Suratkami.com, Jakarta – Diplomasi Presiden Prabowo menjadi sorotan publik seiring tingginya intensitas kunjungan luar negeri yang dilakukan kepala negara dalam satu setengah tahun terakhir. Menanggapi berbagai pertanyaan dan kritik yang muncul, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa keberhasilan diplomasi tidak dapat diukur hanya dari jumlah perjalanan ke luar negeri.
Menurut Teddy, ukuran utama keberhasilan diplomasi Presiden Prabowo adalah hasil konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, pemerintah meminta publik melihat capaian nyata yang telah diperoleh Indonesia dari berbagai agenda diplomasi internasional yang dijalankan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Namun, berbagai keberhasilan yang telah dicapai Indonesia dalam kurun waktu 1,5 tahun terakhir juga perlu menjadi perhatian agar penilaian terhadap kebijakan pemerintah tetap objektif.
“Jadi ruang untuk setiap masukan tentu kita terima, tapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai,” kata Teddy melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet, Senin (1/6/2026).
Diplomasi Presiden Prabowo Perkuat Posisi Indonesia di Dunia
Teddy menjelaskan bahwa salah satu capaian penting dari diplomasi Presiden Prabowo adalah keberhasilan Indonesia bergabung dengan kelompok ekonomi BRICS di tengah kondisi geopolitik global yang penuh tantangan.
Menurutnya, keanggotaan tersebut memberikan manfaat strategis bagi Indonesia. Stabilitas pasokan energi dan pangan tetap terjaga meskipun dunia menghadapi berbagai konflik dan krisis internasional.
Selain itu, pemerintah juga berhasil mencapai kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa yang memberikan tarif nol persen untuk sejumlah produk Indonesia. Kesepakatan tersebut dinilai menjadi terobosan penting setelah proses perundingan berlangsung selama bertahun-tahun.
Teddy menyebut pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa diplomasi tidak hanya menghasilkan seremoni, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha nasional.
Kesepakatan Uni Eropa Jadi Terobosan Penting
Perjanjian dengan Uni Eropa disebut telah diperjuangkan sejak belasan tahun lalu. Namun, kesepakatan akhirnya berhasil dicapai pada masa pemerintahan Presiden Prabowo pada tahun 2025.
Kebijakan ini diharapkan membuka peluang ekspor yang lebih besar bagi produk Indonesia. Di sisi lain, pelaku industri nasional juga memiliki kesempatan meningkatkan daya saing di pasar internasional.
Investasi Triliunan Rupiah Masuk ke Indonesia
Capaian berikutnya yang disoroti adalah meningkatnya investasi asing yang masuk ke Indonesia. Dalam kurun waktu satu setengah tahun terakhir, nilai investasi yang masuk disebut mencapai sekitar Rp2.430 triliun.
Angka tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi dan iklim usaha di Indonesia. Selain itu, investasi yang masuk diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Teddy juga menyinggung hasil kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan. Dari agenda tersebut, Indonesia memperoleh komitmen bisnis senilai USD33,89 miliar atau setara sekitar Rp575 triliun.
Komitmen investasi tersebut mencakup berbagai sektor strategis yang berpotensi memberikan dampak jangka panjang terhadap pembangunan nasional.
Penguatan Alutsista dan Peran Global Indonesia
Selain sektor ekonomi, diplomasi Presiden Prabowo juga menghasilkan kerja sama pertahanan dengan berbagai negara. Kerja sama tersebut melibatkan sejumlah negara besar seperti Prancis, Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, dan beberapa negara Eropa lainnya.
Penguatan alat utama sistem persenjataan atau alutsista menjadi salah satu fokus pemerintah untuk menjaga kedaulatan dan keamanan nasional. Karena itu, kerja sama internasional di bidang pertahanan terus diperluas.
Di sektor keagamaan, Teddy mengungkapkan bahwa Indonesia menjadi satu-satunya negara yang memiliki perkampungan haji di Arab Saudi. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai sebagai hasil hubungan bilateral yang kuat antara kedua negara.
Menurutnya, pemerintah Arab Saudi bahkan melakukan penyesuaian regulasi sehingga negara lain dapat memiliki lahan yang digunakan untuk kepentingan jemaah haji.
Indonesia Aktif dalam Isu Kemanusiaan Palestina
Teddy juga menyoroti peran aktif Indonesia dalam mendukung rakyat Palestina. Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah kemanusiaan yang dilakukan pemerintah.
Beberapa bentuk dukungan yang telah diberikan antara lain:
- Pengiriman bantuan logistik melalui jalur udara.
- Pengoperasian kapal rumah sakit untuk misi kemanusiaan.
- Pemberian beasiswa pendidikan bagi pelajar Palestina di Indonesia.
- Dukungan diplomatik di berbagai forum internasional.
Selain itu, pemerintah juga berhasil memulangkan warga negara Indonesia yang sempat diamankan otoritas Israel di laut lepas beberapa waktu lalu.
Keberhasilan tersebut disebut sebagai hasil diplomasi yang dilakukan melalui berbagai jalur komunikasi, baik yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan kepada masyarakat.
Teddy menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil nyata diplomasi Presiden Prabowo selama satu setengah tahun terakhir. Menurutnya, pemerintah lebih mengutamakan hasil konkret dibanding sekadar publikasi kegiatan diplomatik.
“Dan semua itu adalah diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo lewat berbagai macam cara, baik yang dipublikasikan, maupun tidak dipublikasikan. Karena yang terpenting bagi kami adalah hasil konkretnya,” ujar Teddy.
Dengan berbagai capaian tersebut, pemerintah menilai diplomasi Presiden Prabowo telah memberikan dampak langsung terhadap ekonomi, pertahanan, hubungan internasional, serta kepentingan masyarakat Indonesia secara luas.





