SURATKAMI.COM, Jakarta – Kabar dividen Sido Muncul kembali menjadi perhatian investor pasar modal. Emiten jamu terkemuka ini memastikan akan membagikan sisa dividen Sido Muncul sebesar Rp441,5 miliar kepada para pemegang saham.
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) resmi menetapkan total dividen untuk tahun buku 2025 mencapai Rp1,09 triliun. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis, 9 April 2026.
Langkah pembagian dividen SIDO ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada investor. Meskipun kondisi ekonomi masih penuh tantangan, kinerja perusahaan tetap solid sepanjang tahun lalu.
Total Dividen Sido Muncul 2025
Dalam keputusan RUPST, manajemen Sido Muncul menetapkan rasio pembayaran dividen mencapai 88,6 persen dari laba bersih. Adapun laba bersih perseroan sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp1,23 triliun.
Dengan demikian, total dividen yang dibagikan setara Rp37 per saham. Angka ini mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga kebijakan pembagian keuntungan kepada investor.
Sebelumnya, Sido Muncul telah membagikan dividen interim sebesar Rp647,8 miliar atau Rp22 per saham pada 20 November 2025. Dengan demikian, sisa dividen tunai yang akan dibagikan mencapai Rp15 per saham atau sekitar Rp441,5 miliar.
Manajemen perusahaan menyatakan bahwa pembagian dividen ini merupakan bagian dari strategi untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus memberikan imbal hasil yang menarik bagi pemegang saham.
Perbandingan dengan Tahun Sebelumnya
Jika dibandingkan dengan tahun buku 2024, nilai dividen Sido Muncul tahun ini sedikit lebih rendah. Pada periode sebelumnya, perseroan membagikan dividen sebesar Rp39 per saham dengan total mencapai Rp1,17 triliun.
Meski demikian, penurunan ini tergolong tipis dan masih mencerminkan kinerja yang stabil. Kebijakan pembagian dividen yang tinggi tetap menjadi daya tarik utama saham SIDO di mata investor.
Stabilitas ini juga memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam menjaga profitabilitas di tengah tekanan eksternal yang cukup signifikan.
Kinerja Keuangan Tetap Solid
Sepanjang tahun 2025, Sido Muncul mencatatkan penjualan sebesar Rp4,08 triliun. Angka ini tumbuh sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut dicapai di tengah kondisi konsumsi masyarakat yang masih selektif. Selain itu, fluktuasi nilai tukar dan kenaikan harga bahan baku juga menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan.
Namun demikian, Sido Muncul tetap mampu menjaga margin operasional di level 38 persen dan margin bersih sebesar 30 persen. Hal ini menunjukkan efisiensi operasional yang tetap terjaga dengan baik.
Kontribusi dari pasar ekspor juga mengalami peningkatan signifikan. Penjualan ekspor tumbuh hingga 31 persen dengan kontribusi mencapai 9 persen terhadap total pendapatan.
Negara tujuan utama ekspor meliputi Malaysia, Nigeria, dan Filipina. Pertumbuhan ini menandakan bahwa produk herbal semakin diminati di pasar internasional.
Prospek Bisnis Tahun 2026
Memasuki tahun 2026, prospek Sido Muncul dinilai tetap positif. Sejumlah faktor pendukung antara lain stabilisasi daya beli masyarakat dan meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan.
Selain itu, peluang ekspansi global masih terbuka lebar, terutama di negara berkembang dengan kebutuhan produk herbal yang serupa dengan Indonesia.
Manajemen optimistis bahwa tren positif ini akan terus berlanjut dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan kinerja perusahaan di masa mendatang.
Jadwal Pembagian Dividen SIDO
Bagi investor yang ingin mendapatkan dividen Sido Muncul, berikut jadwal lengkap yang telah diumumkan:
- Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 17 April 2026
- Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 20 April 2026
- Cum Dividen di Pasar Tunai: 21 April 2026
- Ex Dividen di Pasar Tunai: 22 April 2026
- Tanggal Pembayaran Dividen: 7 Mei 2026
Jadwal ini penting diperhatikan agar investor tidak melewatkan hak atas pembagian dividen tunai tersebut.
Dengan pembagian dividen yang tetap besar, Sido Muncul kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu emiten defensif dengan imbal hasil menarik di pasar saham Indonesia.





