ULTJ Siap Rights Issue Rp16,92 Triliun untuk Akuisisi Frisian Flag

Dwi Prakoso

ULTJ Siap Rights Issue Rp16,92 Triliun untuk Akuisisi Frisian Flag
Ilustrasi: rights issue ULTJ

Suratkami.comJakarta, PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) menyiapkan rights issue ULTJ untuk mendanai pengambilalihan seluruh saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI). Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari kemitraan strategis ULTJ dengan FrieslandCampina.

ULTJ berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 7,87 miliar saham baru. Perseroan menetapkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp2.150 per saham.

Dengan jumlah saham dan harga tersebut, nilai maksimal dana rights issue ULTJ mencapai sekitar Rp16,92 triliun. Perseroan akan menggunakan saham baru itu untuk mengambil alih seluruh saham FFI melalui mekanisme inbreng.

ULTJ Siapkan Rights Issue untuk Akuisisi FFI

Rencana akuisisi FFI memiliki nilai transaksi sekitar Rp14,6 triliun. Transaksi tersebut menjadi bagian penting dari ekspansi bisnis ULTJ bersama FrieslandCampina.

Mengutip prospektus ULTJ pada Senin, 21 September 2026, perseroan akan menggunakan saham baru hasil rights issue untuk mengakuisisi seluruh saham FFI melalui mekanisme inbreng. Dengan skema tersebut, ULTJ menambah modal sekaligus memasukkan kepemilikan FFI ke dalam struktur perseroan.

Selain itu, transaksi ini akan memperkuat hubungan bisnis ULTJ dengan FrieslandCampina. Kemitraan strategis tersebut juga membuka jalan bagi perubahan struktur pengendalian di tubuh ULTJ.

FrieslandCampina Jadi Pengendali Baru ULTJ

Dalam pelaksanaan rights issue, pengendali ULTJ akan mengalihkan hak untuk menyerap saham baru kepada para pemegang saham FFI. Mereka terdiri atas FrieslandCampina International Holding B.V., Blue Waves Group Ventures Pte. Ltd., serta PT Bahtera Wiraniaga Internusa.

Setelah seluruh rangkaian transaksi selesai, FrieslandCampina diproyeksikan menguasai saham ULTJ dalam rentang 28,95 persen hingga 30,81 persen. Kepemilikan tersebut akan menempatkan FrieslandCampina sebagai pengendali baru perseroan.

Selanjutnya, perubahan pengendali itu akan diikuti dengan penawaran tender wajib. ULTJ akan menjalankan proses tersebut sesuai ketentuan regulator pasar modal yang berlaku.

Namun, perubahan pengendali tidak menghapus peran keluarga Prawirawidjaja dalam perseroan. FrieslandCampina memastikan keluarga Prawirawidjaja tetap mempertahankan kepemilikan saham yang signifikan di ULTJ.

Sabana Prawirawidjaja Tetap Pimpin ULTJ

Struktur baru tersebut juga tidak mengubah posisi Sabana Prawirawidjaja sebagai direktur utama ULTJ. Perseroan memastikan Sabana tetap memegang posisi pucuk pimpinan setelah transaksi berlangsung.

Sementara itu, ULTJ tetap mempertahankan statusnya sebagai perusahaan publik yang tercatat di bursa domestik. Dengan demikian, transaksi dengan FrieslandCampina tidak mengubah status ULTJ sebagai emiten di pasar modal Indonesia.

Di sisi lain, perubahan struktur kepemilikan akan membawa FrieslandCampina masuk sebagai pengendali baru. Integrasi FFI ke dalam struktur grup ULTJ juga menjadi bagian utama dari rencana kemitraan strategis tersebut.

RUPSLB ULTJ Digelar 27 Oktober 2026

Rencana transaksi besar ini masih membutuhkan persetujuan pemegang saham. ULTJ menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 27 Oktober 2026.

Selain persetujuan pemegang saham, ULTJ juga masih membutuhkan izin dari regulator terkait di Indonesia. Karena itu, pelaksanaan rights issue dan transaksi akuisisi belum dapat berjalan sepenuhnya sebelum persyaratan tersebut terpenuhi.

RUPSLB tersebut tidak hanya membahas mandat pelaksanaan rights issue. Perseroan juga meminta persetujuan pemegang saham untuk mengalokasikan sebagian saldo laba ditahan sebagai tambahan dividen tunai final.

Selanjutnya, agenda rapat juga mencakup persetujuan perubahan susunan direksi dan komisaris perseroan. Dengan demikian, RUPSLB pada 27 Oktober 2026 akan menjadi salah satu tahapan penting dalam proses perubahan struktur ULTJ.

Arah Baru Bisnis ULTJ dan FrieslandCampina

Rencana akuisisi FFI menempatkan ULTJ dalam fase penting pengembangan bisnis. Perseroan akan menggunakan aksi korporasi untuk mengintegrasikan FFI ke dalam struktur grup.

Selain itu, masuknya FrieslandCampina sebagai pengendali baru akan mengubah struktur kepemilikan ULTJ. Meski begitu, keluarga Prawirawidjaja tetap mempertahankan kepemilikan signifikan dan Sabana Prawirawidjaja tetap menjabat sebagai direktur utama.

Untuk saat ini, ULTJ masih menunggu persetujuan pemegang saham dan regulator. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, perseroan dapat melanjutkan tahapan rights issue serta proses pengambilalihan FFI sesuai rencana.

Editor:

Dwi Prakoso

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Cara Daftar Kredivo 2026 Mudah dan Cepat untuk Pemula

Cara Daftar Kredivo 2026 Mudah dan Cepat untuk Pemula

Kunjungi Artikel