PTBA Alokasikan Rp29,17 Miliar untuk Eksplorasi Batu Bara

Dwi Prakoso

PTBA Alokasikan Rp29,17 Miliar untuk Eksplorasi Batu Bara

Suratkami.com – Tanjung Enim – PTBA alokasikan Rp29,17 miliar untuk eksplorasi batu bara sepanjang kuartal II-2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat keberlanjutan operasi pertambangan. Dana tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan eksplorasi yang bertujuan meningkatkan akurasi data geologi sekaligus memastikan kualitas sumber daya batu bara yang dimiliki perseroan.

Langkah tersebut dilakukan di sejumlah wilayah operasional utama milik PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), terutama di kawasan Tanjung Enim Mining Site (TEMS) dan Ombilin Mining Site. Kegiatan eksplorasi mencakup pemetaan geologi, pengeboran, logging geofisika, hingga pengambilan sampel batu bara dan batuan.

Selain memperkuat data cadangan, eksplorasi yang dilakukan perseroan juga diarahkan untuk mendukung rencana produksi jangka panjang. Dengan data yang semakin akurat, perusahaan dapat menyusun perencanaan tambang secara lebih efisien dan berkelanjutan.

PTBA Alokasikan Rp29,17 Miliar untuk Eksplorasi Batu Bara

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (7/7/2026), PTBA alokasikan Rp29,17 miliar untuk eksplorasi batu bara selama kuartal II-2026. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk menjalankan berbagai aktivitas eksplorasi di wilayah konsesi perusahaan.

Kegiatan eksplorasi meliputi pemetaan geologi, pengeboran coring maupun open hole, logging geofisika, pengambilan sampel batu bara dan batuan, pengujian laboratorium, hingga monitoring Top of Coal (TOC) dan Bottom of Coal (BOC). Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas data geologi yang dimiliki perseroan.

Selain itu, eksplorasi dilakukan untuk memperbarui informasi sumber daya dan cadangan batu bara. Dengan demikian, perusahaan memiliki dasar yang lebih kuat dalam menyusun rencana operasi penambangan di masa mendatang.

Fokus Eksplorasi di Tanjung Enim Mining Site

Sebagian besar kegiatan eksplorasi berlangsung di kawasan Tanjung Enim Mining Site (TEMS). Di wilayah ini, PTBA melakukan pengeboran pada empat wilayah izin usaha pertambangan (IUP), yaitu:

  • Air Laya
  • Muara Tiga Besar (MTB)
  • Banko Barat
  • Banko Tengah B

Sepanjang kuartal II-2026, perusahaan merealisasikan sebanyak 95 titik pengeboran dengan total kedalaman mencapai 15.514 meter. Capaian tersebut menunjukkan aktivitas eksplorasi yang cukup intensif dibandingkan periode sebelumnya.

Pengeboran pra-produksi dilakukan untuk meningkatkan akurasi model geologi pada area yang akan ditambang. Sementara itu, pengeboran infill bertujuan memverifikasi sumber daya serta cadangan batu bara agar estimasi yang dimiliki perusahaan semakin akurat.

Di sisi lain, PTBA juga melakukan pengambilan sampel batu bara dan batuan pada lima wilayah IUP di kawasan Tanjung Enim. Langkah tersebut menjadi bagian dari pengendalian kualitas sekaligus mendukung proses analisis laboratorium.

Ribuan Sampel Batu Bara dan Monitoring Lapisan Batu Bara

Selama periode pelaporan, kegiatan eksplorasi menghasilkan berbagai sampel yang kemudian diuji lebih lanjut. Data tersebut menjadi dasar dalam mengevaluasi kualitas batu bara maupun kondisi geologi tambang.

Adapun hasil pengambilan sampel meliputi:

  • 1.533 sampel batu bara dari titik bor eksplorasi dan area tambang aktif untuk quality control.
  • 308 sampel batuan untuk pengujian tingkat keasaman.
  • 398 sampel batuan untuk pengujian mekanika batuan.

Selain pengambilan sampel, perusahaan juga melaksanakan monitoring Top of Coal (TOC) dan Bottom of Coal (BOC) pada area seluas 661 hektare. Pemantauan ini dilakukan untuk meningkatkan ketelitian pemetaan lapisan batu bara sehingga perencanaan penambangan menjadi lebih presisi.

Karena itu, data yang diperoleh dari kegiatan monitoring dapat membantu perusahaan dalam mengoptimalkan desain tambang sekaligus mengurangi risiko operasional pada saat proses produksi berlangsung.

Eksplorasi Berlanjut di Ombilin Mining Site

Tidak hanya di Tanjung Enim, PTBA juga melaksanakan kegiatan eksplorasi di Ombilin Mining Site selama kuartal II-2026.

Di wilayah tersebut, perusahaan melakukan pengeboran dan logging geofisika pada 10 titik pengeboran dengan total kedalaman mencapai 833,1 meter.

Sama seperti di kawasan Tanjung Enim, pengeboran pra-produksi dilakukan untuk meningkatkan akurasi model geologi pada area rencana penambangan. Sementara itu, pengeboran infill difokuskan untuk memverifikasi sumber daya dan cadangan batu bara di wilayah IUP Ombilin.

Meskipun skala eksplorasinya lebih kecil dibandingkan Tanjung Enim, kegiatan tersebut tetap memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan operasi tambang PTBA di Sumatera Barat.

Eksplorasi Menjadi Fondasi Keberlanjutan Produksi

Kegiatan eksplorasi merupakan salah satu tahap paling penting dalam industri pertambangan. Melalui eksplorasi yang dilakukan secara berkelanjutan, perusahaan dapat memperoleh data geologi yang lebih akurat untuk mendukung proses produksi dalam jangka panjang.

Selain meningkatkan kepastian terhadap cadangan batu bara, eksplorasi juga membantu perusahaan menyusun strategi penambangan yang lebih efisien. Dengan informasi yang lengkap, risiko operasional dapat ditekan sekaligus meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya.

Ke depan, langkah PTBA alokasikan Rp29,17 miliar untuk eksplorasi batu bara menunjukkan komitmen perseroan dalam menjaga keberlanjutan bisnis pertambangan. Investasi pada kegiatan eksplorasi diharapkan mampu memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia sekaligus mendukung kebutuhan energi nasional.

Editor:

Dwi Prakoso

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Cara Dapat Cashback Rp50 Ribu dari Referral Honest Card

Cara Dapat Cashback Rp50 Ribu dari Referral Honest Card

Kunjungi Artikel