Suratkami.com, Jakarta – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) berencana melakukan ekspansi perdagangan peralatan telekomunikasi sebagai langkah strategis menangkap peluang pertumbuhan internet di Indonesia.
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) resmi mengumumkan rencana penambahan kegiatan usaha baru di sektor perdagangan besar peralatan telekomunikasi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi bisnis seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur digital nasional.
Rencana ekspansi perdagangan peralatan telekomunikasi tersebut didorong oleh perubahan struktur kerja sama layanan IP Transit yang kini diperluas cakupannya. INET tidak lagi hanya bekerja sama dengan PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE), tetapi juga dengan induk usahanya, PT Jaringan Infra Andalan (JIA).
Perubahan skema kerja sama ini memungkinkan INET menjangkau layanan yang lebih luas, termasuk Fiber to the Home (FTTH) dan Fixed Wireless Access (FWA). Hal ini menjadi fondasi kuat bagi perseroan untuk masuk ke bisnis distribusi perangkat telekomunikasi secara lebih agresif.
Peluang Besar dari Pertumbuhan Internet
Berdasarkan laporan studi kelayakan yang dirilis perseroan, penetrasi internet di Indonesia diproyeksikan mencapai 80,66 persen atau sekitar 229,4 juta jiwa pada 2025. Angka ini menjadi sinyal positif bagi INET untuk mengembangkan bisnis perdagangan perangkat jaringan.
Selain itu, tren penggunaan internet juga mengalami pergeseran signifikan. Masyarakat kini mulai beralih dari mobile data ke WiFi rumah atau fixed broadband. Pangsa penggunaan fixed broadband tercatat meningkat hingga 28,43 persen.
Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi penjualan perangkat FTTH seperti OLT, ONT, router, dan switch. Permintaan terhadap perangkat jaringan ini diprediksi terus meningkat seiring kebutuhan konektivitas yang stabil dan cepat.
Fokus Pasar dan Strategi Distribusi
INET melihat Pulau Jawa sebagai pasar awal yang paling potensial. Dengan tingkat penetrasi internet mencapai 84,69 persen, wilayah ini dinilai sudah matang untuk distribusi perangkat telekomunikasi.
Namun demikian, kesenjangan akses internet di luar Jawa justru menjadi peluang jangka panjang. INET berpotensi memperluas pasar ke daerah-daerah yang masih membutuhkan pembangunan infrastruktur digital.
Perusahaan juga menargetkan pelanggan utama dari kalangan Internet Service Provider (ISP). Saat ini terdapat sekitar 300 ISP di Indonesia yang menjadi pasar potensial bagi distribusi perangkat telekomunikasi.
Selain ISP, INET juga menyasar operator telekomunikasi, sektor pemerintah, hingga korporasi dan pengembang properti. Diversifikasi target pasar ini diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan yang stabil dan berkelanjutan.
Dukungan Layanan dan Nilai Tambah
Dalam menjalankan bisnis baru ini, INET tidak hanya fokus pada penjualan produk. Perseroan juga akan menyediakan dukungan teknis serta layanan purna jual sebagai nilai tambah bagi pelanggan.
Strategi ini dinilai penting untuk meningkatkan loyalitas pelanggan di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Dengan layanan yang komprehensif, INET dapat memperkuat posisinya sebagai mitra strategis bagi ISP dan operator.
Selain itu, adanya layanan alternatif seperti Satellite Broadband dan Fixed Wireless Access turut membuka peluang tambahan. INET dapat memasarkan perangkat Customer Premises Equipment (CPE) untuk mendukung konektivitas di wilayah terpencil.
Proyeksi Kinerja Keuangan
Dari sisi kinerja keuangan, penambahan kegiatan usaha ini diproyeksikan memberikan kontribusi positif terhadap laba bersih perseroan. INET menargetkan tambahan laba sebesar Rp4,66 miliar pada 2026.
Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat menjadi Rp9,23 miliar pada 2027, Rp11,67 miliar pada 2028, Rp14,60 miliar pada 2029, hingga mencapai Rp15,72 miliar pada 2030.
Proyeksi ini mencerminkan optimisme perseroan terhadap potensi pasar perangkat telekomunikasi di Indonesia yang masih sangat luas.
Persetujuan RUPS dan Langkah Selanjutnya
Untuk merealisasikan rencana ekspansi ini, INET akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 9 Mei 2026. Agenda utama rapat tersebut adalah meminta persetujuan investor atas penambahan kegiatan usaha baru.
Saat ini, kegiatan utama INET masih berfokus pada layanan Internet Service Provider (ISP) serta jasa telekomunikasi lainnya. Dengan ekspansi ke perdagangan peralatan telekomunikasi, perseroan berharap dapat memperluas sumber pendapatan.
Sekretaris Perusahaan INET, Arki Rifazka, menyatakan bahwa perubahan struktur kerja sama menjadi langkah strategis. Dengan bekerja sama langsung di level induk, cakupan layanan menjadi lebih luas dan terintegrasi.
Langkah ekspansi ini sekaligus menegaskan komitmen INET dalam mendukung percepatan digitalisasi nasional. Dengan meningkatnya kebutuhan internet dan infrastruktur, bisnis perdagangan perangkat telekomunikasi dinilai akan menjadi salah satu pilar pertumbuhan baru bagi perseroan.





