Daftar Isi 8 bagian
SuratKami.com – Jakarta, BYD M6 DM Cross menawarkan kombinasi menarik antara efisiensi kendaraan listrik dan fleksibilitas mesin bensin. MPV plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) ini mampu menempuh hingga 115 km menggunakan tenaga listrik dalam pengujian di dalam kota. Selain itu, konsumsi energi kombinasi tercatat sekitar 25 km per liter.
Kombinasi tersebut membuat BYD M6 DM menarik untuk keluarga yang membutuhkan kendaraan harian sekaligus kendaraan perjalanan jarak jauh. Motor listrik memberikan respons akselerasi spontan. Sementara itu, mesin bensin 1.500 cc mendukung perjalanan ketika pengemudi membutuhkan fleksibilitas lebih.
Namun, efisiensi dan performa bukan satu-satunya pertimbangan dalam memilih MPV keluarga. Mobil ini masih memiliki sejumlah kompromi, terutama pada karakter suspensi, visibilitas, dan kapasitas bagasi ketika seluruh kursi penumpang digunakan.
Desain BYD M6 DM Masih Mirip Versi EV
Dari sisi tampilan, BYD M6 DM mempertahankan sebagian besar desain M6 EV. Perbedaan paling mudah terlihat berasal dari keberadaan tutup tangki bensin di sisi kiri dan port pengisian daya di sisi kanan.
Selain itu, varian Cross menghadirkan overfender dengan karakter SUV modern. BYD juga memberikan pelek 17 inci dengan desain berbeda serta sedikit revisi pada bagian belakang.
Meski tampil modern, perubahan eksterior tersebut belum memberikan identitas yang benar-benar berbeda. Karena itu, konsumen mungkin merasa karakter desain versi PHEV ini kurang spesial dibandingkan M6 listrik murni.
Aspek visibilitas juga perlu mendapat perhatian. Pilar A yang cukup besar dapat sedikit mengganggu pandangan pengemudi ke arah depan samping. Kondisi ini menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan ketika berkendara di area perkotaan.
Kabin Modern dengan Konfigurasi Tujuh Penumpang
Masuk ke kabin, BYD M6 DM menghadirkan panel instrumen digital dan layar hiburan di tengah dasbor. Posisi tuas transmisi pada kolom setir turut memberikan ruang lebih lega pada konsol tengah.
Untuk kebutuhan keluarga, konfigurasi tujuh penumpang menjadi salah satu daya tariknya. Baris kedua memiliki armrest, cup holder, kisi-kisi AC, dan port USB Type-C. Bahkan, sistem pendingin kabin masih menjangkau baris ketiga.
Ruang baris ketiga cukup layak untuk penumpang dengan tinggi sekitar 165 cm. Namun, posisi lantai yang relatif tinggi membuat posisi kaki kurang leluasa. Penumpang masih dapat memanfaatkan sedikit ruang di bawah jok untuk menyelipkan kaki.
Kapasitas bagasi menjadi kompromi lainnya. Ketika kursi baris ketiga tetap tegak dan seluruh kursi terisi, ruang penyimpanan barang tidak terlalu besar. Karena itu, keluarga yang sering membawa banyak barang perlu mempertimbangkan kebutuhan akomodasi tersebut.
Dari sisi keselamatan, mobil ini memiliki ABS, EBD, ESC, kontrol traksi, Hill Hold Control, serta EPB dengan Auto Hold. Pada varian tertentu, BYD juga menyediakan fitur ADAS.
Fitur bantuan berkendara tersebut mencakup Adaptive Cruise Control, Lane Keeping Assist, dan Blind Spot Monitoring. Kelengkapan fitur dapat berbeda menurut varian yang dipilih.
Performa BYD M6 DM dan Konsumsi BBM
BYD M6 DM mengandalkan mesin bensin 1.500 cc yang bekerja bersama motor listrik. Kombinasi keduanya menghasilkan tenaga total mencapai 207 PS. Karakter motor listrik membuat respons akselerasi terasa spontan.
Dalam pengujian menggunakan Racelogic, mobil ini mencatat akselerasi 0–100 km per jam dalam waktu 8,6 detik. Catatan tersebut menunjukkan kemampuan akselerasi yang cukup impresif untuk sebuah MPV keluarga.
Varian Cross yang menjalani pengujian menggunakan baterai berkapasitas 18,3 kWh. Dalam penggunaan di dalam kota, mobil ini mampu menempuh hingga 115 km menggunakan tenaga listrik.
Hasil tersebut melampaui klaim jarak tempuh mode EV murni sebesar 80–100 km. Meski demikian, hasil pengujian dapat berbeda mengikuti kondisi perjalanan dan penggunaan kendaraan.
Efisiensi juga menjadi salah satu keunggulan utama. Ketika mesin bensin dan motor listrik bekerja secara kombinasi, indikator MID mencatat konsumsi 3,9 liter per 100 km. Angka tersebut setara dengan sekitar 25 km per liter.
Namun, pengelolaan daya baterai berpengaruh terhadap efisiensi tersebut. Ketika kapasitas baterai mulai turun hingga sekitar 25 persen atau lebih rendah, mesin bensin akan lebih sering bekerja.
Karena itu, kebiasaan mengisi ulang baterai secara rutin menjadi bagian penting dalam penggunaan PHEV. Menjaga kapasitas baterai tetap memadai dapat membantu mengoptimalkan pemanfaatan motor listrik. Meski begitu, hasil konsumsi bahan bakar tetap bergantung pada kondisi penggunaan dan manajemen energi.
Kenyamanan Berkendara dan Karakter Suspensi
Saat melaju lurus di jalan tol, suspensi BYD M6 DM terasa nyaman. Kabin juga cukup kedap sehingga perjalanan keluarga dapat berlangsung dengan relatif tenang.
Namun, suara mesin bensin lebih terdengar dibandingkan M6 EV. Perbedaan ini cukup wajar mengingat M6 DM menggunakan sistem penggerak yang menggabungkan motor listrik dan mesin pembakaran internal.
Kompromi lebih terasa ketika pengemudi melakukan manuver atau berpindah jalur. Body roll cukup terasa sehingga penumpang baris kedua dan ketiga berpotensi merasakan ayunan bodi lebih besar.
Selain itu, rasio kemudi membutuhkan putaran yang cukup banyak. Akibatnya, respons mobil terasa kurang sigap ketika menghadapi perubahan arah. Karakter tersebut perlu menjadi perhatian bagi pengemudi yang mengutamakan kelincahan saat bermanuver.
Kelebihan dan Kekurangan BYD M6 DM
Secara keseluruhan, BYD M6 DM memiliki sejumlah keunggulan yang mendukung kebutuhan keluarga. Namun, beberapa kekurangannya juga perlu masuk dalam pertimbangan sebelum memilih kendaraan ini.
Kelebihan
- Jarak tempuh mode listrik mencapai 115 km dalam pengujian dalam kota.
- Konsumsi energi kombinasi tercatat sekitar 25 km per liter.
- Tenaga gabungan mencapai 207 PS dengan akselerasi 0–100 km per jam dalam 8,6 detik.
- Kabin modern dengan panel instrumen digital dan konsol tengah lebih lega.
- Konfigurasi tujuh penumpang mendukung kebutuhan keluarga.
- Fitur keselamatan dan ADAS tersedia pada varian tertentu.
- AC menjangkau hingga baris ketiga.
Kekurangan
- Desain eksterior tidak jauh berbeda dari M6 EV.
- Pilar A cukup besar dan sedikit mengganggu visibilitas.
- Ruang bagasi terbatas ketika tujuh kursi digunakan.
- Ruang kaki baris ketiga kurang leluasa karena posisi lantai tinggi.
- Body roll cukup terasa ketika bermanuver atau berpindah jalur.
- Respons kemudi terasa kurang sigap akibat kebutuhan putaran setir yang cukup banyak.
Apakah BYD M6 DM Layak Dipertimbangkan?
BYD M6 DM menawarkan pendekatan menarik untuk kendaraan keluarga yang ingin memanfaatkan teknologi elektrifikasi tanpa sepenuhnya bergantung pada pengisian daya listrik. Kemampuan berkendara hingga 115 km dalam mode EV pada pengujian dalam kota menjadi nilai penting.
Selain itu, tenaga gabungan 207 PS dan konsumsi energi kombinasi sekitar 25 km per liter memperkuat daya tariknya. Kabin modern, konfigurasi tujuh penumpang, serta fitur keselamatan juga mendukung kebutuhan perjalanan keluarga.
Meskipun begitu, calon konsumen perlu memperhatikan karakter suspensi ketika bermanuver. Kapasitas bagasi, ruang kaki baris ketiga, dan visibilitas dari balik kemudi juga perlu masuk dalam penilaian.
Dengan demikian, BYD M6 DM lebih menarik bagi keluarga yang mengutamakan efisiensi, performa, dan fleksibilitas sistem PHEV. Sementara itu, konsumen yang mengutamakan kelincahan berkendara dan kapasitas bagasi besar sebaiknya mempertimbangkan kompromi tersebut sebelum menentukan pilihan.




