IHSG Dibuka Melemah ke 6.410, Saham EXCL, MBMA, dan HRTA Lesu

indra jaya

IHSG Dibuka Melemah ke 6.410, Saham EXCL, MBMA, dan HRTA Lesu
Ilustrasi: IHSG dibuka melemah

Suratkami.comJakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin, 21 September 2026. Pada awal sesi perdagangan, indeks turun 0,48% ke level 6.410,56.

Pergerakan pasar saham pada awal pekan menunjukkan tekanan pada sejumlah saham. Saham PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL), PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA), dan PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) termasuk yang bergerak turun.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.02 WIB menunjukkan sebanyak 220 saham menguat. Sementara itu, 241 saham melemah dan 502 saham lainnya stagnan. Kondisi tersebut menggambarkan pergerakan yang beragam pada awal perdagangan.

IHSG Dibuka Melemah ke Level 6.410

IHSG dibuka pada level 6.410,56 setelah mengalami koreksi 0,48%. Pergerakan tersebut terjadi pada awal perdagangan Senin, 21 September 2026.

Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham tetap mencatat kenaikan. PT United Tractors Tbk. (UNTR) memimpin penguatan di jajaran saham LQ45 dengan kenaikan 1,11% ke Rp25.100.

Kemudian, PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) naik 1,09% ke Rp186. PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) juga menguat 0,83% ke Rp610.

Selain itu, PT Indika Energy Tbk. (INDY) naik 0,73% ke Rp2.750. PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) menguat 0,68% ke Rp1.470, sedangkan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) naik 0,67% ke Rp1.510.

Saham EXCL, MBMA, dan HRTA Bergerak Turun

Di sisi lain, beberapa saham LQ45 mengalami tekanan pada awal perdagangan. Saham EXCL turun 2,80% ke Rp2.430 dan mencatat pelemahan di antara saham yang bergerak di zona merah.

Sementara itu, saham MBMA turun 1,83% ke Rp535. Saham HRTA juga melemah 1,36% ke Rp2.170 pada awal perdagangan tersebut.

Pelemahan juga terjadi pada PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF). Saham KLBF turun 1,32% ke Rp750. Selanjutnya, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) turun 1,25% ke Rp11.825.

PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) turut berada di zona merah. Saham tersebut turun 1,23% ke Rp4.800. Dengan demikian, tekanan tidak hanya muncul pada tiga saham yang menjadi perhatian utama pada pembukaan perdagangan.

Peluang Rebound IHSG Masih Terbuka

Sebelumnya, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas Brigita Kinari menilai pergerakan IHSG masih menghadapi tekanan teknikal. Ia mencatat IHSG pada perdagangan pekan sebelumnya ditutup di level 6.441, atau berada di bawah MA5 dan MA20.

Menurut Brigita, posisi MA5 secara teknikal membentuk dead cross terhadap MA20. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya pelemahan jangka pendek dalam pergerakan indeks.

Namun, IHSG masih berada di atas MA60. Karena itu, Brigita menilai tren jangka menengah belum berbalik. Ia juga melihat koreksi yang terjadi masih dapat dibaca sebagai pullback.

Selama IHSG mampu bertahan di atas level 6.370, peluang technical rebound masih terbuka. Brigita menyebut area 6.541 hingga 6.581 sebagai sasaran rebound secara teknikal.

Sebaliknya, jika IHSG menembus level 6.370 ke bawah, indeks berisiko menguji area 6.200 hingga 6.279. Level tersebut menjadi perhatian dalam membaca arah pergerakan berikutnya.

Tekanan Jual Masih Membayangi Awal Pekan

Brigita memperkirakan IHSG cenderung bergerak konsolidasi pada awal pekan. Menurutnya, tekanan jual masih dominan dalam pergerakan pasar saham.

Ia menempatkan area 6.200 hingga 6.279 sebagai support IHSG. Sementara itu, area 6.585 hingga 6.633 menjadi resistance yang perlu diperhatikan.

Pergerakan saham pada awal perdagangan memperlihatkan adanya perbedaan arah di antara sejumlah emiten. Beberapa saham seperti UNTR dan SCMA mampu menguat, sedangkan EXCL, MBMA, dan HRTA bergerak melemah.

Dengan kondisi tersebut, perkembangan IHSG sepanjang sesi perdagangan menjadi perhatian pasar. Level 6.370 juga menjadi area penting dalam melihat keberlanjutan tekanan atau peluang pemulihan indeks.

Pergerakan IHSG dan Saham pada Pembukaan Perdagangan

Pada pembukaan perdagangan Senin, 21 September 2026, data BEI mencatat 220 saham menguat, 241 saham melemah, dan 502 saham stagnan. Angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar saham masih bergerak beragam pada awal sesi.

Beberapa saham yang menguat antara lain UNTR, SCMA, ESSA, INDY, MEDC, dan MAPI. Sebaliknya, EXCL, MBMA, HRTA, KLBF, AADI, dan INCO masuk kelompok saham yang mengalami penurunan.

Selanjutnya, pelaku pasar dapat mencermati kemampuan IHSG menjaga level 6.370. Area tersebut menjadi batas teknikal penting dalam skenario yang disampaikan Brigita Kinari.

Jika indeks mampu bertahan di atas area tersebut, peluang rebound teknikal masih terbuka menuju 6.541 hingga 6.581. Namun, penembusan ke bawah dapat membuka risiko pengujian area 6.200 hingga 6.279.

Pada akhirnya, IHSG mengawali perdagangan Senin dengan pelemahan 0,48% ke 6.410,56. Saham EXCL, MBMA, dan HRTA turut melemah, sementara sejumlah saham lain masih mampu mencatat penguatan. Pergerakan indeks selanjutnya akan menunjukkan apakah tekanan jual berlanjut atau pasar mulai menemukan ruang untuk rebound.

Editor:

indra jaya

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referal Kredivo September 2026 Bisa Dapat Bonus 125.000 Points Cepat Acc

Kode Referal Kredivo September 2026 Bisa Dapat Bonus 125.000 Points Cepat Acc

Kunjungi Artikel