Suratkami.com – Jagat TikTok kembali diramaikan dengan tren unik. Kali ini, muncul filter KTP yang bisa mengubah identitas seolah-olah berasal dari berbagai “negara” baru. Dari sekian banyak yang beredar, yang bikin heboh adalah KTP Solok Selatan Republic.
Filter ini awalnya hanya untuk hiburan, namun ternyata memantik rasa penasaran netizen. Memangnya ada negara bernama Republik Solok Selatan? Jawabannya: tidak ada. Tapi, menariknya, Solok Selatan memang pernah menjadi pusat republik darurat Indonesia pada masa perjuangan kemerdekaan.
Tren Viral KTP Solok Selatan Republic di TikTok
Filter KTP buatan kreator TikTok mendadak viral karena menampilkan identitas ala KTP Indonesia, tapi dengan twist kreatif. Ada yang jadi warga negara fiktif, ada juga yang tampil dengan gelar aneh. Nah, KTP bertuliskan Solok Selatan Republic jadi salah satu yang paling ramai dibagikan ulang.
Banyak yang menganggapnya sekadar lelucon. Tapi kalau ditelusuri, istilah “Republic” di Solok Selatan ternyata punya kaitan sejarah yang nyata.
Jejak Republik Darurat di Bidar Alam
Pada akhir 1948 hingga awal 1949, Belanda melancarkan agresi militer dan berhasil menduduki Yogyakarta, ibu kota Republik Indonesia saat itu. Situasi genting itu membuat bangsa ini hampir dianggap “hilang” oleh dunia internasional.
Namun di tengah keterjepitan itu, lahirlah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara. Salah satu markas terpentingnya berada di Nagari Bidar Alam, Solok Selatan.
Di sinilah, tepatnya mulai Januari 1949, Republik Indonesia berdenyut kembali. Dari hutan pedalaman, PDRI menyiarkan pesan lewat radio bersama Angkatan Udara, bahkan mencetak uang darurat. Semua ini dilakukan agar dunia tahu: Republik Indonesia masih ada.
Dukungan Masyarakat Solok Selatan
Peran masyarakat lokal tidak kalah penting. Warga Solok Selatan menyediakan tempat tinggal, logistik, hingga keamanan bagi rombongan PDRI. Dukungan inilah yang membuat pemerintahan darurat bertahan lebih dari tiga bulan di Bidar Alam sebelum berpindah ke lokasi lain.
Sayangnya, sebagian bangunan bersejarah seperti rumah markas PDRI dan surau tempat siaran radio kini kurang terawat. Padahal, jejak itu bisa menjadi sumber edukasi sejarah bagi generasi muda.
Dari Filter Viral ke Edukasi Sejarah
Fenomena KTP Solok Selatan Republic di TikTok pada akhirnya bisa dimanfaatkan untuk hal positif. Dari sekadar filter hiburan, masyarakat jadi terdorong mengenal kembali sejarah daerahnya.
Tren ini membuktikan bahwa budaya digital bisa menjadi jembatan baru untuk mengenalkan kisah perjuangan bangsa. Jadi, ketika melihat KTP “Solok Selatan Republic” di linimasa, mungkin netizen bisa langsung teringat: oh, ini daerah yang pernah jadi pusat republik darurat Indonesia.





