Suratkami.com, Jakarta โ Sejumlah musisi tanah air ramai-ramai memutuskan mundur dari panggung Pestapora 2025. Keputusan ini muncul usai kabar bahwa festival musik tersebut sempat bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia. Kabar ini langsung menyebar luas di media sosial dan memicu gelombang reaksi dari para penggemar hingga aktivis lingkungan.
Pestapora selama ini dikenal sebagai salah satu festival musik terbesar dan paling ditunggu di Jakarta. Setiap tahun ribuan orang hadir untuk merayakan musik lintas genre, menjadikannya ikon hiburan sekaligus ruang ekspresi generasi muda. Namun tahun ini, sorotan bukan hanya tertuju pada kemeriahan panggung, melainkan juga kontroversi yang membelit di balik layar.
Meski pihak penyelenggara cepat mengumumkan pemutusan kerja sama dengan Freeport, sejumlah musisi tetap berpegang pada sikap mereka. Bagi mereka, keterlibatan sponsor yang dianggap bermasalah dalam isu lingkungan tidak sejalan dengan nilai yang mereka bawa melalui musik.
Musisi yang Memutuskan Mundur
Nama-nama besar yang sebelumnya dijadwalkan tampil, kini resmi batal naik panggung. Hindia, .Feast, The Panturas, hingga Sukatani menjadi yang pertama mengumumkan penarikan diri. Keputusan mereka didukung ribuan warganet yang mengapresiasi konsistensi sikap para musisi tersebut.
Selain mereka, berikut daftar lengkap musisi yang menyatakan mundur dari Pestapora 2025:
- Hindia
- .Feast
- The Panturas
- Sukatani
- Leipzig
- Durga
- Xin Lie
- Kelelawar Malam
- Negatifa
- Rebellion Rose
- Rekah
- Ornament
- The Jeblogs
- Rrag
- Pelteras
- Kenya
- Swellow
- Navicula
- The Cottons
- Tarrkam
- Centra HC
- Keep It Real
- Petra Sihombing
- Bilal Indrajaya
- Skandal
- Reruntuh
- Cloudburst
- Filler
- Tribute to Barefood
- White Chorus
- Morad
- Poris
- Toxicdev
- Texpack
Reaksi Penyelenggara
Festival Director Pestapora, Kiki Aulia Ucup, dengan cepat menyampaikan klarifikasi melalui unggahan resmi. Ia menyebut kerja sama dengan Freeport sudah diputus, dan menegaskan tidak ada dana yang diterima dari perusahaan tersebut. โKami memastikan tidak ada sepeser pun aliran dana, dan tidak ada kehadiran Freeport dalam pelaksanaan Pestapora 2025,โ ujarnya.
Meski demikian, klarifikasi itu tak sepenuhnya meredam kekecewaan. Bagi sebagian musisi, keputusan mundur tetap menjadi langkah terbaik untuk menjaga integritas.
Antusiasme Penonton
Di balik kontroversi, antusiasme penonton tetap terasa. Hari pertama Pestapora 2025 bahkan sempat viral dengan momen unik, mulai dari penonton yang harus datang pagi, hingga Rhoma Irama yang menjadi imam salat Jumat di lokasi acara. Banyak yang tetap berharap sisa festival berjalan lancar meski dengan line-up yang berubah.
Dampak pada Dunia Musik
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana musisi kini tidak hanya menjadi penghibur, tapi juga agen perubahan sosial. Keputusan mundur dari panggung besar menunjukkan bahwa dunia hiburan tak bisa lepas dari isu-isu lingkungan, sosial, dan etika bisnis. Situasi ini juga menjadi pelajaran bagi penyelenggara agar lebih berhati-hati dalam memilih mitra kerja sama.





