SURATKAMI.COM, Jakarta – BSI Percepat Transformasi Digital dengan memperkuat platform ritel BYOND by BSI dan layanan korporasi BEWIZE setelah berhasil menyelesaikan modernisasi sistem core banking. Langkah strategis ini menjadi fondasi penting bagi PT Bank Syariah Indonesia Tbk untuk menghadapi pertumbuhan bisnis dan peningkatan jumlah nasabah dalam beberapa tahun mendatang.
Transformasi teknologi tersebut menjadi salah satu proyek terbesar yang pernah dilakukan perseroan. Selain meningkatkan kapasitas sistem, pembaruan teknologi juga dirancang agar layanan digital BSI semakin cepat, stabil, dan mampu memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang.
Sementara itu, modernisasi infrastruktur digital diharapkan memperkuat posisi BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia. Dengan dukungan sistem terbaru, perseroan optimistis mampu menghadirkan layanan yang setara dengan bank-bank nasional berskala besar sekaligus memperkuat daya saing di era digital.
BSI Percepat Transformasi Digital melalui Modernisasi Core Banking
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan modernisasi sistem core banking menjadi fondasi utama dalam mendukung ekspansi bisnis perusahaan. Saat ini, BSI melayani sekitar 24 juta nasabah dan menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 40 juta nasabah pada 2030.
Menurut Anggoro, penguatan infrastruktur teknologi dilakukan agar layanan digital BSI mampu mengikuti kebutuhan masyarakat yang semakin mengandalkan transaksi digital. Selain itu, langkah ini juga mendukung posisi BSI setelah resmi menjadi bagian dari kelompok Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Migrasi sistem core banking dari versi R10 ke R24 berhasil diselesaikan pada pertengahan Mei 2026. Proyek tersebut melibatkan sekitar 1.500 personel lintas fungsi yang bekerja secara bertahap melalui berbagai proses simulasi atau rehearsal.
Seluruh tahapan migrasi dilakukan dengan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Danantara. Pengawasan tersebut bertujuan memastikan proses berjalan aman, transparan, dan terkendali tanpa mengganggu layanan kepada nasabah.
Modernisasi teknologi ini memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi operasional perusahaan. Proses operasional meningkat hingga sekitar 80 persen lebih efisien, sementara waktu penyelesaian Close of Business (COB) menjadi jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
BYOND dan BEWIZE Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Setelah modernisasi sistem selesai, BSI mulai mempercepat pengembangan aplikasi BYOND by BSI. Platform digital tersebut dipersiapkan menjadi pusat layanan keuangan syariah yang lebih lengkap, modern, dan personal bagi nasabah individu.
Sejumlah fitur baru telah masuk dalam tahap pengembangan. Fitur-fitur tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus memperluas layanan digital BSI.
Beberapa fitur yang sedang dipersiapkan meliputi:
- Tabungan haji dengan setoran rutin otomatis.
- Integrasi layanan Hasanah Card.
- Pengembangan transaksi emas secara digital.
- Penyempurnaan digital onboarding.
- Layanan video banking yang lebih lengkap.
- Personalisasi layanan sesuai kebutuhan nasabah.
Di sisi lain, BSI juga memperkuat platform BEWIZE untuk melayani segmen institusi dan korporasi. Platform ini dirancang agar pelaku usaha dapat mengelola transaksi keuangan secara lebih efisien melalui satu ekosistem digital.
Melalui BEWIZE, perusahaan dapat mengakses berbagai layanan seperti pengelolaan pembayaran, invoice, transaksi bisnis, hingga kebutuhan pembiayaan secara terintegrasi. Karena itu, layanan ini diharapkan menjadi penggerak utama bisnis wholesale BSI.
Anggoro menegaskan bahwa BYOND akan menjadi mesin pertumbuhan pada segmen individu. Sementara itu, BEWIZE diposisikan sebagai tulang punggung layanan digital bagi nasabah institusi dan korporasi.
Menurutnya, kedua platform tersebut akan didukung sistem yang lebih cepat, stabil, dan memiliki ruang pengembangan yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Kinerja Keuangan BSI Tetap Tumbuh Positif
Transformasi digital yang dijalankan BSI juga tercermin dari pertumbuhan bisnis perusahaan. Hingga Mei 2026, layanan mobile banking BSI telah digunakan lebih dari 10 juta pengguna aktif.
Nilai transaksi melalui layanan digital tersebut telah melampaui Rp450 triliun. Angka ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital yang disediakan BSI.
Sementara itu, platform BEWIZE juga terus mencatat peningkatan jumlah pengguna dan volume transaksi. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu pendorong utama perkembangan bisnis korporasi dan wholesale perseroan.
Selain memperkuat layanan digital, transformasi teknologi juga diarahkan untuk meningkatkan pengalaman nasabah. BSI ingin menghadirkan layanan yang terintegrasi, berbasis data, serta tersedia setiap saat atau always on.
Kinerja keuangan perusahaan pun tetap menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, BSI membukukan laba bersih unaudited sebesar Rp3,39 triliun atau tumbuh 16,73 persen secara tahunan (year on year).
Total aset perseroan mencapai Rp444 triliun. Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp372 triliun, sedangkan pembiayaan mencapai Rp335 triliun dengan kualitas yang tetap terjaga.
Dengan dukungan ekosistem bersama Danantara, modernisasi teknologi yang telah rampung, serta pengembangan model bisnis yang berkelanjutan, BSI optimistis mampu menjadi motor penggerak ekonomi syariah nasional. Selain itu, perusahaan menargetkan mampu menghadirkan layanan keuangan digital yang semakin modern, inklusif, dan kompetitif bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.





