Suratkami.com, Tulang Bawang Barat – Laboratorium Sains Pondok Modern Al Furqon resmi merayakan harlah ke-4 pada 4 September 2025. Perayaan ini bukan sekadar ulang tahun, tetapi momentum untuk menegaskan komitmen pesantren dalam penguatan literasi sains di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.
Pesantren Kian Dekat dengan Dunia Sains
Laboratorium Sains Pondok Modern Al Furqon hadir sebagai jembatan antara teori dan praktik bagi santri yang menekuni bidang Ilmu Pengetahuan Alam, Biologi, Fisika, hingga Kimia. Sejak berdiri pada 2021 dan diresmikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Tulang Bawang Barat, fasilitas ini telah menjadi pusat pembelajaran berbasis eksperimen di tengah keterbatasan sarana pesantren.

Dari Ide hingga Nyata
Sejarah berdirinya laboratorium ini tidak bisa dilepaskan dari gagasan Ust. Syahid Mujibur Rahman, M.Pd. Dukungan penuh juga datang dari Usth. Sri Ayu Astari, S.Pd. dan Usth. Asna Watun Sholihah. Melalui perjuangan bersama, lahirlah ruang belajar yang meskipun sederhana, namun memberi dampak nyata terhadap tumbuhnya semangat penelitian di kalangan santri.
Fasilitas Penunjang Praktikum
Saat ini, laboratorium telah memiliki sejumlah fasilitas seperti empat mikroskop cahaya, dua mikroskop digital yang bisa terkoneksi ke laptop dan proyektor, preparat biologi, model rangka manusia, alat ukur, gelas ukur, hingga erlenmeyer. Fasilitas ini memungkinkan santri untuk melakukan pengamatan langsung, bukan sekadar membaca teori di buku pelajaran.
Komitmen Pengembangan
Di bawah pengelolaan Usth. Alvina Miranda, S.Pd., laboratorium ini terus diarahkan agar lebih relevan dengan kebutuhan zaman. Beliau menegaskan bahwa laboratorium bukan hanya tempat praktik, tetapi juga pusat pembentukan budaya ilmiah di pesantren. Santri diharapkan terbiasa berpikir kritis, logis, dan sistematis, sehingga kelak mampu berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Momentum Harlah Ke-4
Peringatan empat tahun ini dijadikan refleksi besar. Harapannya, ke depan Laboratorium Sains Pondok Modern Al Furqon dapat dilengkapi fasilitas lebih modern dan canggih. Dengan begitu, santri tidak hanya unggul dalam kajian agama, tetapi juga memiliki daya saing dalam bidang sains dan teknologi.





