Suratkami.com – Insiden Chery Omoda 5 Malaysia kembali menjadi perhatian setelah poros belakang sebuah SUV dilaporkan terlepas saat melintas di Johor. Kendaraan berwarna hitam itu berhenti di tengah jalan dan tidak dapat bergerak setelah komponen belakangnya terpisah dari bodi.
Foto kejadian yang beredar memperlihatkan kedua roda belakang masih menempel pada poros yang terlepas. Namun, informasi yang tersedia belum menjelaskan secara rinci kondisi pengemudi maupun kronologi sebelum kendaraan berhenti. Penyebabnya juga belum diumumkan karena Chery Malaysia masih menjalankan pemeriksaan.
Peristiwa terbaru ini mengingatkan publik pada masalah serupa yang pernah muncul di Malaysia pada April 2024. Karena itu, perhatian tertuju pada hasil investigasi dan langkah yang mungkin diperlukan, termasuk bagi model yang dipasarkan di Indonesia.
Insiden Chery Omoda 5 Malaysia di Johor
Dalam kejadian terbaru, satu unit Omoda 5 mengalami kerusakan pada bagian belakang ketika melaju di salah satu ruas jalan di Johor. Poros belakang dilaporkan terlepas dari kendaraan dan masuk ke bawah permukaan jalan. SUV itu kemudian tergeletak tanpa bisa melanjutkan perjalanan.
Gambaran dari foto lokasi menunjukkan bagian roda belakang tetap terpasang pada rakitan poros. Detail tersebut belum cukup untuk memastikan penyebab kegagalan komponen. Pemeriksaan teknis dibutuhkan untuk mengetahui bagian yang mengalami kerusakan, urutan kejadian, serta faktor yang mungkin berkontribusi.
Hingga keterangan yang tersedia pada 7 Oktober 2026, Chery Malaysia tengah melakukan investigasi menyeluruh. Belum ada kesimpulan resmi yang mengaitkan kejadian baru ini dengan cacat produksi tertentu. Oleh sebab itu, kasus tersebut perlu dibedakan dari persoalan yang muncul dua tahun sebelumnya.
Perbedaan itu penting karena kemiripan lokasi kerusakan tidak otomatis membuktikan bahwa penyebabnya sama. Hasil pemeriksaan pada kendaraan terbaru akan menjadi dasar untuk menjelaskan apakah ada persoalan pada komponen, proses manufaktur, atau faktor lain. Perusahaan belum memaparkan hasil pemeriksaan tersebut.
Kasus 2024 Berujung Recall 600 Unit
Pada April 2024, seorang pemilik Omoda 5 di Malaysia melaporkan kendaraannya berhenti mendadak akibat kerusakan pada suspensi belakang. Roda kiri kendaraan saat itu dilaporkan menekan bagian bumper belakang. Kasus tersebut kemudian ditangani Chery Auto Malaysia bersama Kementerian Perhubungan Malaysia.
Hasil pemeriksaan pada kasus 2024 mengarah pada masalah dalam proses produksi komponen. Chery menyebut mesin las otomatis milik pemasok komponen mengalami kerusakan saat proses manufaktur. Penjelasan itu merujuk pada temuan untuk kasus terdahulu, bukan kesimpulan atas kejadian terbaru di Johor.
Sebagai langkah pencegahan pada 2024, Chery melakukan penarikan kembali terhadap 600 unit Omoda 5 yang beredar di Malaysia. Perusahaan mengganti seluruh komponen rakitan poros belakang pada kendaraan yang masuk dalam cakupan penarikan tersebut.
Recall itu bertujuan menangani kendaraan terdampak dan mencegah masalah serupa pada unit yang termasuk dalam program. Meski demikian, langkah terdahulu tidak dengan sendirinya menjelaskan kondisi kendaraan yang mengalami insiden sekarang. Investigasi terbaru tetap diperlukan untuk menentukan apakah ada hubungan antara kedua kejadian.
Chery Indonesia Memantau Pemeriksaan
Omoda 5 juga dipasarkan di Indonesia oleh PT Chery Sales Indonesia dengan nama Chery C5. Menanggapi perhatian publik, perusahaan menyatakan terus memantau perkembangan kejadian di Malaysia. Chery Indonesia juga berkoordinasi dengan pihak Malaysia untuk mengetahui perkembangan penyelidikan.
Dalam pernyataan tertulis pada Rabu, 7 Oktober 2026, Chery Sales Indonesia menyebut Chery Malaysia sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui kronologi dan penyebab insiden. Perusahaan menyatakan koordinasi dilakukan untuk memastikan langkah antisipasi yang diperlukan di Indonesia.
Chery Indonesia turut mengimbau konsumen agar memeriksakan kendaraan secara rutin di bengkel resmi. Menurut perusahaan, pemeriksaan berkala membantu memastikan kendaraan tetap berada dalam kondisi optimal. Imbauan tersebut disampaikan bersamaan dengan pemantauan atas investigasi yang sedang berlangsung.
Belum ada keterangan dalam pernyataan itu mengenai penarikan kendaraan di Indonesia atau hasil pemeriksaan khusus terhadap unit yang beredar di Tanah Air. Karena itu, konsumen sebaiknya mengikuti informasi resmi dari perusahaan dan tidak menyimpulkan adanya masalah yang sama tanpa hasil pemeriksaan.
Menunggu Hasil Investigasi dan Informasi Resmi
Fokus berikutnya berada pada temuan pemeriksaan di Malaysia. Informasi mengenai kronologi, komponen yang terdampak, serta penyebab kerusakan dapat membantu menjelaskan apakah kasus terbaru bersifat terpisah atau memiliki kaitan dengan persoalan terdahulu.
Sampai hasil itu diumumkan, belum ada dasar untuk memastikan apakah insiden di Johor berkaitan dengan masalah mesin las yang ditemukan pada 2024. Kedua peristiwa sama-sama menyangkut bagian belakang Omoda 5, tetapi kesamaan tersebut belum membuktikan adanya sumber masalah yang identik.
Bagi pemilik kendaraan, langkah yang disampaikan Chery Indonesia saat ini adalah melakukan pemeriksaan rutin di bengkel resmi. Konsumen juga dapat meminta pemeriksaan apabila menemukan gejala yang tidak biasa pada kendaraan. Namun, tindakan itu merupakan langkah kewaspadaan, bukan bukti bahwa unit tertentu mengalami kerusakan serupa.
Perkembangan investigasi akan menentukan apakah perusahaan perlu mengambil tindakan lanjutan. Untuk saat ini, Chery Indonesia menyatakan tetap berkoordinasi, sedangkan Chery Malaysia masih mencari kronologi dan penyebab kejadian. Informasi resmi berikutnya diharapkan memberi kejelasan tanpa mendahului hasil pemeriksaan teknis.








