Pendanaan Internasional PGEO Tembus USD477,87 Juta untuk Tiga Proyek Panas Bumi

Dwi Prakoso

Pendanaan Internasional PGEO Tembus USD477,87 Juta untuk Tiga Proyek Panas Bumi

Suratkami.com, Jakarta – Pendanaan Internasional PGEO kembali mencatat capaian penting setelah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) berhasil memperoleh dukungan pembiayaan global senilai USD477,87 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan tiga proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang menjadi bagian dari strategi penguatan energi bersih nasional.

Keberhasilan memperoleh pendanaan tersebut menjadi sinyal positif bagi industri energi baru dan terbarukan di Indonesia. Selain memperkuat posisi perusahaan di pasar global, dukungan pembiayaan internasional juga membuka peluang percepatan pembangunan proyek-proyek strategis panas bumi.

Pendanaan Internasional PGEO diperoleh setelah tiga proyek perseroan masuk dalam Green Book 2026 yang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Masuknya proyek ke dalam daftar prioritas tersebut memberikan akses terhadap skema pembiayaan yang lebih kompetitif dibandingkan pembiayaan komersial pada umumnya.

Pendanaan Internasional PGEO Dukung Tiga Proyek Strategis

Dana sebesar USD477,87 juta akan dialokasikan untuk tiga proyek panas bumi yang saat ini sedang dipersiapkan oleh PGEO. Ketiga proyek tersebut memiliki kapasitas gabungan mencapai 160 megawatt (MW).

Adapun proyek yang memperoleh dukungan pembiayaan meliputi:

  • PLTP Lumut Balai Unit 3 dengan kapasitas 55 MW.
  • PLTP Lumut Balai Unit 4 dengan kapasitas 55 MW.
  • PLTP Lahendong Unit 7-8 dengan kapasitas 50 MW.

Ketiga proyek tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan listrik berbasis energi terbarukan di Indonesia. Selain itu, proyek ini juga mendukung target pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy, Ahmad Yani, mengatakan bahwa pencapaian tersebut memberikan manfaat strategis bagi perusahaan. Menurutnya, akses terhadap sumber pendanaan global akan mempercepat realisasi proyek sekaligus meningkatkan daya tarik perusahaan di mata investor dan mitra internasional.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan masuk ke Green Book 2026 membuka peluang lebih besar untuk mendapatkan dukungan dari berbagai lembaga pembiayaan dunia.

Skema Pembiayaan Lebih Kompetitif

Pendanaan Internasional PGEO tercantum dalam skema on-lending melalui fasilitas concessional loan. Skema ini menawarkan suku bunga yang lebih menarik dibandingkan pembiayaan komersial.

Selain bunga yang lebih rendah, fasilitas tersebut juga memberikan tenor pinjaman yang lebih panjang. Karena itu, perusahaan dapat menjaga struktur pembiayaan tetap sehat dalam jangka panjang.

Ahmad Yani menilai fasilitas tersebut akan membantu PGEO mempertahankan cost of debt yang kompetitif. Dengan biaya pendanaan yang lebih efisien, perusahaan memiliki ruang yang lebih besar untuk meningkatkan keekonomian proyek.

Rincian Pembiayaan Proyek

Berdasarkan Green Book 2026, rincian pembiayaan yang diperoleh meliputi:

  • PLTP Lumut Balai Unit 3 memperoleh pendanaan USD158,86 juta dari Japan International Cooperation Agency (JICA).
  • PLTP Lumut Balai Unit 4 memperoleh pendanaan USD148,97 juta dari JICA.
  • PLTP Lahendong Unit 7-8 memperoleh pendanaan USD170,04 juta dari World Bank.

Sementara itu, target commercial operation date (COD) untuk Lumut Balai Unit 3 dan Lahendong Unit 7-8 ditetapkan pada 2030. Adapun Lumut Balai Unit 4 ditargetkan mulai beroperasi pada 2032.

Perkuat Transisi Energi Nasional

Pengembangan proyek panas bumi menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung agenda transisi energi Indonesia. Panas bumi merupakan sumber energi bersih yang memiliki potensi besar karena tersedia secara berkelanjutan dan tidak bergantung pada kondisi cuaca.

Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia. Namun, pemanfaatannya masih terus dikembangkan agar dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap bauran energi nasional.

Dengan tambahan kapasitas dari tiga proyek tersebut, PGEO berpotensi memperkuat perannya sebagai salah satu pengembang energi panas bumi terbesar di Indonesia. Selain itu, proyek-proyek baru ini juga diharapkan mampu mengurangi emisi karbon dari sektor ketenagalistrikan.

Di sisi lain, keberhasilan memperoleh pendanaan internasional menunjukkan meningkatnya kepercayaan lembaga keuangan global terhadap proyek energi hijau di Indonesia. Hal ini menjadi modal penting untuk menarik investasi berkelanjutan pada sektor energi terbarukan.

Ahmad Yani menegaskan bahwa perusahaan optimistis terhadap prospek bisnis ke depan. Menurutnya, fundamental bisnis yang semakin kuat serta portofolio proyek yang semakin matang akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Karena itu, Pendanaan Internasional PGEO tidak hanya memberikan dukungan finansial bagi pembangunan proyek panas bumi. Lebih dari itu, pencapaian ini memperkuat posisi perusahaan dalam mendorong transisi energi nasional menuju sistem energi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan kompetitif di masa depan.

Editor:

Dwi Prakoso

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Undangan Kredito Juni 2026 [LWHSH], Cara Daftar Cepat Acc!

Kode Undangan Kredito Juni 2026 [LWHSH], Cara Daftar Cepat Acc!

Kunjungi Artikel