatan portofolio produk dan jaringan distribusi nasional.
- Sinergi antar lini bisnis yang semakin efektif.
Menurut manajemen, kombinasi strategi tersebut berhasil meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga pertumbuhan pendapatan perusahaan.
Momentum Positif Diproyeksikan Berlanjut
Perseroan meyakini peluang pertumbuhan bisnis masih terbuka lebar. Dengan portofolio produk yang lengkap, inovasi berkelanjutan, serta jaringan distribusi nasional yang semakin kuat, DGWG optimistis mampu memanfaatkan momentum pertumbuhan sektor pertanian.
Manajemen juga menilai kebijakan pemerintah yang mendukung ketahanan pangan dan hilirisasi agribisnis akan menjadi katalis positif bagi permintaan produk perusahaan.
“Dengan portofolio produk yang lengkap, inovasi yang berkelanjutan, dan jaringan distribusi nasional, perseroan optimistis dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat pertumbuhan bisnis sekaligus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham,” ujar Denny.
Melihat capaian sepanjang semester I 2026, laba bersih DGWG yang meningkat hampir dua kali lipat menjadi indikator bahwa strategi pertumbuhan perusahaan berjalan efektif. Jika kondisi sektor pertanian tetap kondusif, kinerja perseroan berpeluang mempertahankan tren positif hingga akhir tahun.





