NGOPI PERADI RBA Jadi Forum Advokat Se-Jabodetabek

Japur SK

Konsep Otomatis

Sikom.id – Jakarta – Kegiatan NGOPI PERADI RBA yang awalnya dirancang sebagai ruang diskusi santai ala warung kopi berubah menjadi forum advokat berskala regional. Antusiasme peserta membuat acara ini dihadiri hampir 60 advokat dari berbagai wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Forum yang digagas Sekretaris Jenderal DPN PERADI Rumah Bersama Advokat (RBA), Emir Pohan, berlangsung di AHP Gedung Capital Place, Level 36–38, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 18, Jakarta Selatan, pada Kamis, 7 Agustus 2026. Tema yang diangkat adalah “UU Lingkungan & Emisi Karbon”.

Kegiatan ini menghadirkan Ibrahim (Bram) Fahmi dari Auriga Nusantara sebagai narasumber. Pembahasan meliputi perkembangan regulasi perdagangan karbon, aspek hukum lingkungan, potensi sengketa, hingga peluang dan tantangan profesi advokat dalam sektor ekonomi karbon yang terus berkembang.

NGOPI PERADI RBA Disambut Antusias Advokat

Sejak sesi pembukaan, suasana diskusi berlangsung hangat dan komunikatif. Para peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif menyampaikan pertanyaan dan pengalaman praktik di lapangan.

Berbagai persoalan dibahas secara terbuka. Mulai dari implementasi regulasi lingkungan, tanggung jawab korporasi, hingga kesiapan profesi advokat menghadapi dinamika hukum yang semakin kompleks.

Ketua Panitia, Suryo Pranoto, S.H., mengaku terkejut dengan tingginya animo peserta. Menurutnya, forum ini semula hanya dirancang sebagai diskusi kecil dengan suasana santai.

“Awalnya forum ini hanya dirancang sebagai diskusi kecil ala warung kopi. Namun peserta yang mendaftar hampir mencapai 60 orang dari berbagai wilayah Jabodetabek. Ini menunjukkan ruang diskusi yang cair, terbuka, dan berkualitas memang sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan perdana menjadi motivasi untuk menjadikan NGOPI PERADI RBA sebagai agenda rutin dengan tema-tema hukum yang aktual dan relevan.

Bahas Hukum Lingkungan dan Emisi Karbon

Dalam paparannya, Ibrahim Fahmi menjelaskan bahwa regulasi perdagangan karbon di Indonesia berkembang cukup cepat. Perubahan tersebut menuntut pemahaman hukum yang lebih mendalam dari para praktisi.

Selain itu, isu emisi karbon tidak lagi sekadar persoalan lingkungan. Topik ini telah berkaitan dengan investasi, kepatuhan korporasi, dan potensi sengketa hukum di masa depan.

Beberapa poin penting yang dibahas antara lain:

  • perkembangan regulasi perdagangan karbon di Indonesia;
  • kewajiban dan tanggung jawab korporasi;
  • potensi sengketa lingkungan;
  • peluang pendampingan hukum bagi advokat;
  • tantangan penegakan hukum di sektor ekonomi karbon.

Menurut Ibrahim, advokat memiliki peran strategis dalam memastikan kepatuhan hukum sekaligus melindungi kepentingan para pihak yang terlibat dalam aktivitas ekonomi karbon.

Forum Santai dengan Pembahasan Berbobot

Salah satu hal yang mendapat apresiasi peserta adalah konsep diskusi yang tidak kaku. Meskipun membahas isu hukum yang cukup berat, suasana tetap santai dan terbuka.

Peserta dapat saling bertukar gagasan tanpa sekat formalitas yang berlebihan. Karena itu, forum terasa lebih hidup dan mendorong partisipasi aktif dari berbagai kalangan advokat.

Di sisi lain, pendekatan seperti ini dinilai efektif untuk memperkuat budaya belajar dan berbagi pengalaman praktik hukum.

Advokat Dituntut Adaptif terhadap Perkembangan Zaman

Agus Setiawan, S.H., M.H., Advokat Lawe Law Firm, menilai forum semacam ini memiliki nilai strategis bagi peningkatan kualitas profesi advokat.

Menurutnya, perkembangan hukum saat ini sangat dipengaruhi perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi. Karena itu, advokat tidak cukup hanya memahami hukum acara atau peraturan konvensional.

Ia menyebut beberapa bidang yang perlu dipahami advokat modern, antara lain:

  • hukum lingkungan;
  • perdagangan karbon;
  • ekonomi digital;
  • teknologi kecerdasan buatan;
  • regulasi berbasis data dan teknologi.

“Forum seperti NGOPI menjadi media yang sangat efektif untuk memperluas wawasan, memperkuat kompetensi, sekaligus mempererat silaturahmi antaradvokat sehingga profesi ini semakin adaptif terhadap tantangan zaman,” kata Agus.

Diharapkan Menjadi Agenda Rutin

Melalui NGOPI PERADI RBA, DPN PERADI Rumah Bersama Advokat berharap budaya belajar, berdiskusi, dan berbagi pengalaman semakin tumbuh di kalangan advokat.

Konsep santai namun berbobot dinilai mampu menciptakan suasana yang lebih terbuka. Dengan demikian, setiap peserta dapat saling bertukar pengalaman praktik hukum dan memperluas jejaring profesional.

Keberhasilan penyelenggaraan perdana ini dipandang sebagai langkah awal lahirnya forum diskusi hukum yang berkelanjutan di wilayah Jabodetabek. Panitia memastikan kegiatan akan terus dilaksanakan secara berkala dengan menghadirkan berbagai tema hukum strategis yang sedang berkembang.

Meskipun berawal dari obrolan sederhana ala warung kopi, NGOPI PERADI RBA kini menunjukkan potensi menjadi wadah penting bagi pengembangan kapasitas dan profesionalisme advokat Indonesia. Tingginya partisipasi peserta menjadi sinyal bahwa kebutuhan akan ruang diskusi hukum yang terbuka, relevan, dan berkualitas semakin besar di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat.

Editor:

Japur SK

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Alfagift Terbaru Agustus 2026, Dapat A-Poin Gratis Puluhan Ribu!

Kode Referral Alfagift Terbaru Agustus 2026, Dapat A-Poin Gratis Puluhan Ribu!

Kunjungi Artikel