Gubernur Pramono Anung Akan Integrasikan Transportasi Jakarta Hingga Langsung Terkoneksi ke Bandara

Japur SK

Suratkami.com – Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk membangun sistem transportasi umum yang terintegrasi di Ibu Kota. Fokus utama rencana tersebut adalah menyambungkan seluruh moda transportasi publik Jakarta, seperti Transjakarta, LRT, MRT, hingga Transjabodetabek, agar dapat langsung mengakses dua bandara utama, Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma.

Pernyataan ini disampaikan Pramono saat meresmikan rute baru Transjakarta Blok M–Ancol di Halte Ancol, Jakarta Pusat, pada Sabtu (26/7/2025). Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kemudahan akses menuju bandara adalah kebutuhan mendesak bagi warga Jakarta dan kawasan sekitarnya yang semakin padat dan dinamis.

“Semua akan tersambung. Masyarakat akan bisa berpindah dari satu moda ke moda lain dengan mudah, sampai ke bandara. Tidak perlu lagi naik kendaraan pribadi,” ujar Pramono. Fokus kata Gubernur adalah meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan warga di dalam kota maupun keluar kota melalui jalur udara.

Rencana besar ini tidak hanya menargetkan konektivitas antar moda transportasi di dalam Jakarta, tetapi juga menjangkau daerah penyangga seperti Depok, Tangerang, Bekasi, Bogor, dan Banten. Gubernur Pramono menilai, integrasi ini akan mendorong pergeseran penggunaan transportasi pribadi ke angkutan umum yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyelesaikan proyek LRT Kelapa Gading–Manggarai yang ditargetkan selesai pada tahun 2026. Setelah rampung, proyek akan dilanjutkan dari Manggarai ke Dukuh Atas sebagai bagian penting dari sistem transportasi massal berbasis rel yang menyatu.

Sistem transportasi umum Jakarta telah mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data terbaru, Pemprov DKI telah berhasil mengoperasikan enam rute utama Transjabodetabek. Rute-rute tersebut meliputi Blok M–Alam Sutera (S61), Vida Bekasi–Cawang (B41), PIK 2–Blok M (T31), Bogor–Blok M (P11), Sawangan–Lebak Bulus (D41), dan Stasiun Bekasi–Dukuh Atas (B25).

Jumlah penumpang harian pada setiap rute meningkat tajam. Gubernur Pramono mengungkapkan bahwa rute paling diminati adalah Bogor–Blok M yang mencapai 8.000 penumpang per hari pada puncaknya. Peningkatan jumlah penumpang ini menjadi indikator bahwa masyarakat semakin percaya pada layanan transportasi umum yang disediakan oleh pemerintah daerah.

“Rute Bekasi–Dukuh Atas memang masih di bawah ekspektasi karena bersaing dengan KRL dan LRT, tapi potensinya besar. Kita akan terus optimalkan,” kata Pramono. Menurutnya, jarak tempuh hanya sekitar satu jam dari Bekasi ke pusat kota adalah nilai tambah yang harus terus disosialisasikan ke publik.

Pemprov DKI Jakarta juga tengah melakukan kajian ulang terhadap titik-titik simpul transportasi yang dianggap belum efektif. Pramono menyatakan bahwa dengan perencanaan ulang yang matang, konektivitas di Jakarta bisa mencapai lebih dari 95 persen dalam dua tahun ke depan, dari angka sekarang yang berada di kisaran 91 persen.

Tidak hanya memperluas jangkauan, pemerintah juga berencana menambah armada bus listrik untuk rute-rute tertentu. Rute Blok M–Ancol, misalnya, sudah menggunakan bus bertenaga listrik sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi karbon di wilayah perkotaan. Inisiatif ini sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota ramah lingkungan.

Pramono juga menyampaikan bahwa kawasan-kawasan kumuh dan ruang-ruang kota yang tidak produktif akan disulap menjadi taman hijau dan jalur pedestrian. Transformasi ini diharapkan mampu mendukung pola hidup urban yang sehat sekaligus mendukung konsep konektivitas menyeluruh antar wilayah di Jakarta.

Langkah Gubernur ini dianggap sebagai upaya menyeluruh yang mencerminkan arah pembangunan kota modern yang berkelanjutan. Dengan target utama berupa konektivitas dari pusat kota hingga bandara internasional, Jakarta diharapkan bisa bersaing dengan kota-kota besar dunia dalam hal efisiensi transportasi publik.

Pemerintah DKI Jakarta juga melibatkan berbagai pihak dalam pembangunan sistem ini, termasuk sektor swasta dan operator transportasi lintas wilayah. Kolaborasi ini menjadi kunci agar sistem tidak hanya sekadar terbangun, tetapi juga bisa berjalan dengan operasional yang optimal dan terjangkau.

Gubernur Pramono Anung sendiri tidak segan membandingkan sistem transportasi Jakarta dengan kota-kota besar dunia. Dalam salah satu kesempatan, ia menyebut transportasi publik Jakarta sudah lebih baik dari New York, meskipun masih perlu perawatan yang konsisten agar fasilitas yang ada tetap berfungsi maksimal.

Dengan semua langkah ini, Jakarta bergerak menuju masa depan transportasi urban yang terintegrasi, hemat waktu, dan ramah lingkungan. Warga diharapkan dapat menikmati kemudahan perjalanan ke berbagai penjuru kota hingga ke bandara tanpa hambatan, menciptakan mobilitas yang efisien bagi semua lapisan masyarakat.

Editor:

Japur SK

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Cara Melihat Kode Referral Bank Saqu Mei 2026 dan Nikmati Promo Pengguna Baru

Cara Melihat Kode Referral Bank Saqu Mei 2026 dan Nikmati Promo Pengguna Baru

Kunjungi Artikel