Dari Risiko ke Identitas: Masuknya “Salam Lestari, Salam Konservasi” ke AMPIBI UM Metro
“Salam Lestari, Salam Konservasi” dikenal sebagai salam khas IKAHIMBI (Ikatan Himpunan Mahasiswa Biologi Indonesia). Namun, salam ini tidak lahir begitu saja dalam tubuh Asosiasi Mahasiswa Pendidikan Biologi (AMPIBI) UM Metro. Kehadirannya adalah hasil dari perjuangan panjang, keberanian mengambil risiko, dan keputusan strategis organisasi.
Sejak 15 Juli 1997, AMPIBI UM Metro berdiri dan bergerak dalam lingkup lokal. Selama bertahun-tahun, salam Salam Lestari, Salam Konservasi nyaris tidak dikenal dan tidak terdengar dalam aktivitas AMPIBI. Identitas organisasi masih terfokus pada dinamika internal kampus, tanpa keterhubungan struktural dengan gerakan mahasiswa biologi tingkat nasional.
Momentum perubahan itu baru hadir menjelang Desember 2013, ketika usia AMPIBI memasuki tahun ke-16. Pada fase inilah muncul keberanian dua sosok penting yang menentukan arah sejarah organisasi:
Ahmad Fatoni, selaku Ketua Umum AMPIBI 2013, dan Syahid Mujibur Rahman, selaku Bendahara Umum AMPIBI 2013.
Keduanya mengambil keputusan besar untuk berangkat ke Makassar, Sulawesi Selatan, guna mengikuti Musyawarah Nasional IKAHIMBI V yang diselenggarakan di UIN Alauddin Makassar. Keputusan ini bukan tanpa risiko. Seluruh pendanaan AMPIBI selama satu tahun dipertaruhkan hanya untuk satu kegiatan nasional, sebesar Rp5.000.000, yang di-ACC langsung oleh Dekan III.
Konsekuensinya jelas: selama satu tahun penuh, AMPIBI UM Metro tidak lagi menerima suntikan dana fakultas. Artinya, roda organisasi harus berputar dengan keterbatasan, dan jika langkah ini gagal, AMPIBI akan menanggung dampak besar secara internal.
Namun, di balik risiko itu, tersimpan visi besar: membawa AMPIBI UM Metro keluar dari sekat lokal menuju panggung nasional.
Selama kurang lebih 7 hari berada di Sulawesi Selatan, Ahmad Fatoni dan Syahid Mujibur Rahman mengikuti seluruh rangkaian perhelatan MUNAS IKAHIMBI V—mulai dari forum sidang, dinamika organisasi, hingga proses pendaftaran keanggotaan. Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil bersejarah. Pada tanggal 4 Desember 2013, AMPIBI UM Metro resmi terdaftar sebagai anggota IKAHIMBI.
Ini bukan sekadar status administratif. Untuk pertama kalinya sejak berdiri pada 1997, AMPIBI UM Metro:
Diakui sebagai bagian dari organisasi nasional mahasiswa biologi Indonesia.
Masuk dan terlibat langsung dalam struktur kepengurusan nasional IKAHIMBI, sebuah capaian yang sebelumnya belum pernah terjadi.
Puncak simbolik dari perubahan ini terjadi pada 12 Desember 2013. Dalam agenda Laporan Hasil MUNAS kepada jajaran Pengurus AMPIBI 2013, Ahmad Fatoni dan Syahid Mujibur Rahman secara resmi membawa dan memperkenalkan salam “Salam Lestari, Salam Konservasi” ke AMPIBI UM Metro.
Pada momen itulah, untuk pertama kalinya Salam Lestari, Salam Konservasi diucapkan dan diterima sebagai bagian dari identitas AMPIBI. Lagu Mars IKAHIMBI berkumandang di lingkungan Pendidikan Biologi UM Metro, menandai babak baru perjalanan organisasi.
Sejak saat itu, salam tersebut tidak lagi sekadar ucapan. Ia menjadi penanda transformasi, simbol keberanian generasi pengurus yang berani bertaruh demi masa depan organisasi, serta bukti bahwa AMPIBI UM Metro telah menjadi bagian dari gerakan besar konservasi dan biologi Indonesia.
Hari ini, salam itu mungkin terdengar biasa. Namun di baliknya, tersimpan sejarah perjuangan, pengorbanan finansial, dan keberanian mengambil risiko yang mengubah arah AMPIBI UM Metro selamanya.
Salam Lestari, Salam Konservasi
—jejak sejarah, bukan sekadar salam.
— Artikel dikirim oleh: Syahid Mujibur Rahman (Bendum AMPIBI 2013) ([email protected])





