PPRE Raih Kontrak Bauksit Antam Rp870 Miliar di Mempawah

Dwi Prakoso

SuratKami.Com, Kalimantan Barat – PT PP Presisi Tbk (PPRE) raih kontrak bauksit Antam senilai Rp870 miliar di Kabupaten Mempawah, memperkuat ekspansi bisnis pertambangan perseroan.

PT PP Presisi Tbk kembali mencatatkan pencapaian penting di sektor pertambangan nasional. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi dan pertambangan ini berhasil memperoleh kontrak baru dari proyek tambang bauksit milik PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. Nilai kontrak tersebut mencapai Rp870 miliar.

Proyek ini berlokasi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, yang dikenal sebagai salah satu wilayah potensial penghasil mineral bauksit di Indonesia. Kontrak ini sekaligus menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperluas portofolio bisnisnya di luar komoditas nikel.

Selain itu, proyek ini dijalankan melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO). PPRE menggandeng PT PP (Persero) Tbk dan PT Lancarjaya Mandiri Abadi sebagai mitra dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Strategi Diversifikasi PPRE di Sektor Tambang

Direktur Utama Rizki Dianugrah menyampaikan bahwa perolehan kontrak ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi bisnis perusahaan. Selama ini, PPRE dikenal aktif di sektor tambang nikel, namun kini mulai memperluas fokus ke mineral lain seperti bauksit.

Menurutnya, langkah ekspansi ini tidak hanya memperluas cakupan bisnis, tetapi juga memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia jasa pertambangan terintegrasi di Indonesia. Dengan masuk ke proyek bauksit, PPRE membuka peluang pertumbuhan baru yang berkelanjutan.

Diversifikasi ini dinilai penting mengingat dinamika industri pertambangan yang terus berkembang. Permintaan global terhadap berbagai jenis mineral, termasuk bauksit sebagai bahan baku aluminium, semakin meningkat.

Lingkup Pekerjaan Proyek Tambang Bauksit

Kontrak proyek ini mencakup berbagai pekerjaan utama yang menjadi inti operasional pertambangan. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Jasa penambangan bauksit secara menyeluruh
  • Pengangkutan material hasil tambang
  • Penyediaan fasilitas washing plant
  • Pengoperasian washing plant untuk pemrosesan material

Tahapan awal proyek akan dimulai dengan penggalian pertama (first cut) yang dijadwalkan berlangsung pada awal kuartal II-2026. Proses ini menjadi penanda dimulainya kegiatan produksi di lokasi tambang.

Kapabilitas dan Kesiapan Operasional

Rizki menegaskan bahwa proyek ini menunjukkan kemampuan PPRE dalam menjalankan proyek pertambangan berskala besar. Perusahaan memiliki pengalaman panjang dalam mengelola berbagai proyek dengan standar operasional tinggi.

PPRE juga didukung oleh armada alat berat yang modern serta tenaga kerja berpengalaman. Selain itu, penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta pengelolaan lingkungan menjadi prioritas utama dalam operasional perusahaan.

Dengan kombinasi tersebut, PPRE optimistis dapat memberikan hasil kerja optimal sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar area tambang.

Dampak Proyek terhadap Bisnis dan Industri

Perolehan kontrak ini memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan PPRE ke depan. Nilai proyek yang besar diharapkan dapat meningkatkan pendapatan serta memperkuat backlog perusahaan.

Selain itu, proyek ini juga berkontribusi terhadap pengembangan industri pertambangan nasional, khususnya di Kalimantan Barat. Aktivitas tambang bauksit di wilayah tersebut berpotensi membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dari sisi industri, langkah PPRE masuk ke sektor bauksit juga mencerminkan tren diversifikasi yang dilakukan pelaku usaha tambang. Hal ini menjadi strategi untuk menghadapi fluktuasi harga komoditas global.

Prospek Bisnis Bauksit di Indonesia

Indonesia memiliki cadangan bauksit yang cukup besar, terutama di wilayah Kalimantan Barat. Komoditas ini menjadi bahan baku utama dalam industri aluminium yang permintaannya terus meningkat.

Dengan kebijakan hilirisasi mineral yang terus didorong pemerintah, prospek bisnis bauksit dinilai semakin menjanjikan. Perusahaan yang mampu mengelola rantai produksi secara terintegrasi akan memiliki keunggulan kompetitif di pasar.

Langkah PPRE dalam menggarap proyek ini menunjukkan kesiapan perusahaan dalam menangkap peluang tersebut.

Kesimpulan

Kontrak bauksit Antam senilai Rp870 miliar yang diraih PPRE menjadi tonggak penting dalam ekspansi bisnis perusahaan. Proyek di Mempawah ini tidak hanya memperkuat posisi PPRE di sektor pertambangan, tetapi juga menegaskan strategi diversifikasi ke mineral non-nikel.

Dengan dukungan mitra strategis, sumber daya yang mumpuni, serta komitmen terhadap standar operasional tinggi, PPRE optimistis mampu memberikan kinerja terbaik sekaligus menciptakan nilai tambah berkelanjutan.

FAQ

1. Apa itu proyek bauksit Antam yang diraih PPRE?
Proyek ini adalah kontrak jasa pertambangan bauksit milik Antam dengan nilai Rp870 miliar yang dikerjakan oleh PPRE bersama mitra KSO.

2. Di mana lokasi proyek tersebut?
Proyek tambang bauksit ini berlokasi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

3. Apa saja pekerjaan dalam kontrak ini?
Lingkup pekerjaan meliputi penambangan, pengangkutan material, serta penyediaan dan pengoperasian washing plant.

4. Kapan proyek mulai dikerjakan?
Penggalian pertama atau first cut direncanakan dimulai pada awal kuartal II-2026.

5. Mengapa proyek ini penting bagi PPRE?
Karena menjadi bagian dari strategi diversifikasi bisnis dan memperluas portofolio perusahaan di sektor pertambangan bauksit.

Editor:

Dwi Prakoso

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Promo Buka Rekening Bank Saqu Juni 2026, Pakai Kode Referral SSJU16 Dapat Bonus Rp15.000

Promo Buka Rekening Bank Saqu Juni 2026, Pakai Kode Referral SSJU16 Dapat Bonus Rp15.000

Kunjungi Artikel