Daftar Isi 4 bagian
SuratKami.com – Jakarta, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto kembali menemui peserta demonstrasi di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Rabu (28/10/2026) malam. Pertemuan tersebut berlangsung ketika hujan deras mengguyur kawasan itu dan sebagian massa mulai meninggalkan lokasi aksi.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah peserta demonstrasi meminta Dadang mendengarkan keluhan mereka secara langsung. Mereka menyoroti persoalan yang menurut mereka belum mendapat perhatian pemerintah, termasuk penanganan kebakaran hutan yang mereka sebut telah berlangsung selama empat bulan.
Dadang mengajak peserta aksi menyampaikan aspirasi tanpa harus bergerak menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI). Namun, sebagian massa masih bertahan di depan Menara UoB dan berusaha mendekati barikade polisi. Situasi kemudian berlanjut hingga polisi mengerahkan mobil pengurai massa untuk membubarkan peserta demonstrasi.
Kapolda Metro Jaya Temui Massa di Sudirman
Awalnya, Dadang berjalan di seberang lokasi demonstrasi ketika hujan belum turun terlalu deras. Selanjutnya, ia berbelok dan melewati celah pembatas jalan untuk mendekati titik aksi.
Saat itu, sejumlah peserta demonstrasi sudah meninggalkan lokasi. Meski demikian, beberapa orang masih bertahan dan ingin menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Kapolda Metro Jaya.
Ketika rombongan Dadang tiba di depan Menara UoB, beberapa peserta aksi bergerak maju sambil membawa pembatas jalan atau water barrier dan kayu panjang. Hujan deras tidak langsung menghentikan upaya mereka mendekati barikade polisi.
Sekitar pukul 19.06 WIB, beberapa orang masih berusaha bergerak ke arah barikade. Dadang kemudian menggunakan pengeras suara untuk mengajak mereka mengakhiri aksi dan pulang ke rumah masing-masing.
“Terima kasih teman-teman atas aspirasinya hari ini, silakan kembali ke rumah masing-masing,” kata Dadang kepada peserta demonstrasi.
Namun, sebagian massa belum beranjak dari lokasi. Beberapa orang justru mendekati Dadang yang berada di balik barisan polisi dengan sejumlah perisai. Mereka menyampaikan keinginan untuk berbicara langsung dengannya.
Massa Sampaikan Kekecewaan terhadap Pemerintah
Salah seorang peserta aksi mengungkapkan kesedihan dan kekecewaannya kepada Dadang. Ia mengatakan bahwa para demonstran telah turun ke jalan selama berhari-hari untuk menyuarakan persoalan yang mereka anggap belum mendapat penanganan memadai.
Dalam penyampaiannya, peserta tersebut menyinggung persoalan kebakaran hutan yang menurutnya berlangsung selama empat bulan. Ia juga mempertanyakan respons pemerintah terhadap persoalan tersebut.
“Kami tuh di sini sedih dan kecewa pak. Berhari-hari kami turun ke jalan. Pemerintah kita enggak pro ke rakyat. Kebakaran hutan empat bulan, enggak ada penanganannya,” kata salah seorang peserta aksi kepada Dadang.
Selain itu, seorang peserta lain yang masih mengenakan jas almamater meminta bantuan Dadang untuk meneruskan keluhan mereka kepada pemerintah. Ia menilai mahasiswa kesulitan menyampaikan aspirasi melalui lembaga yang mereka harapkan dapat mendengarkan tuntutan tersebut.
Peserta itu menyebut Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Presiden Prabowo sebagai pihak yang ingin mereka jangkau. Karena itu, ia berharap Kapolda Metro Jaya bersedia menjadi perantara untuk menyampaikan suara mereka.
“Bapak dengar dulu aspirasi mahasiswa. Karena kami enggak dapat sampaikan kepada DPR, enggak bisa juga kepada Presiden Prabowo. Bapak yang bisa menyampaikan,” tutur peserta tersebut.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa sebagian demonstran ingin memperoleh kesempatan untuk menyampaikan keluhan secara langsung. Mereka juga berharap aspirasi yang mereka bawa dapat menjangkau pemerintah dan mendapat perhatian lebih lanjut.
Dadang Minta Massa Sampaikan Aspirasi di Lokasi
Menanggapi permintaan tersebut, Dadang mengatakan bahwa peserta aksi dapat menyampaikan pesan mereka di lokasi demonstrasi. Menurutnya, mereka tidak perlu bergerak hingga ke Bundaran HI untuk menyuarakan pendapat.
Ia juga menyinggung peran teknologi informasi dalam menyebarkan percakapan dan aspirasi kepada masyarakat. Dadang menilai orang lain dapat mendengar dan melihat pembicaraan mereka melalui dukungan teknologi tersebut.
“Sekarang kan jaman IT. Semua kan mendengar dan melihat, pembicaraan kita ini sudah tercover dengan IT, tidak harus ke HI lho,” ujar Dadang.
Pernyataan itu menjadi bagian dari dialog antara Kapolda Metro Jaya dan peserta demonstrasi di tengah hujan deras. Sementara itu, sejumlah massa masih bertahan di sekitar barikade dan berupaya menyampaikan tuntutan mereka.
Percakapan tersebut berlangsung ketika situasi di sekitar titik aksi belum sepenuhnya kondusif. Hujan, keberadaan barikade, serta keinginan sebagian peserta untuk mendekati polisi menjadi bagian dari suasana demonstrasi malam itu.
Polisi Kerahkan Mobil Pengurai Massa
Setelah bertahan selama beberapa waktu di depan Menara UoB, massa akhirnya menghadapi langkah lanjutan dari kepolisian. Polisi mengerahkan mobil pengurai massa yang dikenal dengan sebutan Raisa untuk membubarkan peserta aksi.
Langkah tersebut mengakhiri keberadaan massa yang masih bertahan di sekitar lokasi. Namun, bahan laporan yang tersedia tidak merinci jumlah peserta yang tersisa, apakah ada korban, ataupun apakah polisi melakukan penindakan terhadap individu tertentu.
Sebelumnya, sebagian peserta demonstrasi memang telah membubarkan diri sebelum rombongan Dadang mendekati titik aksi. Dengan demikian, pertemuan tersebut berlangsung di tengah kondisi massa yang mulai berkurang, tetapi masih menyisakan sejumlah orang yang ingin menyampaikan aspirasi.
Peristiwa ini menunjukkan adanya dialog langsung antara pejabat kepolisian dan peserta demonstrasi di tengah situasi lapangan yang menantang. Di satu sisi, Dadang mengajak massa pulang dan menyampaikan aspirasi dari lokasi. Di sisi lain, sejumlah demonstran tetap meminta perhatian terhadap persoalan yang mereka anggap belum terselesaikan.
Hingga akhir rangkaian kejadian yang dijelaskan dalam laporan tersebut, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai tindak lanjut pemerintah atas keluhan peserta aksi. Demikian pula, belum tersedia informasi terperinci mengenai respons instansi terkait terhadap tudingan penanganan kebakaran hutan yang disampaikan demonstran.
Karena itu, perkembangan berikutnya masih bergantung pada keterangan resmi dari pihak terkait. Informasi tambahan diperlukan untuk mengetahui tindak lanjut aspirasi massa serta perkembangan persoalan yang mereka suarakan dalam demonstrasi tersebut.




