Senin, 2 November 2026Surat Kabar Informasi Terkini
SuratKami.com
Surat Kabar Informasi Terkini

Pengalaman Berkendara Honda Tak Berhenti di Mesin

Dukung
Daftar Isi 4 bagian

Suratkami.com – Pengalaman berkendara Honda menjadi sorotan dalam Honda Auto Technology Workshop Indonesia yang berlangsung di Indonesia Safety Driving Center (ISDC), 29–30 Oktober 2026. Melalui sesi pemaparan dan kesempatan mencoba sejumlah model, Honda menunjukkan bahwa pengembangan kendaraan tidak hanya mengejar teknologi baru, tetapi juga memperhatikan rasa berkendara dan kebutuhan pengguna.

Elektrifikasi, keselamatan, dan fitur digital terus mengubah industri otomotif. Namun, menurut Honda, teknologi tetap perlu memberi manfaat nyata saat kendaraan digunakan. Karena itu, pabrikan ini mengaitkan inovasi dengan dua landasan rekayasa: Joy of Driving dan Man Maximum, Machine Minimum atau prinsip M/M.

Peserta workshop dapat mencoba Honda Prelude, Super One, Brio RS, WR-V RS, dan HR-V RS e:HEV. Masing-masing mewakili karakter berbeda, mulai dari mobil perkotaan hingga coupe hybrid dan kendaraan listrik. Perbedaan itu memperlihatkan bagaimana satu filosofi dapat diterapkan pada beragam kebutuhan, bukan sekadar diseragamkan pada spesifikasi.

Pengalaman berkendara Honda berangkat dari Joy of Driving

Joy of Driving menggambarkan upaya menghadirkan kesenangan di balik kemudi. Honda menghubungkannya dengan respons kendaraan, kemudi yang presisi, serta pengendalian yang terasa intuitif. Dengan begitu, pengemudi dapat merasakan hubungan yang lebih selaras antara perintah dan gerak mobil.

Prinsip tersebut tidak hanya bicara soal tenaga besar atau akselerasi agresif. Respons mesin, umpan balik setir, kestabilan, dan kenyamanan dalam berbagai situasi turut membentuk karakter berkendara. Jadi, pengalaman yang menyenangkan juga harus tetap mudah dinikmati dalam penggunaan sehari-hari.

Sales and Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, menjelaskan bahwa kekuatan sebuah model tidak hanya terletak pada teknologi atau spesifikasinya. Menurut dia, manfaat yang dirasakan pengguna saat mobil memenuhi beragam kebutuhan juga menjadi hal penting.

Billy menyebut setiap model memiliki fungsi dan karakter berbeda, tetapi semuanya dikembangkan dengan filosofi yang sama. Tujuannya, menghadirkan pengalaman berkendara yang menyenangkan sekaligus membantu aktivitas harian. Pendekatan ini memberi ruang bagi tiap kendaraan untuk memiliki identitas sendiri tanpa kehilangan prinsip dasarnya.

Prinsip M/M mengutamakan ruang untuk manusia

Landasan berikutnya adalah Man Maximum, Machine Minimum. Prinsip M/M berupaya memaksimalkan ruang yang dapat digunakan manusia dan menekan kebutuhan ruang bagi komponen mekanis. Honda menerapkannya melalui penataan komponen yang ringkas.

Pengaturan tersebut ditujukan untuk menghasilkan kabin yang lapang, ergonomis, dan memiliki visibilitas luas. Dampaknya tidak terbatas pada kenyamanan penumpang. Tata ruang yang efisien juga mendukung fleksibilitas interior dan memudahkan pengemudi mengendalikan kendaraan.

President Director PT HPM, Masanao Kataoka, mengatakan pendekatan tiap model disesuaikan dengan karakternya. Ia menyebut kenyamanan, ruang, dan fleksibilitas sebagai bagian dari upaya mendukung kegiatan sehari-hari. Bagi Honda, gabungan unsur tersebut mencerminkan komitmen terhadap Joy and Freedom of Mobility.

Artinya, filosofi rekayasa tidak berhenti pada rancangan teknis. Honda ingin menghubungkan tata letak kendaraan dan karakter pengendalian dengan pengalaman pengguna. Meski demikian, penerapannya dapat berbeda sesuai fungsi setiap model dan jenis penggeraknya.

Dari Brio hingga SUV, karakter mengikuti kebutuhan

Untuk mobilitas perkotaan, Brio menawarkan dimensi dan karakter yang diarahkan pada kelincahan serta kepraktisan. Model ini juga disebut memiliki konsumsi bahan bakar yang sesuai untuk penggunaan harian. Kombinasi tersebut membuatnya punya peran berbeda dari kendaraan yang dirancang untuk perjalanan bersama keluarga atau kebutuhan lain.

Di segmen SUV, WR-V, BR-V, dan HR-V membawa pendekatan yang menekankan kenyamanan, kestabilan, serta fleksibilitas. Setiap model berada di segmen berbeda, sehingga kebutuhan ruang maupun penggunaannya tidak sama. Namun, karakter berkendara dan kenyamanan tetap menjadi bagian dari pengembangan produk.

Honda juga menyebut Step WGN Hybrid sebagai contoh penerapan prinsip M/M. Kabinnya dirancang fleksibel dan menyediakan banyak kompartemen. Sementara itu, CR-V dan Civic Hybrid menggabungkan teknologi hybrid dengan kenyamanan, performa, dan karakter berkendara yang menjadi bagian dari identitas kedua model.

Ragam tersebut menunjukkan bahwa filosofi yang sama tidak berarti semua mobil harus terasa serupa. Mobil perkotaan perlu mudah digunakan, sementara kendaraan keluarga membutuhkan ruang dan keluwesan. Karena itu, Honda menempatkan kebutuhan pengguna sebagai konteks dalam menentukan karakter tiap produk.

Prelude dan Super One membawa pendekatan elektrifikasi

Prelude menjadi salah satu contoh bagaimana Honda mengaitkan karakter sporty dengan elektrifikasi. Coupe ini menggunakan teknologi hybrid e:HEV dan tetap diarahkan agar nyaman dipakai. Generasi keenamnya melanjutkan nama Prelude, yang pertama kali hadir pada 1978.

Karakter sporty pada Prelude tidak hanya ditentukan oleh bentuk coupe. Honda juga menempatkan respons dan kendali sebagai bagian dari pengalaman di balik kemudi. Dengan teknologi hybrid, model ini memperlihatkan bagaimana elektrifikasi dapat berjalan bersama karakter berkendara yang melibatkan pengemudi.

Super One menawarkan pendekatan berbeda sebagai mobil listrik. Honda menyematkan Boost Mode yang dapat diaktifkan melalui tombol di sisi kanan setir. Fitur tersebut dirancang untuk menghadirkan sensasi berkendara yang menyerupai mobil bermesin bensin.

Saat Boost Mode aktif, pengemudi dapat menggunakan paddle shift untuk merasakan simulasi perpindahan tujuh tingkat. Sistem juga menghadirkan suara virtual yang mengikuti putaran serta hentakan ketika perpindahan gigi naik atau turun. Seluruh sensasi itu bersifat simulasi, bukan perpindahan transmisi mekanis seperti pada mobil konvensional.

Pendekatan Super One memperlihatkan bahwa karakter mobil listrik tidak harus dibatasi pada respons tenaga. Honda mencoba memberi unsur interaksi yang lebih terasa bagi pengemudi melalui suara dan perpindahan virtual. Namun, fitur tersebut tetap perlu dipahami sebagai bagian dari pengalaman yang dirancang untuk kendaraan listrik.

Workshop di ISDC memberi konteks langsung terhadap cara Honda menjelaskan filosofi tersebut. Kesempatan mencoba beberapa model membantu peserta melihat perbedaan karakter produk, sementara pemaparan teknologi menjelaskan prinsip di baliknya. Uji coba itu bukan sekadar soal performa, tetapi juga bagaimana kendaraan merespons kebutuhan penggunanya.

Pada akhirnya, Honda menempatkan teknologi sebagai sarana, bukan tujuan akhir. Joy of Driving menyoroti keterlibatan pengemudi, sedangkan prinsip M/M memberi perhatian pada ruang dan kenyamanan manusia. Melalui penerapan yang berbeda di Brio, SUV, Prelude, Super One, dan model hybrid lain, Honda berupaya menjaga agar perkembangan teknologi tetap terasa relevan dalam perjalanan sehari-hari.

Tag: ·

Chief Idea Officer • Powered by AI — Turning Ideas into Digital Products, Content & Businesses.