Saham Konglomerat Dorong IHSG Melonjak 6,14 Persen Sepekan

Dwi Prakoso

Suratkami.com, Jakarta – Saham konglomerat menjadi penopang utama penguatan IHSG sepanjang sepekan terakhir, mendorong lonjakan indeks hingga signifikan di tengah meredanya sentimen negatif pasar.

Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan terakhir tidak lepas dari peran saham-saham konglomerasi berkapitalisasi besar. Kinerja impresif ini terjadi seiring membaiknya sentimen pasar, baik dari dalam negeri maupun global.

Sejumlah saham unggulan dari grup usaha besar mencatatkan kenaikan tajam. Lonjakan ini tidak hanya meningkatkan harga saham masing-masing emiten, tetapi juga memberikan kontribusi besar terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa sektor konglomerasi dan perbankan besar menjadi motor penggerak utama. Hal ini sekaligus menandakan kepercayaan investor mulai kembali pulih setelah sebelumnya tertekan berbagai sentimen negatif.

Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan IHSG

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia, saham-saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu menjadi kontributor terbesar terhadap penguatan indeks.

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melonjak 20,83 persen dalam sepekan ke level Rp5.800 per saham, dengan kontribusi mencapai 36,89 poin terhadap IHSG. Sementara itu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatatkan kenaikan lebih tinggi sebesar 49,61 persen ke Rp1.915 per saham, menyumbang 35,73 poin.

Kenaikan signifikan juga terjadi pada PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang menguat 28,71 persen dengan kontribusi 12 poin terhadap indeks.

Kontribusi Grup Besar Lainnya

Selain Grup Barito, kelompok usaha besar lainnya turut memberikan dorongan kuat terhadap IHSG. Dari Grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik 10,48 persen dengan kontribusi 26,02 poin.

Di sisi lain, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) yang terafiliasi dengan MNC Group mencatatkan lonjakan paling tinggi sebesar 58,08 persen, menyumbang 18,39 poin ke indeks.

Dari Grup Salim, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menguat 15,43 persen dengan kontribusi 22,03 poin. Sementara itu, kelompok Bakrie melalui PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) naik 14,97 persen dengan tambahan 16,51 poin.

Peran Saham Big Cap dan Perbankan

Penguatan IHSG juga didukung oleh saham-saham berkapitalisasi besar lainnya. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong naik 12,91 persen dengan kontribusi 21,86 poin.

Selain itu, PT Bank Mega Tbk (MEGA) milik CT Corp melonjak 38,55 persen dan menyumbang 18,12 poin. Sementara saham perbankan terbesar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), menguat 1,9 persen dengan kontribusi 11,71 poin ke IHSG.

Kinerja sektor perbankan ini menunjukkan stabilitas fundamental yang tetap terjaga, sekaligus menjadi penopang kepercayaan investor di tengah fluktuasi pasar.

IHSG Menguat di Tengah Sentimen Positif

IHSG tercatat ditutup menguat 2,07 persen ke level 7.458,50 pada perdagangan Jumat (10/4/2026). Penguatan ini menandai reli selama tiga hari berturut-turut.

Secara mingguan, indeks melonjak 6,14 persen. Namun demikian, secara year-to-date (YtD), IHSG masih mengalami koreksi sebesar 13,74 persen. Hal ini menunjukkan bahwa pasar masih dalam fase pemulihan setelah tekanan sejak awal tahun.

Faktor Global dan Domestik Penggerak Pasar

Penguatan pasar saham Indonesia juga didukung oleh sentimen positif dari global. Salah satunya adalah meredanya ketegangan geopolitik setelah adanya kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran.

Di sisi lain, lembaga indeks global FTSE Russell memastikan bahwa Indonesia tetap mempertahankan status sebagai Secondary Emerging Market. Keputusan ini memberikan kepercayaan tambahan bagi investor asing.

Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati berbagai risiko, termasuk perkembangan konflik geopolitik yang dinilai masih berpotensi berubah serta evaluasi indeks global yang akan diumumkan pada Juni 2026.

Secara keseluruhan, reli IHSG yang didorong saham konglomerat menunjukkan bahwa pasar mulai menemukan momentum pemulihan. Namun, keberlanjutan tren ini akan sangat bergantung pada stabilitas global dan konsistensi reformasi pasar domestik.

Editor:

Dwi Prakoso

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Bank Saqu Mei 2026, Raih Bonus Saldo dengan Cara Ini!

Kode Referral Bank Saqu Mei 2026, Raih Bonus Saldo dengan Cara Ini!

Kunjungi Artikel