Daftar Isi 4 bagian
Suratkami.com – Chery Volt-Dragon hadir sebagai teknologi pengisian kendaraan listrik berdaya tinggi yang dirancang untuk memangkas waktu tunggu di stasiun pengisian. Chery mengklaim sistem berkapasitas hingga 1,44 megawatt (MW) dapat menambah jarak tempuh hingga 500 kilometer dalam lima menit, selama kendaraan mendukung kemampuan tersebut.
Perusahaan memperkenalkan teknologi ini dalam Konferensi Inovasi Global Chery. Dalam presentasi tersebut, Chery juga menyebut pengisian baterai dari 10 persen hingga 97 persen dapat berlangsung selama 6 menit 50 detik. Angka itu menempatkan Volt-Dragon dalam persaingan pengisian ultra-cepat di Tiongkok.
Kecepatan pengisian menjadi salah satu hambatan yang kerap dipertimbangkan calon pengguna mobil listrik. Karena itu, pengembangan charger berdaya megawatt berupaya membuat waktu singgah lebih singkat. Namun, angka yang diumumkan perusahaan tidak otomatis berlaku untuk setiap mobil atau dalam semua kondisi.
Bagaimana kemampuan Chery Volt-Dragon bekerja?
Daya puncak hingga 1,44 MW menjadi salah satu spesifikasi utama sistem ini. Chery mengaitkan kemampuan tersebut dengan klaim penambahan jarak tempuh hingga 500 kilometer dalam lima menit. Perusahaan juga menyampaikan hasil pengisian baterai 10–97 persen dalam 6 menit 50 detik.
Kedua klaim itu menggambarkan target performa pengisian yang berbeda. Jarak tempuh tambahan bergantung pada kendaraan dan kondisi penggunaannya, sedangkan durasi pengisian merujuk pada rentang kapasitas baterai tertentu. Jadi, pengendara sebaiknya tidak menganggap waktu tersebut sebagai patokan tetap untuk semua model.
Kecepatan aktual dapat berubah mengikuti kemampuan baterai, suhu, kondisi pengisian, serta kecocokan kendaraan dengan stasiun. Arsitektur kelistrikan juga berperan penting. Chery memproyeksikan kendaraan yang kompatibel memakai platform tegangan tinggi, mulai dari 800 volt hingga lebih dari 1.000 volt.
Tegangan tinggi memungkinkan sistem menyalurkan energi dalam jumlah besar dengan lebih cepat. Meski begitu, kendaraan dan charger harus sama-sama mendukung daya tersebut agar pengisian berlangsung sesuai kemampuan teknologi. Tanpa kecocokan itu, pengguna belum tentu memperoleh kecepatan maksimal yang dipromosikan.
Sistem pendingin dan konektor mendukung pengisian cepat
Pengisian berdaya besar menuntut pengelolaan panas yang cermat. Untuk mendukungnya, Chery menggunakan komponen semikonduktor silicon carbide (SiC) generasi terbaru. Perusahaan menyebut teknologi tersebut membantu mencapai efisiensi grid-to-plug hingga 96,5 persen.
Volt-Dragon juga memakai pendinginan cairan perendam atau immersion liquid cooling. Sistem itu dirancang untuk membantu melepas panas selama proses pengisian. Pengendalian suhu menjadi unsur penting karena komponen kelistrikan menghasilkan panas ketika menyalurkan energi dalam jumlah besar.
Chery turut merancang kabel dan konektor dengan bobot total dua kilogram. Perusahaan mengklaim tingkat kebisingan operasinya berada di bawah 50 dBA. Kombinasi perangkat yang lebih ringan dan suara operasional yang rendah diharapkan membuat proses pengisian lebih nyaman bagi pengguna.
Selain koneksi kabel biasa, sistem ini menawarkan pengisian otomatis melalui lengan robotik. Pengguna dapat memanfaatkan konsep drive-thru, sehingga robot menangani penyambungan charger tanpa perlu pengendara memasang kabel secara manual. Fitur tersebut menjadi salah satu cara Chery mengubah pengalaman mengisi daya, bukan sekadar meningkatkan kapasitas listrik.
V2G membuka kemungkinan aliran listrik dua arah
Volt-Dragon mendukung Vehicle-to-Grid (V2G), teknologi yang memungkinkan kendaraan menyalurkan kembali listrik dari baterainya ke jaringan lokal. Dengan demikian, mobil listrik tidak hanya menerima energi saat mengisi daya. Kendaraan juga dapat berperan sebagai penyimpan energi yang memasok listrik ketika jaringan membutuhkannya.
Dalam skema yang mendukung V2G, pemilik kendaraan berpotensi memperoleh keuntungan dari listrik yang disalurkan kembali. Namun, manfaat itu bergantung pada dukungan kendaraan, infrastruktur, dan aturan pengoperasian yang berlaku. Chery belum merinci ketentuan penggunaan atau skema imbalan dalam keterangan yang tersedia.
Perusahaan juga mengembangkan Volt-Dragon berdampingan dengan CheryMind, model kecerdasan buatan berbasis large language model (LLM). Chery merancang sistem tersebut untuk mendukung pengembangan teknologi otomotif. Cakupan yang disebut perusahaan meliputi robotaxi, kemudi otonom Level 4, serta optimasi jaringan pengisian daya.
Chery mulai membuka stasiun dan menargetkan ekspansi
Chery telah memulai komersialisasi dengan membuka 100 stasiun pengisian Volt-Dragon di 10 kota besar Tiongkok. Perusahaan berencana mengumumkan tahap ekspansi berikutnya sebelum akhir 2026. Pembukaan stasiun menjadi langkah awal untuk memperluas penggunaan teknologi sekaligus membangun ekosistem kendaraan listrik Chery.
Dalam jangka panjang, Chery menargetkan lebih dari 20.000 stasiun Volt-Dragon berfitur V2G di seluruh dunia pada 2029. Target tersebut menunjukkan bahwa strategi perusahaan mencakup infrastruktur energi, selain pengembangan dan penjualan kendaraan listrik. Namun, pencapaian rencana global itu akan bergantung pada pembangunan jaringan dan ketersediaan kendaraan yang kompatibel.
Di pasar Tiongkok, Volt-Dragon bersaing dengan teknologi pengisian cepat dari sejumlah pemain. CATL menyebut baterai Shenxing generasi ketiga dapat terisi dari 10 persen hingga 98 persen dalam 6 menit 27 detik. Sementara itu, teknologi yang dikembangkan BYD, Huawei, dan Geely rata-rata membutuhkan sekitar 8–9 menit untuk rentang pengisian serupa.
Perbandingan itu memberi gambaran cepatnya persaingan, tetapi hasil klaim setiap perusahaan tidak selalu setara. Kapasitas baterai dan kondisi pengujian dapat memengaruhi durasi. Karena itu, konsumen perlu melihat kompatibilitas kendaraan dan ketersediaan charger, bukan hanya angka waktu pengisian.
Jika performanya dapat diterapkan secara konsisten pada kendaraan yang sesuai, charger megawatt berpotensi mengurangi waktu tunggu dalam perjalanan. Meski demikian, manfaat praktis Volt-Dragon akan ditentukan oleh kesiapan stasiun, kemampuan baterai, suhu, dan kondisi pengisian di lapangan. Infrastruktur yang luas dan kompatibel tetap menjadi bagian penting agar kecepatan tinggi itu terasa dalam penggunaan sehari-hari.




