MDKA Bukukan Pendapatan Rp14 Triliun pada Kuartal II 2026

Dwi Prakoso

MDKA Bukukan Pendapatan Rp14 Triliun pada Kuartal II 2026

SURATKAMI.COM, JAKARTA – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) membukukan pendapatan Rp14 triliun pada kuartal II 2026. Capaian tersebut berasal dari penjualan berbagai komoditas utama, mulai dari emas, tembaga, hingga produk nikel yang terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Kinerja perseroan selama periode April hingga Juni 2026 didukung oleh meningkatnya penjualan emas, berlanjutnya proses ramp-up Tambang Emas Pani, membaiknya margin Tambang Tembaga Wetar, serta ekspansi bisnis nikel melalui anak usaha perusahaan.

Selain mencatat pertumbuhan pendapatan, MDKA juga mempertahankan target produksi sepanjang 2026. Perseroan optimistis berbagai proyek strategis yang sedang berjalan akan memperkuat kinerja operasional hingga akhir tahun.

Pendapatan Rp14 Triliun Ditopang Penjualan Emas dan Nikel

PT Merdeka Copper Gold Tbk mencatat pendapatan dari penjualan produk utama sebesar USD775,6 juta atau sekitar Rp14 triliun pada kuartal II 2026.

Pendapatan tersebut berasal dari penjualan emas, tembaga, Nickel Pig Iron (NPI), High-Grade Nickel Matte (HGNM), bijih limonit, hingga asam sulfat. Diversifikasi produk menjadi salah satu faktor yang menjaga pertumbuhan bisnis perseroan.

Kontributor utama tetap berasal dari penjualan emas. Selama kuartal II 2026, MDKA menjual sebanyak 36.574 ounce emas yang terdiri dari 30.135 ounce produksi Tambang Emas Tujuh Bukit (TB Gold) dan 6.439 ounce dari Tambang Emas Pani.

Harga jual rata-rata emas mencapai USD4.511 per ounce. Dari penjualan tersebut, perseroan membukukan pendapatan sekitar USD165 juta.

Sementara itu, peningkatan harga emas global turut memberikan dampak positif terhadap pendapatan perusahaan selama periode pelaporan.

TB Gold Tetap Menjadi Tulang Punggung Operasional

Tambang Emas Tujuh Bukit atau TB Gold masih menjadi basis utama produksi emas MDKA. Pada kuartal II 2026, tambang tersebut menghasilkan produksi sebesar 24.567 ounce emas.

Penjualan emas dari TB Gold meningkat 23 persen dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi 30.135 ounce. Harga jual rata-rata mencapai USD4.539 per ounce.

Selain peningkatan penjualan, efisiensi operasional juga terus dijaga. Perseroan mencatat cash cost sebesar USD1.743 per ounce dengan all-in sustaining cost (AISC) sebesar USD2.486 per ounce.

Di sisi lain, proyek strategis Tujuh Bukit juga terus berkembang. Proyek Tembaga Tujuh Bukit (TB Copper) kini memasuki tahap feasibility study setelah menyelesaikan berbagai pekerjaan optimalisasi pasca pre-feasibility study.

Pengembangan proyek tersebut akan memanfaatkan kombinasi tambang bawah tanah dan tambang terbuka. Selain itu, perusahaan juga melakukan optimalisasi infrastruktur serta program metalurgi guna meningkatkan nilai ekonomis proyek.

Tambang Pani dan Wetar Tunjukkan Perkembangan Positif

Tambang Emas Pani yang dioperasikan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melanjutkan proses ramp-up setelah operasi heap leach dimulai pada kuartal pertama 2026.

Produksi emas mencapai 15.594 ounce. Angka tersebut melonjak signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya mencapai 1.818 ounce.

Produksi perak juga meningkat menjadi 29.796 ounce dari sebelumnya 3.496 ounce. Peningkatan ini menunjukkan proses peningkatan kapasitas berjalan sesuai rencana perusahaan.

Sementara itu, Tambang Tembaga Wetar juga mencatat hasil yang lebih baik. Produksi tembaga mencapai 1.484 ton dengan penjualan sebanyak 1.924 ton.

Harga jual rata-rata tembaga tercatat sebesar USD5,83 per pon. Perseroan juga berhasil menurunkan cash cost menjadi USD2,27 per pon dan AISC menjadi USD2,80 per pon.

Perbaikan margin tersebut didukung optimalisasi tingkat pemulihan tembaga melalui program heap leach yang terus dijalankan perusahaan.

Bisnis Nikel Tumbuh Kuat pada Kuartal II 2026

Segmen nikel melalui PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) turut menjadi pendorong pertumbuhan pendapatan perusahaan.

Produksi bijih saprolit meningkat 130 persen secara tahunan. Sementara itu, produksi bijih limonit naik 87 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Produksi Nickel Pig Iron (NPI) mencapai 19.505 ton nikel atau meningkat 16 persen secara tahunan.

Selain itu, produksi High-Grade Nickel Matte (HGNM) mencapai 9.165 ton setara nikel. Penjualan HGNM bahkan meningkat 30 persen dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi 10.457 ton nikel.

Pertumbuhan tersebut memperkuat posisi MBMA sebagai salah satu pilar bisnis utama MDKA dalam pengembangan rantai pasok kendaraan listrik dan industri baterai.

MDKA Pertahankan Target Produksi 2026

Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro, mengatakan seluruh portofolio bisnis perusahaan terus menunjukkan perkembangan positif di sektor emas, tembaga, maupun nikel.

Menurutnya, TB Gold masih menjadi fondasi utama operasional perusahaan. Sementara itu, Tambang Emas Pani terus bergerak menuju volume produksi yang lebih tinggi.

Albert juga menyebut Wetar berhasil mencatat perbaikan margin. Di sisi lain, MBMA terus mengembangkan platform nikel terintegrasi yang menjadi salah satu fokus pertumbuhan perusahaan.

Ke depan, perseroan akan tetap berfokus pada beberapa agenda utama, yaitu:

  • Melanjutkan ramp-up Tambang Emas Pani.
  • Mengembangkan Proyek Tembaga Tujuh Bukit hingga tahap feasibility study.
  • Menjaga efisiensi operasional di seluruh lini bisnis.
  • Memperkuat pertumbuhan bisnis nikel terintegrasi.

MDKA juga mempertahankan panduan produksi sepanjang 2026. Target tersebut meliputi produksi emas TB Gold sebesar 80.000 hingga 90.000 ounce, produksi Tambang Emas Pani sebesar 100.000 hingga 115.000 ounce, serta produksi tembaga Wetar sebesar 4.000 hingga 5.000 ton.

Hingga 30 Juni 2026, kondisi likuiditas perusahaan juga tetap solid. MDKA memiliki kas dan setara kas setelah dikurangi kas yang dibatasi penggunaannya sebesar USD683 juta. Selain itu, perseroan masih memiliki fasilitas pinjaman yang belum ditarik senilai USD252,6 juta sehingga memberikan ruang yang cukup untuk mendukung kebutuhan investasi dan pengembangan proyek strategis ke depan.

Editor:

Dwi Prakoso

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral NeoBank Agustus 2026 Terbaru: Bonus, Cara Daftar, dan Tips Buka Rekening

Kode Referral NeoBank Agustus 2026 Terbaru: Bonus, Cara Daftar, dan Tips Buka Rekening

Kunjungi Artikel