Suratkami.com – Jakarta – Kerja sama fiber optik INET dan WIFI resmi dibatalkan setelah kedua perusahaan menyepakati penghentian perjanjian penyediaan infrastruktur jaringan dan layanan IP Transit pada awal 2026.
Keputusan tersebut diumumkan oleh PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk melalui laporan keuangan perusahaan. Pembatalan kerja sama ini melibatkan anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk, yakni PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE).
Meski kerja sama fiber optik INET dan WIFI dibatalkan, kinerja keuangan perusahaan tetap menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang tahun 2025.
Manajemen INET menyatakan bahwa pembatalan tersebut merupakan kesepakatan bersama antara kedua pihak tanpa menimbulkan dampak material terhadap kondisi keuangan perseroan.
Kerja Sama Fiber Optik INET dan WIFI Dibatalkan
Sebelumnya, kedua perusahaan menandatangani Perjanjian Kerja Sama penggunaan infrastruktur kabel fiber optik dengan nomor PKS/079/FO/IJE/-SIAP/XII/2025.
Namun pada 2 Januari 2026, kedua pihak sepakat untuk membatalkan kontrak tersebut. Kesepakatan ini kemudian dituangkan secara resmi dalam Berita Acara Pembatalan nomor BAK/002/SIAP-IJE/I/2026 yang ditandatangani pada 6 Januari 2026.
Dalam laporan resminya, manajemen INET menyatakan perusahaan telah menerima kembali seluruh uang jaminan sebesar Rp61 miliar dari pihak mitra pada tanggal yang sama.
IJE sendiri merupakan anak usaha dari PT Solusi Sinergi Digital Tbk yang berfokus pada pengembangan solusi teknologi informasi, komunikasi, dan konektivitas digital di Indonesia.
Layanan IP Transit Juga Dihentikan
Selain pembatalan penyediaan jaringan serat optik, kerja sama layanan IP Transit antara anak usaha INET, PT Pusat Fiber Indonesia (PFI), dan PT Integrasi Jaringan Ekosistem juga dihentikan.
Perjanjian tersebut sebelumnya tertuang dalam kontrak layanan IP Transit nomor 42/PKS/LGL/PFI-IJE/III/2025.
Kedua perusahaan sepakat mengakhiri kontrak tersebut melalui Berita Acara Kesepakatan nomor 010/BAK.F/LEGAL/IJE-PFI/II/2026 tertanggal 16 Februari 2026.
Sebagai tindak lanjut, PFI telah mengembalikan seluruh uang muka yang sebelumnya diterima dari IJE senilai Rp48,51 miliar pada 23 Februari 2026.
Meskipun beberapa kerja sama dihentikan, hubungan bisnis antara INET dan grup afiliasi WIFI tidak sepenuhnya berakhir.
Penyesuaian Kerja Sama dengan Entitas Afiliasi
INET masih melanjutkan kolaborasi dengan entitas lain yang berada dalam jaringan perusahaan afiliasi yang sama.
Pada 6 Februari 2026, PT Pusat Fiber Indonesia bersama PT Jaringan Infra Andalan (JIA) menandatangani addendum atau perubahan atas perjanjian layanan IP Transit.
Nilai uang jaminan dalam perjanjian tersebut mencapai Rp269,23 miliar.
Manajemen perusahaan menjelaskan bahwa dana jaminan tersebut wajib dikembalikan apabila infrastruktur layanan IP Transit belum siap digunakan hingga batas waktu 31 Juli 2026.
Langkah ini menunjukkan bahwa ekspansi infrastruktur digital tetap berjalan meskipun terjadi penyesuaian kontrak dengan beberapa mitra sebelumnya.
Laba Bersih INET Melonjak Tajam
Di tengah perubahan kerja sama bisnis, kinerja keuangan INET justru menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan sepanjang tahun 2025.
Perseroan mencatat pendapatan neto sebesar Rp91,82 miliar. Angka ini melonjak sekitar 201 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp30,44 miliar.
Pertumbuhan pendapatan tersebut didorong oleh ekspansi layanan IP Transit kepada pelanggan institusional baru serta mulai beroperasinya lini bisnis konstruksi infrastruktur jaringan.
Selain itu, laba bersih perusahaan juga meningkat drastis menjadi Rp24,49 miliar. Angka ini melonjak hingga 1.742 persen dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang hanya sebesar Rp1,33 miliar.
Kinerja ini turut mendorong peningkatan laba per saham dasar yang naik dari Rp0,18 menjadi Rp3,10.
Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menyatakan bahwa pencapaian tahun 2025 merupakan hasil dari pembangunan fondasi bisnis yang telah dilakukan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, penguatan infrastruktur, pengembangan ekosistem anak usaha, serta kemitraan strategis menjadi faktor penting dalam pertumbuhan perusahaan.
Ekspansi Infrastruktur Digital Terus Berjalan
Selain mencatatkan kinerja keuangan yang positif, INET juga terus memperkuat infrastruktur digital jangka panjangnya.
Perusahaan melakukan pembayaran uang muka Indefeasible Right-of-Use (IRU) untuk kabel serat optik bawah laut senilai Rp48,51 miliar pada rute strategis Batam–Singapura.
Rute ini dinilai penting karena menjadi jalur konektivitas internasional yang menghubungkan jaringan internet Indonesia dengan pusat data global.
Belanja modal untuk aset tetap juga meningkat signifikan menjadi Rp44,75 miliar pada tahun 2025, jauh lebih tinggi dibandingkan Rp10,13 miliar pada tahun sebelumnya.
Selain itu, perusahaan juga mendirikan entitas baru bernama PT Internet Anak Bangsa pada Mei 2025 yang bergerak di bidang konstruksi infrastruktur telekomunikasi.
Tidak hanya itu, pada September 2025 INET juga mengakuisisi 99,96 persen saham PT Garuda Prima Internetindo untuk memperluas cakupan layanan internet service provider atau ISP.
Langkah-langkah ini menunjukkan strategi perusahaan dalam memperkuat ekosistem jaringan digital di Indonesia.
Kesimpulan
Pembatalan kerja sama fiber optik INET dan WIFI menjadi salah satu penyesuaian bisnis di sektor infrastruktur digital. Meski kontrak dihentikan, kondisi keuangan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk tetap menunjukkan pertumbuhan kuat.
Pendapatan meningkat lebih dari dua kali lipat dan laba bersih melonjak drastis pada tahun 2025. Di sisi lain, perusahaan juga terus memperluas jaringan infrastruktur melalui proyek kabel bawah laut, investasi aset tetap, serta akuisisi perusahaan ISP.
Strategi ini menunjukkan bahwa ekspansi jaringan digital dan penguatan ekosistem telekomunikasi masih menjadi fokus utama perusahaan ke depan.
FAQ
1. Mengapa kerja sama fiber optik INET dan WIFI dibatalkan?
Pembatalan dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama kedua perusahaan pada awal Januari 2026 dan telah dituangkan dalam dokumen resmi.
2. Berapa nilai uang jaminan yang dikembalikan dalam pembatalan tersebut?
INET menerima kembali uang jaminan sebesar Rp61 miliar terkait pembatalan kontrak fiber optik.
3. Apakah kerja sama layanan IP Transit juga dihentikan?
Ya, layanan IP Transit antara anak usaha INET dan PT Integrasi Jaringan Ekosistem juga dihentikan dan uang muka Rp48,51 miliar telah dikembalikan.
4. Bagaimana kinerja keuangan INET pada tahun 2025?
Pendapatan neto mencapai Rp91,82 miliar dan laba bersih melonjak menjadi Rp24,49 miliar atau naik 1.742 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
5. Apa strategi bisnis INET ke depan?
Perusahaan fokus memperkuat infrastruktur digital melalui kabel fiber optik bawah laut, ekspansi jaringan internet, serta akuisisi perusahaan ISP.





