Suratkami.com – Buyback INTP kembali diumumkan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk sebagai strategi mengangkat valuasi saham yang masih murah di pasar.
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) kembali mengambil langkah strategis melalui program pembelian kembali saham atau buyback INTP senilai Rp750 miliar. Kebijakan ini diambil di tengah kondisi harga saham perseroan yang dinilai masih berada di bawah nilai wajarnya.
Harga saham INTP tercatat mengalami tekanan signifikan sepanjang tahun berjalan. Hingga Selasa, 14 April 2026, saham emiten semen ini berada di level Rp5.325 per saham atau turun 28,76 persen secara year to date (ytd).
Manajemen perseroan menilai kondisi tersebut menjadi momentum yang tepat untuk melakukan aksi korporasi guna memperbaiki persepsi investor serta meningkatkan kepercayaan pasar terhadap fundamental perusahaan.
Strategi Buyback untuk Dorong Valuasi
Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen INTP menyebutkan bahwa buyback INTP merupakan salah satu upaya untuk menstabilkan harga saham sekaligus memberikan sinyal positif kepada pelaku pasar.
Langkah ini dinilai efektif untuk mengurangi tekanan jual sekaligus meningkatkan permintaan saham di pasar. Dengan berkurangnya jumlah saham beredar, nilai per saham diharapkan dapat meningkat secara bertahap.
Harga pelaksanaan pembelian kembali saham akan ditetapkan dengan batas maksimal, yakni rata-rata harga penutupan harian selama 90 hari terakhir sebelum tanggal pelaksanaan. Mekanisme ini bertujuan menjaga transparansi serta menghindari potensi manipulasi harga.
Jadwal dan Persetujuan Pemegang Saham
Pelaksanaan buyback INTP dijadwalkan berlangsung mulai 22 Mei 2026 hingga 21 Mei 2027. Namun, rencana tersebut masih menunggu persetujuan dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 21 Mei 2026.
Persetujuan RUPSLB menjadi syarat utama agar aksi korporasi ini dapat dijalankan secara resmi. Dengan adanya restu dari pemegang saham, perusahaan memiliki dasar hukum yang kuat untuk mengeksekusi program tersebut.
Langkah ini juga mencerminkan komitmen manajemen dalam menjaga transparansi serta tata kelola perusahaan yang baik di hadapan investor publik.
Kondisi Keuangan Tetap Solid
Manajemen INTP menegaskan bahwa pelaksanaan buyback INTP tidak akan berdampak negatif terhadap kondisi keuangan perusahaan. Hal ini karena seluruh dana yang digunakan berasal dari kas internal, bukan dari utang atau pembiayaan eksternal.
Dengan struktur permodalan yang kuat, perseroan tetap mampu menjalankan kegiatan operasional sehari-hari tanpa gangguan. Selain itu, kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex) juga dipastikan tetap terpenuhi.
Kondisi arus kas yang stabil menjadi salah satu faktor utama yang mendukung keberanian perusahaan dalam melakukan aksi buyback ini.
Batas Saham Treasuri dan Target Penarikan
Setelah program buyback selesai dilaksanakan, jumlah saham treasuri INTP diperkirakan tidak akan melebihi 10 persen dari total modal disetor. Perseroan menargetkan penarikan sekitar 84.529.400 saham dari pasar.
Pembatasan ini penting untuk menjaga keseimbangan struktur kepemilikan saham serta memastikan likuiditas tetap terjaga di pasar.
Dengan jumlah saham yang lebih terkendali, potensi peningkatan nilai saham diharapkan dapat lebih optimal.
Riwayat Buyback Sebelumnya
Sebelumnya, INTP juga telah menjalankan program buyback namun dihentikan lebih awal. Dalam aksi tersebut, perseroan berhasil menyerap sekitar 66,2 juta saham dengan nilai mencapai Rp437,9 miliar.
Jumlah tersebut setara dengan 1,88 persen dari total anggaran buyback sebelumnya yang mencapai Rp2,25 triliun. Meski belum maksimal, langkah tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap stabilitas harga saham.
Keputusan untuk kembali melanjutkan program pembelian saham ini menunjukkan konsistensi manajemen dalam menjaga nilai perusahaan di mata investor.
Prospek dan Respons Pasar
Aksi buyback INTP ini diperkirakan akan menjadi katalis positif bagi pergerakan saham perseroan ke depan. Dengan kondisi saham yang masih undervalued, potensi rebound dinilai cukup terbuka.
Investor juga cenderung melihat langkah ini sebagai sinyal kepercayaan diri manajemen terhadap prospek bisnis perusahaan. Selain itu, strategi ini dapat meningkatkan sentimen positif di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.
Ke depan, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada kondisi pasar serta kinerja fundamental perusahaan. Namun, dengan posisi keuangan yang kuat, INTP dinilai memiliki ruang yang cukup untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan jangka panjang.





