Suratkami.com, Jakarta – Dividen Kalbe Farma 2025 resmi disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Kalbe Farma Tbk. Perseroan membagikan dividen tunai sebesar Rp936,26 miliar kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025.
Keputusan tersebut diumumkan usai RUPST perusahaan yang digelar pada 2026. Nilai dividen yang dibagikan setara Rp20 per saham. Pembagian dividen ini menjadi salah satu perhatian investor karena konsistensi Kalbe Farma dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.
Selain menyetujui pembagian dividen Kalbe Farma 2025, rapat juga menetapkan penggunaan sisa laba bersih sebagai laba ditahan. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis perseroan ke depan.
Dividen Kalbe Farma 2025 Resmi Dibagikan
Berdasarkan risalah rapat perseroan, total dividen tunai yang dibagikan mencapai Rp936.267.830.800. Nilai tersebut berasal dari laba tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada entitas induk.
Manajemen menyebut pembagian dividen dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada pemegang saham. Selain itu, langkah tersebut mencerminkan kondisi keuangan perusahaan yang tetap solid di tengah tantangan ekonomi global.
“menyetujui penggunaan keuntungan Perseroan untuk tahun buku 2025, sebesar Rp936.267.830.800 sebagai dividen tunai,” demikian isi risalah rapat yang dikutip Selasa (26/5/2026).
Di sisi lain, sisa laba bersih perseroan tidak seluruhnya dibagikan. Sebagian laba dicatat sebagai laba ditahan guna memperkuat modal kerja dan ekspansi usaha perusahaan.
Kalbe Farma selama ini dikenal sebagai salah satu emiten sektor kesehatan yang rutin membagikan dividen. Karena itu, saham KLBF masih menjadi pilihan investor yang mencari pendapatan pasif dari pasar modal.
Jadwal Dividen Kalbe Farma 2025
Investor yang ingin memperoleh dividen Kalbe Farma 2025 perlu memperhatikan jadwal penting yang telah diumumkan perseroan. Jadwal ini menentukan siapa saja pemegang saham yang berhak menerima dividen tunai.
Berikut jadwal lengkap pembagian dividen KLBF tahun buku 2025:
- Cum Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi: 3 Juni 2026
- Ex Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi: 4 Juni 2026
- Recording Date Pemegang Saham: 5 Juni 2026
- Ex Dividen Pasar Tunai: 8 Juni 2026
- Pembayaran Dividen: 24 Juni 2026
Apa Arti Cum Dividen dan Ex Dividen?
Cum dividen adalah batas terakhir investor membeli saham agar berhak memperoleh dividen. Sementara itu, ex dividen merupakan tanggal ketika pembeli saham baru tidak lagi mendapatkan hak dividen.
Karena itu, investor biasanya memperhatikan dua jadwal tersebut sebelum melakukan transaksi saham. Momentum pembagian dividen juga sering memengaruhi pergerakan harga saham di pasar.
Susunan Pengurus Kalbe Farma hingga 2029
Selain agenda pembagian dividen Kalbe Farma 2025, RUPST juga menyetujui susunan pengurus perusahaan untuk periode hingga 2029.
Dalam keputusan tersebut, Bernadette Ruth Irawati Setiady kembali dipercaya menjabat sebagai Presiden Direktur Perseroan. Penetapan ini menunjukkan kesinambungan kepemimpinan di tubuh perusahaan farmasi terbesar di Indonesia tersebut.
Sementara itu, Ronny Hadiana tetap menjabat sebagai Presiden Komisaris Perseroan. Selain dirinya, Santoso Oen dan Ferdinand Aryanto juga kembali mengisi posisi Komisaris.
Di jajaran Komisaris Independen, Herijanto Irawan dan Sidharta Utama tetap dipercaya mengawasi jalannya perusahaan. Susunan pengurus ini diharapkan mampu menjaga pertumbuhan bisnis dan memperkuat daya saing Kalbe Farma di industri kesehatan nasional.
Prospek Saham KLBF Setelah Pembagian Dividen
Pembagian dividen Kalbe Farma 2025 menjadi sentimen positif bagi saham KLBF. Investor biasanya menilai konsistensi pembagian dividen sebagai indikator fundamental perusahaan yang sehat.
Selain itu, sektor kesehatan masih dianggap memiliki prospek jangka panjang yang menarik. Permintaan produk farmasi dan layanan kesehatan diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Namun, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan kondisi ekonomi global, nilai tukar rupiah, serta daya beli masyarakat. Faktor tersebut dapat memengaruhi kinerja perusahaan farmasi, termasuk Kalbe Farma.
Meskipun begitu, KLBF masih dinilai sebagai salah satu saham defensif di Bursa Efek Indonesia. Dengan fundamental yang stabil dan kebijakan dividen rutin, saham ini tetap menarik bagi investor jangka panjang.





