Daftar Isi 5 bagian
SuratKami.com – Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, ratusan pemuda Kalimantan Timur menggelar aksi penghijauan dengan menanam 1.000 bibit pohon di kawasan bekas kebakaran Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto. Kegiatan ini melibatkan komunitas Borneo Kind dan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Mereka menargetkan pemulihan ekosistem hutan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Gerakan tersebut berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Para relawan memusatkan kegiatan di area hutan lindung Bukit Soeharto yang pernah mengalami kebakaran. Tahap awal program mencakup penanaman seribu bibit pohon khas endemik Kalimantan pada lahan seluas dua hektare.
Kegiatan ini juga menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar IKN. Selain mendukung pemulihan kawasan hutan, gerakan tersebut mengajak generasi muda menjadikan penghijauan sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengapresiasi inisiatif para pemuda tersebut. Menurutnya, kegiatan penanaman pohon sejalan dengan upaya mewujudkan pilar Kota Hutan IKN.
Pemuda Kaltim Fokus Pulihkan Hutan Bukit Soeharto
Komunitas lokal Borneo Kind menginisiasi gerakan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak kebakaran hutan di Kalimantan Timur. Mereka memilih Tahura Bukit Soeharto karena kawasan tersebut membutuhkan pemulihan setelah mengalami kebakaran.
Inisiator Borneo Kind, Wawan Irawan, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi memiliki alasan ekologis. Kawasan Tahura merupakan hutan lindung yang perlu mendapat perhatian dan pemulihan secara berkelanjutan.
Selain itu, gerakan tersebut tidak hanya mengandalkan tenaga komunitas penyelenggara. Sekitar 400 hingga 500 relawan dari berbagai kalangan masyarakat ikut berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan tersebut.
Jumlah peserta itu memperlihatkan besarnya dukungan masyarakat terhadap upaya pemulihan lingkungan. Mereka bergotong royong menyiapkan area tanam dan mendukung proses penanaman bibit pohon.
Basuki menilai keterlibatan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian hutan Nusantara. Karena itu, ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong gerakan penghijauan yang lebih luas di Kalimantan Timur.
Otorita IKN Dukung Gerakan Penanaman 1.000 Pohon
Otorita IKN turut mendukung kegiatan tersebut melalui kolaborasi dengan komunitas pemuda dan berbagai lembaga daerah. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan IKN agar tetap memiliki lingkungan hijau dan berkelanjutan.
Basuki menyampaikan bahwa Otorita IKN akan terus membuka ruang kolaborasi bersama pemuda daerah. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga lingkungan di sekitar ibu kota baru.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak memandang penanaman pohon sebagai kegiatan seremonial semata. Sebaliknya, masyarakat perlu menjadikannya kebiasaan yang mendukung keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.
“Penanaman pohon harus dijadikan sebagai sebuah gaya hidup keberlanjutan bagi seluruh warga masyarakat,” ujar Basuki.
Kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah instansi yang memiliki peran dalam pengelolaan dan penanganan kawasan hutan. Jajaran Otorita IKN, Dinas Kehutanan Kalimantan Timur, BPBD, serta UPTD Tahura Bukit Soeharto memberikan dukungan secara terpadu.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya mengandalkan partisipasi relawan. Dukungan kelembagaan juga membantu penanganan lahan dan penyediaan sarana prasarana untuk mendukung pemulihan kawasan.
Relawan Siapkan Seribu Lubang Tanam
Sebelum kegiatan penanaman berlangsung, tim relawan telah menyiapkan 1.000 lubang tanam. Persiapan tersebut bertujuan memperlancar proses penanaman sekaligus membantu relawan menyebarkan bibit secara merata di area sasaran.
Program tahap awal ini mencakup lahan seluas dua hektare. Para peserta menanam bibit pohon khas endemik untuk mendukung pemulihan vegetasi di kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran.
Wawan menjelaskan bahwa pemulihan kawasan hutan juga memiliki tujuan menjaga habitat satwa endemik Kalimantan. Salah satu satwa yang menjadi perhatian dalam gerakan tersebut adalah orang utan.
“Aksi pemulihan ekosistem ini disiapkan untuk mengembalikan habitat satwa endemik Kalimantan seperti orang utan,” ucap Wawan.
Upaya pemulihan habitat menjadi bagian penting dari perlindungan keanekaragaman hayati. Pasalnya, kebakaran hutan dapat mengganggu kondisi vegetasi dan ruang hidup satwa liar yang bergantung pada ekosistem tersebut.
Oleh karena itu, penanaman pohon endemik diharapkan mendukung proses pemulihan lingkungan. Namun, keberhasilan jangka panjang juga membutuhkan perhatian terhadap pertumbuhan bibit dan kondisi kawasan setelah penanaman.
Gerakan Swadaya Libatkan Banyak Pihak
Borneo Kind menggerakkan kegiatan ini melalui dukungan swadaya masyarakat. Komunitas tersebut mengumpulkan dana bantuan dari warga melalui sistem patungan. Selain itu, sejumlah lembaga mitra daerah turut membantu menyediakan sarana dan prasarana.
Pola kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa masyarakat dapat mengambil peran langsung dalam menjaga lingkungan. Bahkan, dukungan dari berbagai pihak memungkinkan komunitas lokal menjalankan kegiatan dengan jangkauan peserta yang lebih luas.
Di sisi lain, keterlibatan pemerintah membantu menghubungkan inisiatif masyarakat dengan pengelolaan kawasan hutan. Sinergi tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan kegiatan penghijauan, bukan hanya pada satu lokasi atau satu kesempatan.
Basuki berharap aksi bersama pemuda dan pemerintah dapat menjadi pemicu gerakan penghijauan di berbagai wilayah Kalimantan Timur. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga kelestarian kawasan hutan Nusantara.
Pemulihan Hutan Jadi Bagian dari Kota Hutan IKN
Penanaman 1.000 bibit pohon di Bukit Soeharto menjadi salah satu bentuk dukungan masyarakat terhadap konsep Kota Hutan IKN. Konsep tersebut menempatkan kelestarian lingkungan sebagai bagian penting dalam pembangunan kawasan ibu kota baru.
Meski demikian, penanaman bibit menjadi langkah awal dalam proses pemulihan ekosistem. Perawatan tanaman dan pemantauan kondisi lahan juga memiliki peran penting agar bibit dapat tumbuh dan mendukung pemulihan vegetasi.
Selain itu, keberlanjutan gerakan membutuhkan keterlibatan masyarakat secara konsisten. Komunitas pemuda, pemerintah, lembaga daerah, dan warga dapat melanjutkan kolaborasi melalui berbagai kegiatan perlindungan lingkungan.
Gerakan Borneo Kind bersama Otorita IKN menunjukkan bahwa pemulihan hutan membutuhkan kerja sama banyak pihak. Melalui penanaman pohon dan kepedulian terhadap habitat satwa, masyarakat turut mengambil bagian dalam menjaga kekayaan alam Kalimantan Timur.
Pada akhirnya, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada jumlah bibit yang tertanam. Pertumbuhan pohon dan pulihnya fungsi ekologis kawasan akan menjadi bagian penting dari upaya menjaga Bukit Soeharto sebagai kawasan hutan lindung.




