SURATKAMI.com – Jakarta, Apple dan Samsung, dua raksasa teknologi yang biasanya bersaing ketat, kali ini justru tampil sejalan. Keduanya sama-sama melayangkan surat peringatan resmi kepada Xiaomi terkait iklan promosi yang dinilai merugikan nama baik produk mereka.
Langkah ini terbilang jarang terjadi, mengingat Apple dan Samsung dikenal sebagai rival lama di pasar smartphone global. Namun, dalam kasus ini, keduanya kompak mengambil sikap tegas demi menjaga reputasi. Xiaomi pun jadi sorotan setelah menayangkan iklan sindiran yang cukup menohok.
Kontroversi ini muncul ketika Xiaomi meluncurkan seri ponsel terbaru mereka di India, awal April 2025. Dalam iklan cetak berhalaman penuh, Xiaomi membandingkan kamera Leica miliknya dengan iPhone 16 Pro Max. Bahkan, produk televisi Samsung juga ikut disindir dalam promosi serupa.
Apple dan Samsung menilai, gaya pemasaran Xiaomi bukan sekadar lelucon, melainkan sudah masuk ranah penyerangan citra merek. Mereka mengirim surat cease-and-desist, meminta Xiaomi segera menghentikan strategi promosi yang dianggap terlalu agresif.
Pasar India sendiri memang jadi medan penting bagi ketiga merek besar ini. Samsung masih memimpin pangsa pasar dengan 14,5 persen, disusul Xiaomi 9,6 persen, dan Apple di posisi ketiga dengan 7,5 persen. Ketegangan semakin terasa karena kompetisi di segmen flagship kian ketat.
Bagi Xiaomi, strategi sindiran mungkin bisa menarik perhatian publik. Namun, risiko yang ditanggung juga besar, apalagi jika Apple dan Samsung benar-benar membawa persoalan ini ke jalur hukum. Hingga kini, Xiaomi belum memberikan tanggapan resmi soal peringatan tersebut.
Dengan situasi pasar yang semakin panas, publik menanti langkah lanjutan dari Xiaomi. Apakah mereka akan tetap bertahan dengan strategi iklan agresif, atau memilih meredam konflik demi menjaga hubungan dengan rival sekelas Apple dan Samsung.





