Suratkami.com – Amerika Serikat, Pembuat iPhone, Apple, kembali mempertahankan posisinya sebagai merek HP terlaris di pasar ponsel Amerika Serikat (AS) pada kuartal II-2025. Dengan pencapaian pangsa pasar mencapai 49 persen, Apple masih unggul dibandingkan merek lain meskipun mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dominasi Apple ini menjadi bukti bahwa iPhone tetap menjadi pilihan utama masyarakat AS, walau tekanan dari pesaing seperti Samsung kian menguat.
Keberhasilan Apple tersebut juga dibarengi dengan persaingan ketat dari Samsung, merek asal Korea Selatan yang berhasil mencuri perhatian pasar Amerika. Samsung mencatat pertumbuhan signifikan dalam volume pengiriman perangkat selama kuartal II-2025. Naiknya pangsa pasar Samsung mengindikasikan pergeseran preferensi konsumen AS yang semakin terbuka terhadap alternatif iPhone.
Apple berhasil mengirimkan 13,3 juta unit iPhone selama periode April hingga Juni 2025, namun angka tersebut lebih rendah dibanding kuartal II tahun lalu yang mencapai 14,9 juta unit. Penurunan sebesar 11 persen ini bukanlah hal kecil, terutama jika diiringi dengan tren naik dari pesaing utama. Pasar smartphone di Amerika Serikat sendiri tengah mengalami dinamika yang cukup ketat, dengan total pengiriman perangkat mencapai 27,1 juta unit, naik 1 persen dibanding tahun lalu.

Di sisi lain, Samsung menunjukkan performa yang sangat positif di pasar ponsel AS. Pada kuartal II-2025, Samsung mengirimkan 8,3 juta unit ponsel, naik tajam dari 6 juta unit pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini setara dengan lonjakan 38 persen secara tahunan (YoY), menempatkan Samsung sebagai merek ponsel terlaris kedua setelah Apple. Strategi peluncuran model Galaxy A-Series seperti Galaxy A16, A26, dan A36 pada awal kuartal II turut menyumbang lonjakan penjualan tersebut.
Samsung tidak hanya memperkuat lini produknya dengan variasi harga dan fitur menarik, tetapi juga menyesuaikan strategi manufaktur dan distribusi. Perusahaan ini meningkatkan kapasitas produksi sebagai respons terhadap kebijakan tarif baru di bawah pemerintahan Donald Trump. Dengan meningkatkan jumlah perangkat yang tersedia di pasar domestik AS, Samsung berhasil memperluas pangsa pasarnya dari 23 persen menjadi 31 persen.
Sebaliknya, Apple tampaknya memilih strategi yang lebih konservatif dalam menanggapi persaingan dan kebijakan tarif. Meskipun Apple tetap menjadi pemimpin pasar, keputusan untuk tidak menambah volume pengiriman secara signifikan di kuartal II-2025 menunjukkan bahwa perusahaan ini lebih mengandalkan kekuatan merek dan loyalitas pelanggan daripada ekspansi agresif. Meskipun begitu, pergeseran pasar menunjukkan bahwa konsumen mulai mempertimbangkan alternatif lain selain iPhone, terutama di segmen menengah.
Selain dua raksasa teknologi tersebut, merek lain yang juga masuk dalam lima besar ponsel terlaris di AS adalah Motorola, Google, dan TCL. Motorola mempertahankan pangsa pasar sebesar 12 persen dengan pengiriman 3,2 juta unit, sementara Google dan TCL masing-masing mencatat pangsa 3 persen dengan pengiriman 0,8 juta dan 0,7 juta unit. Persaingan di segmen ini tetap ketat meskipun volume pasar tidak sebesar dua nama besar di atas.
Berikut adalah rincian data pengiriman ponsel dan pangsa pasar masing-masing vendor di AS pada kuartal II-2025 menurut Canalys:
| No. | Vendor | Pengiriman Q2 2024 (juta unit) | Pangsa Pasar Q2 2024 (%) | Pengiriman Q2 2025 (juta unit) | Pangsa Pasar Q2 2025 (%) | Pertumbuhan YoY (%) |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Apple | 14,9 | 56 | 13,3 | 49 | -11 |
| 2 | Samsung | 6,0 | 23 | 8,3 | 31 | +38 |
| 3 | Motorola | 3,1 | 12 | 3,2 | 12 | +2 |
| 4 | 0,7 | 3 | 0,8 | 3 | +13 | |
| 5 | TCL | 1,0 | 4 | 0,7 | 3 | -23 |
| Merek Lain | 1,0 | 2 | 0,7 | 3 | -34 | |
| Total | 26,7 | 100 | 27,1 | 100 | +1 |
Naiknya angka distribusi ponsel Samsung menunjukkan tren yang tidak bisa diabaikan. Samsung berhasil mengambil ceruk pasar yang sebelumnya dikuasai Apple. Hal ini menjadi indikator bahwa kehadiran model-model terjangkau dari Samsung sukses menyasar konsumen yang ingin kualitas dengan harga lebih rasional.
Sementara itu, Apple mulai merasakan dampak dari ketatnya persaingan harga dan fitur, terutama dari produsen Android yang berani bermain di harga lebih rendah dengan performa tinggi. Meski tetap menjadi favorit, Apple perlu berinovasi lebih agresif, khususnya dalam strategi harga dan model baru, jika ingin mempertahankan gelar merek HP terlaris di AS untuk jangka panjang.
Kenaikan pangsa pasar Samsung tidak bisa dipisahkan dari strategi penguatan distribusi lokal dan optimalisasi stok. Samsung juga cermat dalam memanfaatkan momentum peluncuran Galaxy S25 Series dan menyusul dengan model Galaxy A-Series yang langsung tersedia di berbagai toko fisik maupun daring. Ini menjadi nilai tambah yang membuat konsumen lebih cepat menjangkau produk terbaru mereka.
Sementara Apple masih fokus pada segmen premium dengan peluncuran produk flagship, Samsung mengambil pendekatan hybrid antara flagship dan mid-range. Dengan demikian, mereka mampu menjangkau lebih banyak lapisan konsumen. Data Canalys yang berbasis sell-in (pengiriman dari pabrik ke distributor) juga menunjukkan bahwa distributor mempercayai performa Samsung dalam menggerakkan pasar retail.
Apple sendiri diperkirakan akan mengumumkan iPhone generasi terbaru pada kuartal III atau IV 2025 mendatang. Banyak analis memperkirakan bahwa Apple akan membawa peningkatan signifikan dari sisi fitur maupun efisiensi perangkat. Namun demikian, tantangan besar tetap ada, yaitu bagaimana mempertahankan pengguna lama sekaligus menarik pengguna baru yang mulai tertarik dengan opsi Android premium.
Persaingan merebut posisi merek HP terlaris di Amerika diperkirakan akan semakin memanas di kuartal berikutnya. Terutama dengan peluncuran produk baru dari kedua raksasa teknologi tersebut. Konsumen Amerika kini semakin selektif dalam memilih ponsel, dan faktor harga, ketersediaan, serta layanan purna jual akan menjadi penentu siapa yang akan memimpin di masa depan.
Artikel ini menyoroti dinamika terbaru dalam industri smartphone global, khususnya di pasar AS yang menjadi indikator tren global. Bagi produsen ponsel lain seperti Motorola, Google, dan TCL, peluang tetap terbuka lebar jika mereka mampu menawarkan diferensiasi yang kuat dan menjawab kebutuhan pasar dengan cepat.
Dengan tren yang terus berubah, Apple harus waspada karena status HP terlaris di AS bukan lagi jaminan mutlak. Konsumen kini punya lebih banyak pilihan, dan kompetisi akan selalu menjadi pemicu utama bagi inovasi dan efisiensi.





