APLN Kembali Tak Bagi Dividen, Pemegang Saham Puasa 9 Tahun

Dwi Prakoso

APLN Kembali Tak Bagi Dividen, Pemegang Saham Puasa 9 Tahun

SURATKAMI.com – Jakarta – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) kembali tak bagi dividen kepada para pemegang saham pada tahun buku 2025. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Soho Capital @Podomoro City, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Keputusan APLN kembali tak bagi dividen menjadi perhatian investor. Pasalnya, perusahaan properti itu terakhir kali membagikan dividen pada tahun buku 2016. Artinya, para pemegang saham sudah sembilan tahun tidak menerima pembagian laba tunai dari perseroan.

Meski begitu, manajemen memilih menahan laba untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan. Langkah ini diambil di tengah kondisi kas perseroan yang masih solid dan saldo laba yang terus meningkat hingga akhir 2025.

APLN Gunakan Laba Bersih untuk Perkuat Modal

Dalam RUPST tersebut, salah satu agenda utama adalah penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025. APLN tercatat membukukan laba bersih sebesar Rp113 miliar sepanjang tahun lalu.

Pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih sebesar Rp5 miliar sebagai cadangan umum. Sementara itu, sisa laba sebesar Rp107,8 miliar dimasukkan ke saldo laba ditahan untuk mendukung kegiatan usaha perseroan.

Kebijakan APLN kembali tak bagi dividen dinilai sebagai strategi menjaga fleksibilitas keuangan. Selain itu, perseroan juga ingin memperkuat modal kerja di tengah tantangan industri properti yang masih dinamis.

Di sisi lain, keputusan ini membuat investor harus kembali bersabar menunggu pembagian dividen. Selama hampir satu dekade, perusahaan lebih fokus menjaga arus kas dan memperkuat fundamental bisnis.

Posisi Kas dan Saldo Laba Masih Solid

Meskipun tidak membagikan dividen, kondisi keuangan APLN sebenarnya masih tergolong kuat. Hingga akhir 2025, posisi kas dan setara kas perusahaan mencapai Rp844 miliar.

Selain itu, saldo laba perseroan juga menembus Rp7,9 triliun. Angka tersebut menunjukkan perusahaan masih memiliki kapasitas finansial yang cukup besar.

Namun, manajemen tampaknya memilih langkah konservatif. Perseroan menilai laba ditahan masih diperlukan untuk mendukung pengembangan proyek dan menjaga stabilitas operasional.

Keputusan tersebut juga mencerminkan strategi jangka panjang perusahaan. Terlebih, sektor properti masih menghadapi tantangan daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.

Pendapatan APLN Belum Capai Target

Sepanjang 2025, APLN mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp3,57 triliun. Realisasi itu masih berada di bawah target manajemen yang dipatok sebesar Rp4 triliun.

Meski demikian, perseroan tetap mampu menjaga profitabilitas. Margin laba kotor tercatat mencapai 41,3 persen atau lebih tinggi dibandingkan target sebesar 40 persen.

Capaian tersebut menunjukkan efisiensi operasional perusahaan masih cukup baik. Selain itu, beberapa proyek unggulan masih mampu menopang kinerja penjualan sepanjang tahun lalu.

Namun begitu, perlambatan penjualan properti tetap menjadi tantangan utama. Konsumen masih cenderung selektif dalam membeli hunian maupun properti komersial.

Karena itu, APLN terus berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan struktur keuangan perusahaan.

Marketing Sales Turun Dibanding Tahun Sebelumnya

Selain pendapatan usaha, APLN juga mencatat marketing sales sebesar Rp1,4 triliun pada 2025. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan target awal sebesar Rp1,7 triliun.

Tak hanya itu, realisasi marketing sales 2025 juga turun dibandingkan capaian 2024 yang mencapai Rp1,9 triliun. Penurunan ini mencerminkan pasar properti yang masih bergerak fluktuatif.

Beberapa proyek tetap menjadi kontributor utama penjualan perseroan. Berikut rinciannya:

  • Podomoro Park Bandung sebesar Rp466,6 miliar
  • Podomoro City Deli Medan sebesar Rp224,1 miliar
  • Bukit Podomoro Jakarta sebesar Rp176,6 miliar

Podomoro Park Bandung menjadi proyek dengan kontribusi terbesar terhadap marketing sales perusahaan. Sementara itu, proyek lain masih menunjukkan permintaan yang cukup stabil.

Ke depan, perseroan diperkirakan akan terus fokus meningkatkan penjualan proyek strategis. Selain itu, perusahaan juga berupaya menjaga arus kas agar tetap sehat di tengah persaingan industri properti.

Kebijakan APLN kembali tak bagi dividen pun diperkirakan masih akan menjadi perhatian investor pasar modal. Sebagian investor berharap perseroan dapat kembali membagikan dividen jika kondisi bisnis semakin membaik dalam beberapa tahun mendatang.

Editor:

Dwi Prakoso

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Cara Daftar Kredivo 2026 Mudah dan Cepat untuk Pemula

Cara Daftar Kredivo 2026 Mudah dan Cepat untuk Pemula

Kunjungi Artikel