Kamis, 29 Oktober 2026Surat Kabar Informasi Terkini
SuratKami.com
Surat Kabar Informasi Terkini

Kecelakaan Tol Terpeka Lampung Tewaskan Enam Orang

Oleh Ragilkun · Oktober 28, 2026 · 2:15 pm
Dukung
Daftar Isi 5 bagian

SuratKami.com – Tulang Bawang Barat, Lampung, kecelakaan maut di Tol Terpeka atau ruas Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung menewaskan enam orang pada Minggu (25/10/2026). Insiden tersebut melibatkan sebuah minibus dan truk Fuso di kilometer 198, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung.

Selain enam korban meninggal dunia, empat orang lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban berasal dari rombongan keluarga yang berjumlah 10 orang dan sedang melakukan perjalanan dari Lampung menuju Palembang.

Salah satu korban meninggal dunia merupakan anggota Polri, Aipda Agung Eko Prasetyo, yang bertugas di Polres Tulang Bawang. Dalam perjalanan tersebut, Agung mengemudikan minibus yang membawa rombongan keluarganya.

Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung menduga pengemudi mengalami microsleep atau tertidur singkat ketika berkendara. Kondisi tersebut diduga membuat minibus kehilangan kendali, menyerempet pagar pembatas jalan, kemudian menghantam bagian belakang truk Fuso yang berhenti di sisi kiri jalan.

Benturan keras menyebabkan bagian depan minibus ringsek berat. Sementara itu, petugas mengevakuasi para korban luka ke dua rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Kronologi Kecelakaan Tol Terpeka di Tubaba

Berdasarkan informasi awal dari penanganan di tempat kejadian perkara (TKP), minibus membawa 10 anggota keluarga dari arah Lampung menuju Palembang. Kendaraan tersebut melintasi Tol Terpeka sebelum kecelakaan terjadi di kilometer 198.

Saat melintasi lokasi kejadian, pengemudi diduga mengalami microsleep. Kondisi ini dapat membuat seseorang kehilangan kewaspadaan selama beberapa detik, bahkan tanpa menyadari bahwa dirinya mulai tertidur.

Akibatnya, minibus diduga keluar dari kendali pengemudi dan menyerempet pagar pembatas jalan. Kendaraan tersebut kemudian menghantam keras bagian belakang truk Fuso yang sedang berhenti di sisi kiri jalan.

Selain keterangan awal petugas, rekaman kamera pengawas atau CCTV tol turut merekam detik-detik benturan tersebut. Rekaman itu menjadi salah satu informasi yang dapat membantu proses penelusuran kejadian.

Meski begitu, penyebab pasti kecelakaan tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi perlu mencocokkan rekaman CCTV, kondisi kendaraan, posisi truk, serta keterangan saksi untuk menyusun gambaran kejadian secara menyeluruh.

Polisi Duga Pengemudi Mengalami Microsleep

Direktur Lalu Lintas Polda Lampung, Kombes Pol M. Reza Chairul Akbar Sidiq, membenarkan dugaan awal bahwa kecelakaan berkaitan dengan hilangnya kendali kendaraan akibat microsleep.

“Diduga pengemudi mengalami microsleep sehingga kendaraan menyerepet pembatas jalan dan menabrak bagian belakang truk yang sedang berhenti,” ujar Kombes Pol M. Reza Chairul Akbar Sidiq.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa faktor kelelahan atau rasa kantuk menjadi salah satu hal penting dalam penyelidikan. Namun, dugaan awal itu tidak serta-merta menjadi kesimpulan akhir mengenai penyebab kecelakaan.

Microsleep merupakan kondisi ketika seseorang tertidur dalam waktu sangat singkat, biasanya hanya beberapa detik. Walaupun berlangsung sebentar, kondisi ini dapat membuat pengemudi kehilangan kendali atas kendaraan yang melaju.

Selain itu, pengemudi yang mengalami microsleep mungkin tidak menyadari bahwa dirinya telah kehilangan kesadaran sesaat. Karena itu, perjalanan jarak jauh membutuhkan kondisi tubuh yang bugar dan kewaspadaan penuh selama berkendara.

Enam Orang Tewas dan Empat Mengalami Luka

Kecelakaan tersebut menimbulkan dampak serius bagi seluruh penumpang minibus. Enam orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan empat orang lainnya mengalami luka-luka.

Salah satu korban meninggal adalah Aipda Agung Eko Prasetyo. Anggota Polri yang bertugas di Polres Tulang Bawang itu berada di balik kemudi minibus saat kendaraan membawa rombongan keluarga menuju Palembang.

Kerasnya benturan menyebabkan kerusakan berat pada minibus. Kondisi kendaraan yang ringsek menunjukkan besarnya dampak tabrakan dengan bagian belakang truk Fuso.

Setelah kejadian, petugas mengevakuasi korban luka dan membawa mereka ke RS Mutiara Bunda serta RS Griya Medika. Kedua rumah sakit tersebut memberikan penanganan medis secara intensif kepada para korban.

Sementara itu, informasi yang tersedia dalam laporan awal belum merinci identitas seluruh korban, kondisi terkini korban luka, maupun urutan lengkap proses evakuasi. Karena itu, rincian tersebut memerlukan keterangan lanjutan dari pihak berwenang.

Bahaya Microsleep Saat Berkendara Jarak Jauh

Peristiwa di Tol Terpeka kembali mengingatkan pengendara tentang bahaya rasa kantuk saat menempuh perjalanan jauh. Pengemudi dapat merasa masih sanggup berkendara, padahal tubuhnya sudah membutuhkan istirahat.

Di sisi lain, jalan tol memungkinkan kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Ketika pengemudi kehilangan konsentrasi selama beberapa detik, kendaraan dapat menempuh jarak cukup jauh tanpa kendali yang memadai.

Oleh karena itu, pengemudi perlu mengenali tanda-tanda kelelahan sejak awal. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi mata terasa berat, sering menguap, sulit mempertahankan fokus, serta kesulitan mengingat bagian perjalanan yang baru dilewati.

Jika mengalami tanda tersebut, pengemudi sebaiknya tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan. Berhentilah di tempat istirahat yang aman dan pulihkan kondisi tubuh sebelum kembali mengemudi.

Selain itu, pengemudi dapat menerapkan sejumlah langkah pencegahan berikut:

  • Istirahat sebelum berangkat. Pastikan tubuh cukup tidur agar tetap bugar selama perjalanan.
  • Berhenti ketika mengantuk. Jangan mengandalkan kemauan untuk melawan rasa kantuk saat berkendara.
  • Atur waktu perjalanan. Sisihkan waktu untuk beristirahat, terutama ketika menempuh perjalanan jarak jauh.
  • Bergantian mengemudi jika memungkinkan. Pengemudi lain yang cukup istirahat dapat mengambil alih perjalanan ketika diperlukan.
  • Jaga konsentrasi. Hindari aktivitas yang mengalihkan perhatian dari jalan dan kondisi lalu lintas.

Meski demikian, langkah pencegahan tidak menghilangkan seluruh risiko kecelakaan. Pengemudi tetap perlu memperhatikan kondisi jalan, posisi kendaraan lain, serta situasi lalu lintas sepanjang perjalanan.

Penyelidikan Kecelakaan Masih Memerlukan Informasi Lanjutan

Kecelakaan di kilometer 198 Tol Terpeka menjadi perhatian karena menelan korban jiwa dalam jumlah besar. Selain itu, insiden ini melibatkan satu keluarga yang sedang melakukan perjalanan antardaerah.

Dugaan microsleep menjadi petunjuk awal yang disampaikan pihak kepolisian. Namun, pemeriksaan menyeluruh tetap penting untuk memastikan rangkaian kejadian dan faktor yang berkontribusi terhadap tabrakan tersebut.

Rekaman CCTV, kondisi kendaraan, serta keterangan saksi dapat membantu petugas memahami bagaimana minibus menyerempet pembatas jalan sebelum menghantam truk Fuso. Informasi tambahan dari pihak berwenang juga diperlukan untuk memperjelas perkembangan penanganan perkara.

Pada akhirnya, tragedi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan berkendara bergantung pada kesiapan pengemudi dan kewaspadaan selama perjalanan. Karena itu, pengendara perlu mengutamakan kondisi tubuh yang prima daripada memaksakan perjalanan ketika mengantuk.

Masyarakat juga perlu menunggu informasi resmi untuk mengetahui perkembangan penanganan kecelakaan tersebut. Dengan demikian, informasi mengenai korban dan penyebab kejadian dapat dipahami berdasarkan keterangan yang terverifikasi.

Tag: ·

Suka Berbagi Informasi Terbaru :)