Daftar Isi 4 bagian
SuratKami.com – Lampung Timur, lima harimau Sumatera terekam kamera jebak sedang minum air dari baskom di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Rekaman tersebut memperlihatkan seekor induk bersama anak-anaknya memanfaatkan sumber air tambahan yang disediakan petugas.
Momen langka itu menarik perhatian warganet setelah videonya beredar di media sosial. Dalam rekaman, kelima harimau tampak bergantian mendekati baskom dan meminum air sebelum kembali menjelajahi hutan.
Di balik pemandangan yang mengundang perhatian tersebut, terdapat persoalan lingkungan yang perlu diwaspadai. Kemarau panjang mulai mengeringkan sejumlah sumber air alami di habitat satwa liar, sehingga petugas menyediakan air tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan hewan di dalam kawasan konservasi.
Kamera Jebak Merekam Induk dan Anak Harimau
Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, Mhd Zaidi, menjelaskan bahwa kamera jebak kembali merekam aktivitas kelompok harimau tersebut. Ia menyampaikan informasi itu pada Jumat, 30 Oktober 2026.
“Saat ini kita dapat lagi hasil tangkapan dari kamera trap dan ini induk dengan tiga anaknya dan tiga anaknya ini jantan semua,” ujar Zaidi.
Rekaman tersebut memperlihatkan perilaku harimau saat mendatangi tempat minum yang tersedia. Kamera jebak membantu petugas memantau satwa liar tanpa harus hadir langsung di lokasi dan mengganggu aktivitas mereka.
Keberadaan induk bersama anak-anaknya juga menjadi bagian penting dari pemantauan satwa di kawasan taman nasional. Namun, informasi yang tersedia belum menjelaskan usia anak harimau maupun kondisi kesehatan masing-masing individu.
Kemarau Panjang Mengurangi Sumber Air Alami
Kondisi cuaca kering menjadi perhatian petugas karena dapat mengurangi ketersediaan air di habitat satwa. Ketika sumber air alami mulai menyusut, hewan liar berpotensi menghadapi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan minumnya.
Karena itu, petugas Balai Taman Nasional Way Kambas menyediakan sumber air tambahan di dalam kawasan hutan. Salah satu bentuk dukungan tersebut berupa baskom berisi air yang dapat dimanfaatkan satwa, termasuk kelompok harimau yang terekam kamera.
Langkah ini membantu satwa memperoleh akses air di tengah kondisi lingkungan yang berubah. Selain itu, rekaman kamera jebak memberikan gambaran mengenai pemanfaatan fasilitas tersebut oleh satwa liar.
Meski demikian, baskom air bukan pengganti ekosistem alami. Ketersediaan sumber air di habitat tetap penting untuk mendukung kehidupan berbagai jenis satwa dan menjaga keseimbangan lingkungan hutan.
Pemantauan Satwa Menjadi Bagian Konservasi
Kamera jebak menjadi salah satu alat yang membantu petugas mengenali aktivitas satwa di kawasan konservasi. Melalui rekaman tersebut, petugas dapat memperoleh informasi tentang keberadaan dan perilaku hewan tanpa melakukan pengamatan langsung secara terus-menerus.
Dalam kasus ini, rekaman menunjukkan harimau datang ke baskom dan meminum air secara bergantian. Informasi tersebut memberi gambaran bahwa sumber air tambahan dimanfaatkan oleh satwa yang melintas di lokasi pemantauan.
Selanjutnya, petugas dapat terus memantau kondisi sumber air dan aktivitas satwa selama kemarau berlangsung. Pemantauan berkala juga membantu mengenali perubahan perilaku atau kebutuhan satwa di kawasan hutan.
Di sisi lain, masyarakat dapat ikut mendukung konservasi dengan menjaga kelestarian hutan dan tidak mengganggu satwa liar. Perhatian terhadap kondisi habitat menjadi penting, terutama ketika cuaca ekstrem menambah tekanan terhadap lingkungan alami.
Perhatian Publik terhadap Harimau Sumatera
Video lima harimau yang minum dari baskom memperlihatkan sisi kehidupan satwa liar yang jarang terlihat secara langsung. Rekaman tersebut sekaligus mengingatkan bahwa kebutuhan dasar satwa, seperti air, sangat bergantung pada kondisi habitatnya.
Harimau Sumatera merupakan satwa yang hidup di hutan Sumatera. Oleh karena itu, perlindungan habitat dan pemantauan kondisi lingkungan menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kelangsungan hidupnya.
Momen yang viral ini bukan sekadar tontonan menarik. Di tengah kemarau panjang, rekaman tersebut menyoroti pentingnya ketersediaan air dan upaya petugas dalam mendukung satwa di kawasan Taman Nasional Way Kambas.
Dengan pemantauan yang berkelanjutan dan perlindungan habitat, pengelola kawasan dapat terus memperhatikan kebutuhan satwa liar. Sementara itu, perhatian publik terhadap rekaman ini dapat menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga alam dan kehidupan di dalamnya.




