Kisah Christine, PRT Filipina yang Mewarisi Apartemen dan Rp40 Miliar

Japur SK

Kisah Christine, PRT Filipina yang Mewarisi Apartemen dan Rp40 Miliar
Ilustrasi: Kisah Christine PRT Filipina Yang Mewarisi Apartemen Dan Rp40 Miliar

Suratkami.comJakarta, kisah PRT Filipina menerima warisan senilai jutaan dollar Singapura dari majikannya di Singapura kembali menjadi perhatian. Perempuan yang menggunakan nama samaran Christine itu memperoleh harta sekitar 6 juta dollar Singapura atau setara Rp40 miliar.

Warisan tersebut diberikan pada Juli 2010 setelah Christine mengabdi selama lebih dari 20 tahun. Selain uang tunai, ia juga menerima sebuah apartemen mewah di dekat Orchard Road, kawasan pusat perbelanjaan terkenal di Singapura.

Saat itu, Christine berusia 47 tahun dan berstatus lajang. Ia mengatakan keberuntungannya tidak semata-mata ditentukan oleh uang yang diterima.

Pengabdian lebih dari dua dekade

Christine bekerja untuk Quek Kai Miew, seorang dokter sekaligus filantropis. Ia tidak hanya membantu Quek, tetapi juga pernah merawat ibu majikannya hingga perempuan tersebut meninggal dunia.

Kedekatan mereka disebut telah melampaui hubungan antara majikan dan pekerja rumah tangga. Christine mengaku hampir selalu berada di sisi Quek dan menemaninya bepergian.

“Saya adalah PRT paling beruntung di Singapura, dengan atau tanpa uang tersebut,” ujar Christine kepada The Straits Times pada 21 Juli 2010.

Quek meninggal dunia pada 2009 dalam usia 66 tahun. Kepergian itu membuat Christine sangat terpukul karena ia merasa telah menghabiskan lebih banyak waktu bersama Quek dibandingkan dengan ibunya sendiri.

PRT Filipina menerima warisan dan apartemen

Christine sebenarnya telah mengetahui bahwa dirinya akan menjadi salah satu penerima warisan. Quek memberitahukan hal tersebut ketika surat wasiat dibuat pada 2008, setahun sebelum kematiannya.

Christine mengatakan tidak ada rahasia di antara mereka. Karena itu, ia tidak terlalu terkejut ketika mengetahui jumlah harta yang akan diterimanya.

Meski mendadak memiliki kekayaan besar, Christine mengaku tetap menjalani hidup seperti sebelumnya. Ia juga tidak menganggap dirinya sebagai orang kaya dan tetap berpenampilan sederhana.

Identitas dirahasiakan demi keamanan

Christine memilih tidak mengungkapkan nama aslinya kepada publik. Ia khawatir kekayaannya membuat dirinya menjadi sasaran kejahatan, terutama karena masih memiliki hubungan dengan Filipina.

Pada masa itu, ia juga tengah mengajukan permohonan untuk memperoleh status penduduk tetap Singapura. Media menggunakan nama samaran Christine untuk melindungi identitasnya.

Kisah tersebut terjadi ketika hampir 200.000 pekerja rumah tangga asing bekerja di Singapura. Sebagian besar berasal dari Filipina dan Indonesia, sehingga peran mereka menjadi bagian penting dalam kehidupan banyak keluarga di negara tersebut.

Bagi Christine, warisan itu menjadi hasil dari pengabdian panjang. Namun, hubungan dekat dengan majikannya tetap menjadi hal yang paling berarti dalam kisah tersebut.

Editor:

Japur SK

Topik/Niche:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Nanovest Terbaru September 2026: Peluang Cuan dari Investasi Digital

Kode Referral Nanovest Terbaru September 2026: Peluang Cuan dari Investasi Digital

Kunjungi Artikel