Kisah Inspiratif Kantin Sekolahku Ambruk

Jaya Purnama

Penulis.
K.H. Ansori, S.P.
Sekretaris Dewan Dakwah Lampung.

Anggota MUI Lampung, Komisi Dakwah.

“Bu, ibu… tolong belikan kakak sepatu baru ya Bu. Sudah sebulan sekolah ini kakak sepatunya jebol. Malu sama teman-teman, emang sih teman-teman baik2 semua saya gak dibuli. Tolong ya Bu.

” Rayu Agus pada Ibunya.”Iya Kak, insyaaAlloh Ibu belikan sepatu baru,” Bu Isah menjawab berat, sambil menyeka buliran air mata yg jatuh dari matanya yang mendunduk sambil berdo’a dalam hati, “Wahai Alloh yang Maha Kaya, cukupkanlah kebutuhan anakku, cukupkanlah kebutuhan keluarga kami, luaskanlah rezeki suamiku, berilah rezeki yang baik lagi halal.”

“Bu, ibu kok nangis sih?” Tanya permata hatinya yang mungil, yang saat lahir bertepatan dengan Bulan Agustus, Bulan kemerdekaan negeri tercinta Indonesia. “Maaf Ya Nak, ibu terbayang Bapakmu begitu bahagianya ketika kamu lahir bertepatan dengan Bulan Agustus, bulan kemerdekaan kita. Waktu itu Bapakmu sangat gembira maka segera menamakanmu dengan Nama Agus Bakti Tahrir.

Bapakmu Ucapkan Nama itu dengan penuh gembira setelah mencium kamu, Bapakmu Langsung Sujud dan Memberi Nama Kamu dengan Agus Bakti Tahrir, artinya Agus yang selalu berbakti untuk Indonesia Tetap Merdeka!” Itulah Nak. Mengapa ibu terharu, Sungguh do’a Bapakmu nanti akan terkabul. Ya ibu yakin itu.”Kuwatkan ya Nak, kesabaranmu, ini Alloh kasih kita cobaan melalui Presiden Negeri Kita Tercinta Presiden Prabowo, Beliau mungkin maksudnya baik ingin memberi makan anak sekolah seluruh Indonesia.

Tapi mungkin Pak Prabowo dan orang-orang Partainya tidak melihat kita, tidak melihat Ibu Nak, yang usahanya jualan di kantin sekolah”. Bu Isah melangitkan keluh kesahnya. “Sebulan ini sejak sekolahmu dapat jatah Program Makan Bergizi Gratis kantin kita di sekolahmu banyak gak lakunya, banyak teman-temanmu dan guru-gurumu tak belanja lagi di kantin kita. Mereka bilang sudah kenyang, cuma beberapa guru dan murid saja yang kadang-kadang masih belanja, karena kasihan dengan ibu, dan ada juga yang tidak selera dengan masakan Program makan gratis.

Jadi kantin kita sekarang Bangkrut.” Kembali Bu Isah mencurahkan isi hatinya kepada Agus putra pertama kesayanganya, yang baru kelas 5 Sekolah Dasar.Angin malam yang lembut melambai menyapa Pak Tohir yang lagi asyiik ngobrol dengan Ustadz Adi, seorang ustadz muda Alumni STID Dewan Dakwah, obrolan mereka beragam tema mulai pekerjaan, dan lain-lain. Masuk pada tema keluarga, Pak tohir menyampaikan kekesalanya sekaligus kegundahannya tentang anaknya yg sepatunya jebol tentang singkongnya yang ditunda panen karena harga murah.

Dan termasuk Program Makan Bergizi Gratis. Ustadz Adi dengan santai namun semangat mendengarkan. Ustadz Adi mengatakan, kemudian ustadz Adi menyampaikan yang iya tahu penjelasan dari Wakil Mentri Agama pada Wisuda STID Bahwa Ada dasar Agama yang kuwat pada Program Makan Bergizi Gratis, yaitu Bahwa Negara harus/wajib memberi makan kepada seluruh rakyat, jangan sampai ada yang kelaparan. “Ooh begitu ya Ustadz” timpal Pak Tohir, sebenarnya baguslah program itu, Tapi gara-gara itu Kantin Istriku bangkrut, sedangkan saya panen singkongnya saya tunda.

Untuk nutupi biya hidup saya terpaksa minta tolong dengan Ustadz Jakfar bersih-bersih halaman dan tamannya walaupun yang kerja di rumahnya masih ada, ya mungkin beliau kasihan sama saya, sehingga daripada beliau melihat saya begini nganggur ya beliau kasih amanah setiap pagi merapikan taman depan dan belakang rumahnya, kemudian sore, saya diamanahi beliau bersih-bersih kamar mandi masjid kita, dan ini seperti dekarang ini habis maghrib saya diminta beliau menyediakan minan teh, kopi dan penganan ini, ya untuk nemani kita ngobrol, hee-hee” Pak tohir menyeringai getir sekedar menguatkan hatinya.

“Ooh ini jadi amanah Pak Ustadz Jakfar?” Ustadz Adi kagum. “Iya memang tak usah khawatir Pak Tohir aman, kalau yang amanahi Ustadz Jakfar, beliau itu ulama kita, karakter ulama panutan, sudah kaya, berilmu, amanah, berani, santun, penyabar, dan penuh kejutan. Saya juga sering dikasih nasehat dari beliau” ungkap Ustadz Adi penuh Syukur.

Kok saya jadi ingat ya, dulu diawal2 Program MBG Pak Prabowo beliau juga sudah pernah sampaikan ke saya tentang apa yang akan terjadi pada kantin-kantin sekolah, ya seperti kantin istri Bapak. Beliau dulu menyampaikan PMBG ini proram Bagus, namun kalau pengelolaannya dibikin rumit program ini akan gagal tidak akan sampai pada tujuan.

Beliau dulu mengatakan serahkan saja pengelolaan Makan Gratis itu pada masing-masing keluarga, kirim saja uangnya ke rekening ibu masing2 murid, atau agar lebih mudah pengawasan kontrol dan tepat sasaran serahkan saja ke kantin sekolah masing-masing. Kepala sekolah bersama dinas pendidikan, dinas kesehatan/gisi juga komite sekolah untuk mengontrol dan mengawasi. Jadi Program tepat sasaran kantin sekolah hidup dan tidak perlu membuat lembaga baru. Itu baru cerdas, efisien dan efektif.

Tidak banyak departemen yang anggarannya dipangkas hanya untuk Program MBG yang mematikan kantin sekolah, dan membuat Agus belum bisa ganti sepatu”. Ustadz Adi tertawa, “Ah ternyata Ustadz Jakfar luar biasa, beliau memang punya ilmu penglihatan jauh. Pantas saja beliau sangat dipercaya lembaganya dan umat. Beliau juga disegani oleh ulama dan umaro kita.”Pak Tohir, sini duduklah” Panggil Ustadz Jakfar. “Iya ustadz” Pak Tohir buru-buru mendekat dan duduk.

“Bagaimana Pak Tohir, gula, kopi, teh semua masih ada di masjid?” Masih Ustadz jawab Pak Tohir. “Alhamdulillah WC masjid juga sudah saya bersihkan setiap sore.” Timpal Pak Tohir.”Iya, terima kasih, tapi nanti tolong ya, masih ada lumut-lumut yang diselah-selah ubin juga dibersihkan, pengharum juga harus selalu disediakan, toilet masjid “Rumah Alloh” harus lebih bersih daripada toilet hotel bintang lima.” Ustsdz Jakfar memberi Perintah.”Buuu, ibu, ini coba apa ini? Pak Tohir memanggil Bu Isah dengan nada penuh kasih.

“Ya Pak, ooh apa ini Pak, Amplop tebal amat.” Bu Isah bergembira dan terkagum. “Buka Bu.” Perintah Pak Tohir. “MasyaaAlloh Pak, Banyak amat, 3 juta, ini mah hampir sama dengan 3 bulan keuntungan kantin kita, Pak. Alhamdulillah.” Ucap Bu Isah dengan Bahagia.”Iya Bu, 3 jt ya Bu, Ustadz Jakfar cuma bilang ini Pak Tohir ada rezeki dari Alloh, sambil beliau pesan ke saya, ingat Pak Tohir kita hidup di dunia ini harus oerientasi akherat pasti dunia juga kita dapat, coba Pak tohir baca ulang Alqur’an surat Al Isra (17) ayat 18 sampai 22.” Itu sih pesan beliau ke Saya” Tutup Pak Tohir.

Editor:

Jaya Purnama

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Akulaku Mei 2026, SAL47Q: Cara Dapat Pinjaman Cepat dan Bonus hingga Ratusan Ribu

Kode Referral Akulaku Mei 2026, SAL47Q: Cara Dapat Pinjaman Cepat dan Bonus hingga Ratusan Ribu

Kunjungi Artikel