BNI Salurkan Rp1,5 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis

Japur SK

Suratkami.com | Jakarta Pusat – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyalurkan pembiayaan MBG BNI senilai Rp1,5 triliun untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto pada 2026.

Penyaluran pembiayaan tersebut ditujukan kepada ratusan pelaku usaha yang terlibat langsung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Langkah ini menegaskan peran BNI sebagai bank pelat merah yang aktif mendukung agenda strategis pemerintah, khususnya dalam penguatan sektor produktif dan peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, menyampaikan bahwa dukungan pembiayaan ini merupakan bagian dari strategi jangka menengah perseroan dalam menyukseskan program prioritas nasional secara berkelanjutan.

Pembiayaan BNI untuk Dapur Makan Bergizi Gratis

Putrama mengungkapkan, hingga saat ini BNI telah menyalurkan pembiayaan MBG kepada 577 debitur yang terlibat langsung dalam operasional dapur Makan Bergizi Gratis.

“BNI telah memberikan pembiayaan untuk 577 debitur dengan total pinjaman mencapai Rp1,5 triliun,” ujar Putrama dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta Pusat, Senin (26/1).

Pembiayaan tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional dapur MBG, mulai dari pengadaan bahan pangan, peralatan, hingga penguatan rantai pasok yang berkelanjutan. Skema ini diharapkan mampu menjaga kelancaran distribusi makanan bergizi bagi masyarakat sasaran.

Digitalisasi Program MBG melalui Sistem BNI

Selain pembiayaan, BNI juga berperan aktif dalam mendorong digitalisasi pelaksanaan program MBG. Perseroan menyediakan layanan virtual account serta integrasi sistem transaksi melalui BNI Direct.

Hingga kini, sebanyak 6.560 dapur MBG telah terhubung dengan sistem digital BNI. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 34 persen dari total 19.188 dapur MBG yang tercatat secara nasional.

Menurut Putrama, integrasi sistem ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, serta akuntabilitas transaksi dalam program Makan Bergizi Gratis.

“BNI telah membantu proses digitalisasi Makan Bergizi Gratis melalui pembuatan virtual account serta BNI Direct,” katanya.

Volume Transaksi MBG Tembus Rp26 Triliun

Implementasi sistem digital tersebut turut mendorong peningkatan volume transaksi program MBG. BNI mencatat nilai transaksi yang telah terintegrasi mencapai Rp26 triliun.

Angka ini mencerminkan besarnya skala program MBG sekaligus potensi ekonomi yang dihasilkan dari kolaborasi antara pemerintah dan sektor perbankan nasional.

Dukungan terhadap program MBG juga sejalan dengan komitmen BNI dalam menjalankan Asta Cita dan agenda pembangunan nasional yang berfokus pada penguatan pembiayaan sektor produktif pada 2026.

Kinerja Keuangan BNI Tetap Solid

Di tengah ekspansi pembiayaan dan transformasi digital, kinerja keuangan BNI tetap menunjukkan tren positif. Hingga kuartal III-2025, BNI membukukan laba bersih sebesar Rp15,1 triliun.

Capaian tersebut didukung oleh ekspansi bisnis yang sehat serta pengelolaan risiko yang terukur. BNI juga menjaga cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar Rp6,1 triliun sebagai langkah kehati-hatian.

“Dengan transformasi bisnis yang berkelanjutan, laba bersih BNI pada kuartal III-2025 mencapai Rp15,1 triliun dengan tetap menjaga risiko kredit,” tutur Putrama.

Pertumbuhan Dana dan Kredit di Atas Industri

Dari sisi pendanaan, dana murah atau CASA BNI tumbuh 13,3 persen secara tahunan menjadi Rp613 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan tabungan sebesar 12,6 persen menjadi Rp269 triliun dan giro yang naik 14 persen menjadi Rp344 triliun.

Sementara itu, penyaluran kredit BNI tumbuh 10,5 persen secara tahunan menjadi Rp812 triliun. Pertumbuhan kredit ini melampaui rata-rata industri perbankan nasional yang berada di kisaran 7,7 persen.

Kredit tersebut disalurkan secara berimbang ke sektor-sektor usaha produktif dan berkelanjutan, termasuk dukungan terhadap program strategis seperti Makan Bergizi Gratis.

Kualitas Aset Tetap Terjaga

Meski mencatat pertumbuhan dua digit, BNI tetap menjaga kualitas aset. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) berada di level 2 persen.

Selain itu, rasio loan at risk (LaR) berhasil ditekan dari 11,8 persen menjadi 10,4 persen pada kuartal III-2025. Langkah ini mencerminkan pengelolaan risiko yang disiplin di tengah ekspansi pembiayaan.

Kesimpulan

Penyaluran pembiayaan MBG BNI senilai Rp1,5 triliun menjadi bukti nyata dukungan BNI terhadap Program Makan Bergizi Gratis sebagai prioritas pemerintah 2026. Melalui pembiayaan, digitalisasi, dan pengelolaan risiko yang prudent, BNI tidak hanya mendorong peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi nasional secara berkelanjutan.

FAQ

Apa itu Program Makan Bergizi Gratis (MBG)?
Program MBG adalah inisiatif pemerintah untuk menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat sasaran guna meningkatkan kualitas gizi nasional.

Berapa nilai pembiayaan MBG yang disalurkan BNI?
BNI menyalurkan pembiayaan sebesar Rp1,5 triliun kepada 577 debitur dapur MBG.

Apa peran BNI dalam digitalisasi MBG?
BNI menyediakan virtual account dan BNI Direct untuk mendukung transparansi dan efisiensi transaksi program MBG.

Berapa volume transaksi MBG melalui sistem BNI?
Volume transaksi yang tercatat mencapai Rp26 triliun.

Bagaimana kinerja keuangan BNI hingga kuartal III-2025?
BNI membukukan laba bersih Rp15,1 triliun dengan pertumbuhan kredit dan dana yang melampaui rata-rata industri.

Editor:

Japur SK

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Promo Maxim 200.000 Terbaru Mei 2026, Untuk Diskon Perjalanan Pengguna Baru

Kode Promo Maxim 200.000 Terbaru Mei 2026, Untuk Diskon Perjalanan Pengguna Baru

Kunjungi Artikel