Dana IPO COIN Terserap Rp49,99 Miliar hingga Juni 2026

Dwi Prakoso

Dana IPO COIN Terserap Rp49,99 Miliar hingga Juni 2026

Suratkami.com – JakartaDana IPO COIN terus menunjukkan perkembangan setelah PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) hingga 30 Juni 2026. Perseroan telah menggunakan dana sebesar Rp49,99 miliar atau sekitar 24 persen dari total dana yang berhasil dihimpun saat IPO.

Laporan tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (14/7/2026). Perseroan menjelaskan bahwa dana yang telah digunakan sepenuhnya dialokasikan untuk mendukung kebutuhan operasional dua entitas anak yang bergerak di sektor aset digital.

Sementara itu, sebagian besar dana hasil IPO masih tersimpan dalam instrumen investasi yang dinilai aman. Langkah tersebut dilakukan sembari menunggu realisasi penggunaan dana sesuai rencana bisnis yang telah disampaikan kepada investor sejak proses penawaran umum berlangsung.

Dana IPO COIN Terserap 24 Persen

PT Indokripto Koin Semesta Tbk mencatat penggunaan dana IPO sebesar Rp49,99 miliar hingga akhir Juni 2026. Nilai tersebut setara sekitar 24 persen dari total dana IPO yang mencapai Rp220,59 miliar.

Rincian penggunaan dana menunjukkan bahwa sekitar Rp39,99 miliar dialokasikan sebagai modal kerja bagi entitas anak PT Central Financial X (CFX). Dana tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas operasional dan pengembangan bisnis perusahaan.

Selain itu, perseroan juga mengalokasikan Rp10 miliar kepada PT Kustodian Koin Indonesia (ICC). Dana tersebut dipergunakan sebagai tambahan modal kerja guna memperkuat layanan perusahaan di bidang kustodian aset digital.

Manajemen menegaskan bahwa penggunaan dana telah dilakukan sesuai rencana yang tercantum dalam prospektus IPO. Dengan demikian, transparansi kepada investor tetap menjadi salah satu prioritas perusahaan.

Sisa Dana IPO COIN Disimpan di Deposito

Setelah realisasi penggunaan dana tersebut, COIN masih memiliki sisa dana IPO sekitar Rp157,07 miliar. Dana itu belum digunakan karena perusahaan masih menjalankan tahapan pengembangan usaha secara bertahap.

Sementara itu, manajemen memilih menempatkan dana tersebut pada instrumen deposito di JTrust Bank. Deposito memiliki jangka waktu tiga bulan dengan tingkat suku bunga sebesar 6,50 persen.

Langkah tersebut dinilai sebagai strategi untuk menjaga keamanan dana sekaligus memperoleh tambahan pendapatan bunga sebelum dana digunakan sesuai kebutuhan operasional perusahaan.

Di sisi lain, penempatan dana pada deposito juga mencerminkan pendekatan yang cukup konservatif. Perusahaan tetap dapat menjaga likuiditas tanpa harus mengambil risiko investasi yang lebih tinggi.

Perseroan menargetkan seluruh penggunaan dana hasil IPO dapat direalisasikan paling lambat pada 31 Desember 2026. Oleh karena itu, sisa dana akan dimanfaatkan secara bertahap sesuai perkembangan bisnis perusahaan.

Kilas Balik IPO PT Indokripto Koin Semesta Tbk

PT Indokripto Koin Semesta Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2025. Kehadiran perusahaan ini menjadi salah satu perhatian pelaku pasar karena bergerak dalam ekosistem aset digital yang terus berkembang di Indonesia.

Dalam aksi korporasi tersebut, perusahaan menawarkan sebanyak 2,20 miliar saham baru. Jumlah itu setara dengan 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

COIN menetapkan harga penawaran sebesar Rp100 per saham. Harga tersebut berada pada batas bawah kisaran penawaran awal atau book building yang sebelumnya dipatok antara Rp100 hingga Rp105 per saham.

Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan berhasil menghimpun dana sekitar Rp220,6 miliar. Selain itu, kapitalisasi pasar perusahaan saat pertama kali tercatat di BEI mencapai sekitar Rp1,47 triliun.

Keputusan menggunakan harga IPO pada batas bawah dinilai sebagai strategi agar proses penawaran berjalan optimal sekaligus menarik minat investor di tengah kondisi pasar saat itu.

Fokus Pengembangan Anak Usaha

Penggunaan Dana IPO COIN memperlihatkan bahwa perusahaan lebih memprioritaskan penguatan bisnis melalui entitas anak. Strategi tersebut dinilai penting karena masing-masing anak usaha memiliki peran berbeda dalam ekosistem perdagangan aset kripto.

PT Central Financial X berfokus pada pengembangan layanan yang mendukung aktivitas perdagangan aset digital. Sementara itu, PT Kustodian Koin Indonesia menyediakan layanan penyimpanan aset digital yang aman bagi para pelaku industri.

Selain memperkuat operasional, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi bisnis dalam jangka panjang. Dengan dukungan modal yang lebih besar, kedua entitas anak memiliki ruang untuk memperluas layanan dan meningkatkan kualitas infrastruktur.

Meskipun begitu, perusahaan tetap menjaga disiplin dalam penggunaan dana IPO. Hal itu terlihat dari besarnya dana yang masih disimpan pada instrumen deposito hingga proyek pengembangan benar-benar membutuhkan pendanaan.

Ke depan, investor akan mencermati realisasi penggunaan sisa dana IPO hingga akhir tahun 2026. Transparansi dalam pelaporan penggunaan dana menjadi salah satu faktor penting yang dapat menjaga kepercayaan pasar terhadap PT Indokripto Koin Semesta Tbk.

Editor:

Dwi Prakoso

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Bank Saqu Juli 2026, Raih Bonus Saldo dengan Cara Ini!

Kode Referral Bank Saqu Juli 2026, Raih Bonus Saldo dengan Cara Ini!

Kunjungi Artikel