Suratkami.com, Jakarta – MBSS kembali tak membagikan dividen kepada para pemegang saham meskipun berhasil mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan sepanjang tahun buku 2025. Keputusan tersebut kembali ditegaskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar secara elektronik pada Selasa (23/6/2026).
Perseroan memilih untuk menahan seluruh laba bersih tahun buku 2025 sebagai saldo laba. Kebijakan ini memperpanjang periode tanpa pembagian dividen yang telah berlangsung sejak 2015. Dengan demikian, sudah lebih dari satu dekade pemegang saham belum menerima pembagian keuntungan dalam bentuk dividen dari perusahaan tersebut.
Keputusan MBSS kembali tak membagikan dividen menjadi perhatian investor. Pasalnya, kinerja keuangan perusahaan pada 2025 menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat di tengah dinamika industri batu bara dan logistik nasional.
MBSS Kembali Tak Membagikan Dividen Meski Laba Naik
Dalam agenda ketiga RUPST, para pemegang saham menyetujui usulan manajemen untuk tidak membagikan dividen dari laba tahun buku 2025. Seluruh keuntungan yang diperoleh perusahaan akan dicatat sebagai saldo laba guna memperkuat posisi keuangan perseroan.
Sepanjang 2025, PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp370 miliar. Angka tersebut meningkat sekitar 25 persen dibandingkan laba bersih tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp295 miliar.
Meski mencatatkan pertumbuhan laba yang positif, perusahaan menilai langkah mempertahankan laba masih menjadi strategi yang paling tepat. Selain itu, kondisi industri yang masih menghadapi berbagai tantangan juga menjadi salah satu pertimbangan utama.
Kebijakan ini sekaligus menunjukkan fokus perusahaan dalam menjaga fleksibilitas keuangan jangka panjang. Dengan cadangan dana yang lebih besar, perseroan memiliki ruang lebih luas untuk menghadapi perubahan pasar dan peluang bisnis di masa mendatang.
Saldo Laba dan Kas Perusahaan Terus Menguat
Keputusan menahan laba membuat posisi keuangan MBSS semakin solid. Hingga 31 Desember 2025, perusahaan mencatat saldo laba mencapai sekitar Rp2 triliun.
Sementara itu, kas dan setara kas yang dimiliki perseroan juga berada pada level yang tinggi. Nilainya mencapai sekitar Rp1,79 triliun pada akhir tahun 2025.
Kondisi tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga arus kas dan profitabilitas. Di sisi lain, besarnya dana yang tersimpan juga memunculkan harapan sebagian investor terkait potensi pembagian dividen pada masa mendatang.
Namun, manajemen menegaskan bahwa saat ini prioritas perusahaan masih berfokus pada penguatan fondasi bisnis dan efisiensi operasional. Karena itu, laba yang diperoleh kembali ditahan untuk mendukung kebutuhan strategis perusahaan.
Peluang Penggunaan Dana Ke Depan
Meskipun belum memiliki rencana ekspansi besar dalam waktu dekat, perusahaan tetap membuka berbagai opsi pemanfaatan dana yang tersedia. Langkah tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan kebutuhan operasional yang berkembang.
Manajemen menyebut peluang penambahan armada masih terbuka. Akan tetapi, keputusan tersebut akan dilakukan secara selektif dan disesuaikan dengan prospek permintaan jasa angkutan.
Fokus Efisiensi dan Diversifikasi Bisnis Tahun 2026
Memasuki 2026, MBSS akan tetap mengedepankan efektivitas dan efisiensi operasional. Strategi ini dinilai penting karena biaya operasional, khususnya bahan bakar, masih berada pada tingkat yang relatif tinggi.
Selain menjaga efisiensi, perusahaan juga mulai membuka peluang pengembangan bisnis baru. Salah satu fokus yang dipertimbangkan adalah memperluas layanan pengangkutan untuk komoditas selain batu bara.
Langkah diversifikasi tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perusahaan. Dengan demikian, ketergantungan terhadap sektor batu bara dapat dikurangi secara bertahap apabila peluang pasar mendukung.
Manajemen menilai strategi ini penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang. Selain itu, diversifikasi juga dapat memperkuat daya saing perusahaan di sektor logistik maritim nasional.
Armada MBSS Masih Menjadi Kekuatan Utama
Hingga 31 Maret 2026, MBSS mengoperasikan armada yang cukup besar untuk mendukung kegiatan bisnisnya. Armada tersebut terdiri dari:
- 20 unit tugboats
- 36 unit barges
- 1 unit MV (Motor Vessel)
Untuk aktivitas barging, kapasitas muatan per perjalanan mencapai 339.200 ton. Sementara itu, satu set MV yang dimiliki perusahaan mampu mengangkut hingga 56.000 ton muatan.
Kapasitas tersebut menjadi salah satu faktor penting yang menopang kinerja operasional perseroan. Selain itu, armada yang tersedia juga memungkinkan perusahaan tetap melayani kebutuhan pelanggan di sektor energi dan komoditas.
Dengan posisi kas yang kuat, laba yang terus tumbuh, serta strategi efisiensi yang dijalankan, MBSS memasuki 2026 dengan fondasi keuangan yang relatif kokoh. Meskipun demikian, keputusan MBSS kembali tak membagikan dividen masih akan menjadi perhatian utama investor yang menantikan pembagian keuntungan setelah lebih dari satu dekade tanpa dividen.





