Daftar Isi 5 bagian
SuratKami.com – Jakarta, KAI Properti terus mengembangkan akses menuju Stasiun BNI City melalui pembangunan selasar pedestrian sepanjang kurang lebih 250 meter dari kawasan eks Stasiun Karet. Infrastruktur ini bertujuan mempermudah mobilitas masyarakat, terutama pengguna transportasi publik yang berjalan kaki menuju stasiun.
Pembangunan integrasi kawasan Karet–BNI City kini mencakup pengerjaan fondasi, struktur penyangga kanopi, pengecoran elemen struktur, hingga pemasangan rangka baja. Selain itu, KAI Properti mulai memasang komponen travelator sebagai bagian dari persiapan fasilitas pendukung jalur penghubung tersebut.
Nantinya, selasar ini akan dilengkapi travelator dan moving walk yang masing-masing memiliki panjang 40 meter. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan membuat perjalanan menuju stasiun lebih praktis dan nyaman, sekaligus memperkuat hubungan antara kawasan sekitar dan layanan kereta api.
KAI Properti Kembangkan Akses Stasiun BNI City
Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, mengatakan bahwa perusahaan melanjutkan pembangunan jalur penghubung secara bertahap. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas kawasan stasiun.
“Pembangunan jalur penghubung beserta fasilitas pendukungnya terus kami lanjutkan di sejumlah titik. Melalui pengembangan ini, kami berharap masyarakat nantinya dapat menjangkau Stasiun BNI City dengan lebih mudah dan nyaman, terutama bagi pelanggan yang berjalan kaki dari kawasan sekitarnya,” ujar Bramantya.
Selasar sepanjang sekitar 250 meter ini menjadi salah satu fasilitas utama dalam pengembangan kawasan Karet–BNI City. Dengan jalur pedestrian yang lebih terintegrasi, penumpang diharapkan dapat berpindah dari kawasan sekitar menuju stasiun dengan lebih mudah.
Selain itu, keberadaan travelator dan moving walk diharapkan membantu penumpang menempuh jalur penghubung tersebut. Fasilitas ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan perjalanan, khususnya bagi masyarakat yang mengandalkan transportasi publik untuk kegiatan sehari-hari.
Penataan Parkir dan Akses Transportasi Daring
Pengembangan kawasan Karet–BNI City tidak hanya berfokus pada pembangunan selasar. KAI Properti juga menata area parkir dan titik penurunan penumpang atau drop off bagi pengguna transportasi daring.
Melalui penataan tersebut, masyarakat diharapkan dapat berpindah dari kendaraan pribadi maupun transportasi daring menuju kereta api dengan lebih praktis. Sebaliknya, penumpang yang tiba di stasiun juga dapat melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi lain dengan lebih mudah.
Di sisi lain, pengembangan akses ini menunjukkan pentingnya konektivitas antarmoda dalam sistem transportasi perkotaan. Kemudahan perjalanan tidak hanya bergantung pada fasilitas di dalam stasiun, tetapi juga pada kualitas jalur pedestrian dan pengaturan area perpindahan kendaraan.
Karena itu, penataan kawasan di sekitar stasiun memiliki peran penting dalam mendukung perjalanan masyarakat dari titik keberangkatan hingga tujuan akhir. Integrasi yang baik juga diharapkan mengurangi hambatan ketika penumpang berpindah dari satu moda transportasi ke moda lainnya.
Peningkatan Fasilitas Stasiun BNI City
Sebelum mengembangkan selasar dari kawasan eks Stasiun Karet, KAI Properti telah melakukan sejumlah peningkatan fasilitas di Stasiun BNI City. Pekerjaan tersebut mencakup penataan akses antarlantai, pembangunan hall, dan peningkatan pencahayaan di area peron.
KAI Properti mengganti travelator dengan eskalator dan tangga untuk menata akses antarlantai. Perusahaan juga membangun hall di sisi barat dan timur guna mengakomodasi pergerakan pelanggan di dalam stasiun.
Selain itu, pemasangan smart lamp di area peron menjadi bagian dari penerapan konsep smart station. Fasilitas pencahayaan tersebut melengkapi upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas infrastruktur stasiun.
KAI Properti juga membangun kanopi yang tersambung dengan jalur pedestrian untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan. Kini, pembangunan selasar dari kawasan eks Stasiun Karet berlanjut untuk melengkapi akses yang telah tersedia.
Dengan pengembangan secara bertahap, perusahaan berharap kawasan stasiun dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik. Penataan tersebut juga mendukung kebutuhan penumpang yang mengandalkan perpindahan antarmoda dalam aktivitas sehari-hari.
Aktivitas Penumpang BNI City Meningkat 240 Persen
Data KAI Properti menunjukkan tingginya aktivitas perjalanan di kawasan Karet dan BNI City. Stasiun Karet mencatat 4.909.334 aktivitas naik dan turun pelanggan sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Sementara itu, Stasiun BNI City mencatat 2.439.757 aktivitas pelanggan selama Januari hingga September 2026. Angka tersebut menunjukkan besarnya pergerakan masyarakat yang memanfaatkan layanan kereta api di kawasan tersebut.
Khusus September 2026, aktivitas naik dan turun pelanggan di Stasiun BNI City mencapai 646.411. Jumlah tersebut meningkat sekitar 240 persen dibandingkan Agustus 2026 yang mencatat 190.060 penumpang.
Peningkatan aktivitas pada September tersebut memperlihatkan tingginya pergerakan penumpang di kawasan BNI City. Namun, data itu menggambarkan aktivitas naik dan turun pelanggan, bukan jumlah individu unik yang menggunakan stasiun.
Oleh karena itu, peningkatan akses menuju stasiun menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Jalur pedestrian yang terintegrasi diharapkan membantu penumpang mencapai stasiun maupun meninggalkan kawasan tersebut dengan lebih nyaman.
Bramantya menegaskan bahwa aksesibilitas merupakan unsur penting dalam pengembangan infrastruktur transportasi publik. Menurutnya, pengalaman perjalanan masyarakat juga mencakup proses menuju stasiun dan perjalanan lanjutan setelah penumpang tiba.
“Perjalanan masyarakat tidak hanya berlangsung di dalam kereta api, tetapi juga mencakup bagaimana mereka mencapai stasiun dan melanjutkan perjalanan setelah tiba. Karena itu, kami berupaya menghadirkan akses yang dapat mempermudah perpindahan antarmoda sekaligus mendukung konektivitas first mile dan last mile di kawasan Karet–BNI City,” lanjut Bramantya.
Perkuat Konektivitas Transportasi Publik
Sebagai bagian dari KAI Group, KAI Properti terus mendukung pengembangan infrastruktur perkeretaapian yang berorientasi pada konektivitas dan aksesibilitas. Pembangunan selasar pedestrian, fasilitas pendukung, serta penataan area perpindahan moda menjadi bagian dari upaya tersebut.
Dalam sistem transportasi publik, konsep first mile dan last mile merujuk pada perjalanan awal menuju layanan transportasi utama dan perjalanan lanjutan setelah penumpang meninggalkan layanan tersebut. Kedua aspek ini berperan penting dalam membuat penggunaan transportasi publik lebih praktis.
Melalui integrasi kawasan Karet–BNI City, KAI Properti berharap masyarakat dapat menjangkau layanan kereta api dengan lebih mudah. Selasar sepanjang sekitar 250 meter beserta fasilitas pendukungnya diharapkan memperlancar mobilitas penumpang di kawasan tersebut.
Selain meningkatkan kenyamanan berjalan kaki, penataan akses parkir dan titik penurunan penumpang juga diharapkan mempermudah perpindahan antarmoda. Dengan demikian, pengembangan ini dapat mendukung perjalanan masyarakat secara lebih menyeluruh, dari akses menuju stasiun hingga perjalanan lanjutan ke tempat tujuan.
Ke depan, keberhasilan integrasi kawasan tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik. Pengelolaan fasilitas, kemudahan akses bagi berbagai kelompok pengguna, serta keterhubungan dengan moda transportasi lain juga menjadi unsur penting dalam mendukung layanan transportasi publik yang lebih nyaman.




