Surya Midha, Bos Muda Startup AI Berharta Rp39 Triliun di Usia 22 Tahun

Japur SK

Surya Midha, Bos Muda Startup AI Berharta Rp39 Triliun di Usia 22 Tahun

Suratkami.com, Jakarta – Surya Midha menjadi sorotan dunia bisnis setelah namanya masuk dalam daftar miliarder muda dunia berkat kesuksesan membangun startup berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Di usia yang baru menginjak 22 tahun, Surya Midha berhasil mengumpulkan kekayaan yang diperkirakan mencapai Rp39 triliun.

Pencapaian tersebut membuat Surya Midha dikenal sebagai salah satu pengusaha muda paling sukses di sektor teknologi. Kesuksesannya bahkan menempatkannya sejajar dengan sejumlah nama besar di industri digital global yang membangun kekayaan melalui perusahaan rintisan mereka sendiri.

Forbes mencatat total kekayaan Surya Midha mencapai sekitar US$2,2 miliar atau setara Rp39 triliun. Angka tersebut menjadikannya salah satu miliarder termuda yang memperoleh kekayaan dari hasil membangun bisnis secara mandiri.

Perjalanan Surya Midha dari Mahasiswa Menjadi Pengusaha AI

Surya Midha lahir di Mountain View, California, Amerika Serikat, pada 3 Juni 2003. Ia berasal dari keluarga keturunan India yang menetap di Amerika Serikat.

Sejak masa sekolah, Surya Midha dikenal sebagai siswa berprestasi. Ia pernah memenangkan kompetisi debat tingkat nasional ketika menempuh pendidikan di Bellarmine College Preparatory.

Setelah lulus sekolah menengah, Surya Midha melanjutkan pendidikan di Georgetown University dengan mengambil jurusan studi luar negeri. Namun, perjalanan akademiknya tidak berlangsung lama.

Pada 2023, ia memutuskan untuk mengambil cuti kuliah. Keputusan tersebut kemudian berlanjut menjadi langkah yang lebih berani, yakni keluar dari kampus dan fokus membangun perusahaan teknologi.

Keputusan drop out tersebut ternyata menjadi titik awal kesuksesan besar yang kini dinikmatinya.

Mendirikan Mercor Bersama Teman Sekolah

Surya Midha mendirikan startup AI bernama Mercor di San Francisco bersama dua sahabatnya saat sekolah menengah, yakni Brendan Foody dan Adarsh Hiremath.

Mercor hadir sebagai platform yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk membantu proses perekrutan tenaga kerja. Sistem tersebut dirancang agar proses seleksi kandidat berlangsung lebih cepat dan efisien.

Selain itu, teknologi AI yang digunakan juga bertujuan mengurangi bias manusia dalam proses rekrutmen sehingga penilaian lebih fokus pada kemampuan dan kompetensi kandidat.

Teknologi yang Ditawarkan Mercor

Mercor menyediakan berbagai layanan berbasis AI untuk kebutuhan perekrutan, antara lain:

  • Penyaringan resume kandidat secara otomatis.
  • Analisis kemampuan pelamar menggunakan AI.
  • Wawancara berbasis kecerdasan buatan.
  • Pencocokan kandidat dengan kebutuhan perusahaan.
  • Evaluasi kompetensi secara lebih objektif.

Model bisnis perusahaan berasal dari komisi pencarian tenaga kerja dan biaya pencocokan kandidat dengan perusahaan yang membutuhkan.

Pertumbuhan Mercor yang Sangat Cepat

Kesuksesan Mercor berkembang jauh lebih cepat dibandingkan banyak startup lainnya. Dalam waktu singkat, perusahaan berhasil menarik perhatian berbagai investor besar.

Salah satu klien yang diketahui menggunakan layanan Mercor adalah perusahaan teknologi AI ternama, yaitu .

Pendapatan perusahaan juga mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Dalam periode September 2024 hingga September 2025, pendapatan Mercor meningkat dari sekitar US$2 juta menjadi US$500 juta.

Sementara itu, sepanjang tahun sebelumnya perusahaan dilaporkan menghasilkan pendapatan mencapai US$760 juta. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa bagi perusahaan yang masih tergolong muda.

Selain membantu perekrutan tenaga kerja, Mercor kini juga menyediakan tenaga ahli profesional untuk melatih model AI. Para profesional tersebut berasal dari berbagai bidang penting.

Beberapa di antaranya meliputi:

  • Dokter.
  • Ilmuwan.
  • Pengacara.
  • Konsultan profesional.
  • Ahli teknologi.

Kekayaan Surya Midha Terus Melonjak

Kesuksesan Mercor turut mendorong peningkatan nilai kekayaan Surya Midha. Berdasarkan berbagai laporan, ia memiliki sekitar 22 persen saham perusahaan.

Saat putaran pendanaan Seri C pada 2025, valuasi Mercor disebut mencapai US$10 miliar. Pada periode yang sama, perusahaan berhasil memperoleh pendanaan sebesar US$350 juta dari para investor.

Nilai perusahaan yang terus meningkat membuat nilai kepemilikan saham Surya Midha ikut melonjak tajam. Karena itu, Forbes menempatkannya sebagai miliarder termuda hasil usaha sendiri dalam daftar orang terkaya dunia.

Pencapaian tersebut menarik perhatian karena usianya masih sangat muda. Sebagai perbandingan, pendiri Facebook, , memperoleh status miliarder muda hasil usaha sendiri saat berusia 23 tahun.

Saat ini Surya Midha menjabat sebagai Chairman Mercor setelah sebelumnya menduduki posisi Chief Operating Officer. Meskipun memiliki kekayaan fantastis, ia diketahui memilih hidup jauh dari sorotan publik dan menetap di San Diego, Amerika Serikat.

Kisah Surya Midha menjadi contoh bagaimana perkembangan teknologi AI membuka peluang besar bagi generasi muda untuk membangun perusahaan bernilai miliaran dolar. Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, nama Surya Midha diperkirakan akan terus menjadi perhatian dunia bisnis dan teknologi dalam beberapa tahun mendatang.

Editor:

Japur SK

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Akulaku Juni 2026, SAL47Q: Cara Dapat Pinjaman Cepat dan Bonus hingga Ratusan Ribu

Kode Referral Akulaku Juni 2026, SAL47Q: Cara Dapat Pinjaman Cepat dan Bonus hingga Ratusan Ribu

Kunjungi Artikel