Daftar Isi 8 bagian
SuratKami.com – Bandar Lampung, Universitas Lampung (Unila) melepas empat kelompok mahasiswa untuk mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-39 tahun 2026. Keempat tim tersebut akan mewakili Unila dalam kompetisi ilmiah nasional yang berlangsung di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, pada 1–8 November 2026.
Prosesi pelepasan berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026, di Ruang Sidang II, lantai empat Gedung Rektorat Unila. Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani memimpin kegiatan tersebut bersama jajaran pimpinan universitas, dosen pembimbing, tim kemahasiswaan, dan mahasiswa peserta kontingen.
Keikutsertaan empat kelompok ini menunjukkan kreativitas dan kemampuan mahasiswa Unila dalam mengembangkan gagasan inovatif. Selain itu, ajang Pimnas menjadi kesempatan bagi mereka untuk menguji karya, bertukar pengalaman, dan memperluas kontribusi akademik di tingkat nasional.
Unila Loloskan Empat Kelompok PKM
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila, Prof. Dr. Sunyono, M.Si., menyampaikan laporan mengenai keberhasilan empat kelompok Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang lolos ke Pimnas ke-39. Keempat kelompok tersebut terbagi dalam dua kategori, yaitu PKM-Karsa Cipta (PKM-KC) dan PKM-Karya Inovatif (PKM-KI).
Setiap kelompok terdiri atas lima mahasiswa. Dengan demikian, sebanyak 20 mahasiswa akan membawa nama Unila dalam kompetisi tersebut. Mereka telah menyiapkan karya yang mencakup bidang kesehatan, komunikasi darurat, teknologi pertanian, dan pengembangan pesawat nirawak.
Dalam sambutannya, Prof. Sunyono mendorong peserta agar percaya diri menghadapi persaingan. Ia menegaskan bahwa mahasiswa Unila memiliki kemampuan untuk bersaing dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
“Mahasiswa Unila memiliki kemampuan untuk bersaing dengan perguruan tinggi lainnya. Karena itu, saya berharap seluruh peserta tetap semangat, menunjukkan kemampuan terbaik, dan percaya diri dalam berkompetisi,” ujarnya.
Empat Inovasi Mahasiswa yang Siap Berkompetisi
Dua kelompok dari kategori PKM-KC mengembangkan solusi berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Sementara itu, dua kelompok PKM-KI menghadirkan inovasi di bidang pengolahan hasil pertanian dan produktivitas kopi.
MYOPHIM: Skrining dini berbasis kecerdasan buatan
Tim pertama PKM-KC mengusung judul “MYOPHIM: Sistem Skrining Dini Komplikasi Mata dan Risiko Vaskular pada Penyakit Metabolik melalui Citra Fundus Mata Berbasis AI”. Dr. Ir. M. Komarudin, S.T., M.T. membimbing kelompok ini.
Gagasan MYOPHIM berfokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan untuk membantu skrining dini komplikasi mata dan risiko vaskular. Tim ini mengembangkan pendekatan berbasis citra fundus mata sebagai bagian dari upaya mendukung deteksi risiko kesehatan.
RESQ-NET: Komunikasi mandiri untuk operasi SAR
Kelompok kedua PKM-KC mengembangkan “RESQ-NET: Sistem Komunikasi Infrastruktur Konektivitas Mandiri Terintegrasi Kecerdasan Buatan Luring untuk Dukungan Operasi SAR di Area Tanpa Sinyal”. Indah Khoerunnisa, M.Pd. bertindak sebagai dosen pembimbing.
Inovasi ini menawarkan sistem komunikasi mandiri yang mengintegrasikan kecerdasan buatan secara luring. Tim merancang teknologi tersebut untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan (SAR), terutama di wilayah yang tidak memiliki jaringan sinyal.
Mesin pengering hasil pertanian ramah lingkungan
Pada kategori PKM-KI, kelompok pertama mengusung “Inovasi Mesin Pengering Hasil Pertanian Ekonomis dan Ramah Lingkungan Berbasis Pemanfaatan Panas Buang Sampah”. Angga Darma Prabowo, S.T., M.T. membimbing tim tersebut.
Gagasan ini memanfaatkan panas buang dari sampah sebagai sumber energi untuk proses pengeringan hasil pertanian. Selain menekan biaya, pendekatan tersebut mengangkat potensi pemanfaatan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Pesawat nirawak untuk produktivitas kopi
Kelompok kedua PKM-KI mengembangkan “Inovasi Pesawat Nirawak Agen Cerdas Berdesain Kumbang sebagai Solusi Peningkatan Produktivitas Kopi bagi Petani Rakyat dan Industri Berkelanjutan di Indonesia”. Aryanto, S.T., M.T. membimbing pengembangan inovasi tersebut.
Tim merancang pesawat nirawak dengan desain terinspirasi kumbang untuk mendukung produktivitas kopi. Inovasi ini menyasar kebutuhan petani rakyat dan industri kopi berkelanjutan di Indonesia.
Rektor Tekankan Sportivitas dan Nama Baik Almamater
Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang berhasil lolos dan memperoleh kesempatan mewakili universitas. Ia meminta seluruh peserta mengikuti kompetisi dengan sungguh-sungguh serta mengerahkan kemampuan terbaik.
Selain mengejar prestasi, Rektor menekankan pentingnya kejujuran dan sportivitas selama kompetisi. Ia juga mengingatkan peserta agar tidak menyerah ketika menghadapi tantangan dan menjadikan masukan sebagai bahan evaluasi.
“Bertandinglah dengan sungguh-sungguh, berjuanglah secara maksimal, dan junjung tinggi kejujuran serta sportivitas. Jangan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Jadikan setiap masukan sebagai bahan evaluasi dan setiap pengalaman sebagai bekal untuk berkembang menjadi mahasiswa yang lebih baik,” pesannya.
Rektor juga meminta kontingen menjaga kekompakan dan nama baik almamater. Menurutnya, Pimnas bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk belajar, berkembang, dan memperkuat karakter mahasiswa.
Kontingen Berangkat ke Semarang pada 31 Oktober
Kontingen Unila dijadwalkan berangkat ke Semarang pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Tim kemahasiswaan dan dosen pembimbing akan mendampingi mahasiswa selama perjalanan dan rangkaian kompetisi.
Pada akhir acara pelepasan, Prof. Lusmeilia menyerahkan bendera kepada perwakilan kontingen. Penyerahan tersebut menjadi simbol keberangkatan mahasiswa untuk membawa nama baik Universitas Lampung dalam Pimnas ke-39.
Melalui partisipasi ini, Unila terus mendorong mahasiswa mengembangkan kreativitas dan inovasi melalui kompetisi ilmiah nasional. Universitas juga berharap karya dan gagasan mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.




