Selasa, 27 Oktober 2026Surat Kabar Informasi Terkini
SuratKami.com
Surat Kabar Informasi Terkini

Pemerintah Bangun Pabrik Tepung Telur, Impor Bakal Distop

Oleh Ragilkun · Oktober 27, 2026 · 9:17 am
Dukung
Daftar Isi 6 bagian

SuratKami.com – Jakarta, Pemerintah berencana membangun pabrik tepung telur bersama badan usaha milik negara (BUMN) untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menargetkan pembangunan fasilitas tersebut rampung dalam waktu satu tahun.

Amran menyampaikan rencana itu seusai Rapat Koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pangan di Jakarta, Senin (26/10). Menurutnya, pembangunan pabrik akan memperkuat produksi pangan dalam negeri, khususnya produk olahan telur.

Selain memperkuat industri pengolahan pangan, langkah tersebut diharapkan membuka jalan bagi Indonesia untuk memenuhi kebutuhan tepung telur melalui produksi domestik. Dengan demikian, pemerintah menargetkan penghentian impor setelah fasilitas produksi dalam negeri beroperasi.

Pabrik Tepung Telur Ditargetkan Rampung Setahun

Amran menegaskan bahwa pemerintah akan menggandeng BUMN untuk merealisasikan pembangunan pabrik tersebut. Ia optimistis proses pembangunan tidak membutuhkan waktu terlalu lama.

“Insyaallah kita akan bangun. Kami bersama BUMN, itu kita akan bangun. Dan tidak terlalu lama pabriknya. Satu tahun selesai, impornya nanti kita stop,” ujar Amran.

Saat ini, Indonesia masih mengimpor tepung telur dari negara lain. Karena itu, pemerintah ingin menghadirkan fasilitas pengolahan yang mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Tepung telur merupakan produk olahan yang memudahkan penyimpanan dan penggunaan telur sebagai bahan baku industri makanan. Produk ini dapat menunjang kebutuhan berbagai sektor usaha pangan, meskipun pemerintah belum memerinci target pasar khusus untuk pabrik yang direncanakan.

Namun, realisasi pembangunan masih membutuhkan kejelasan mengenai sejumlah aspek penting. Pemerintah belum mengumumkan lokasi pabrik, nilai investasi, kapasitas produksi, maupun jadwal pasti dimulainya pembangunan.

Harga Telur di Peternak dan Konsumen Berbeda Jauh

Selain membahas pembangunan pabrik, Amran menyoroti perbedaan harga telur ayam di tingkat peternak dan konsumen. Menurutnya, selisih harga tersebut menunjukkan persoalan dalam rantai distribusi yang perlu segera mendapat perhatian.

Amran menyebut harga telur ayam di tingkat peternak saat ini berada pada kisaran Rp20.000 hingga Rp21.000 per kilogram. Sementara itu, konsumen menghadapi harga sekitar Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram.

Ia menilai harga di tingkat peternak seharusnya berada pada kisaran Rp26.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Di sisi lain, harga yang dibayar konsumen justru jauh lebih tinggi daripada kisaran tersebut.

“Telur ayam juga surplus bahkan ekspor. Nah hanya ada masalah, di tingkat peternak itu harga telur ayam Rp20 ribu – Rp21 ribu. Harusnya Rp26 ribu dan Rp30 ribu, harusnya. Tetapi juga ironisnya di konsumen Rp40 ribu – Rp45 ribu ini di atas harga yang tertinggi. Ada anomali,” katanya.

Perbedaan tersebut menjadi perhatian karena harga yang rendah di tingkat peternak tidak otomatis membuat konsumen menikmati harga yang lebih murah. Oleh karena itu, pemerintah menyoroti mekanisme distribusi dan pembentukan harga di sepanjang rantai pasok.

Pemerintah Koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum

Untuk menindaklanjuti persoalan harga, pemerintah telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Amran menyebut harga telur di tingkat konsumen mulai mengalami penurunan setelah pemerintah mengumumkan rencana penindakan.

Langkah tersebut bertujuan mengatasi anomali harga sekaligus menjaga keseimbangan kepentingan peternak dan konsumen. Peternak membutuhkan harga jual yang layak, sedangkan masyarakat memerlukan harga pangan yang terjangkau.

Meski demikian, pemerintah belum memerinci bentuk penindakan, pihak yang menjadi sasaran, ataupun besaran penurunan harga yang telah terjadi. Karena itu, perkembangan kebijakan tersebut masih perlu dicermati.

Selain pengawasan distribusi, pemerintah juga menyiapkan dukungan terhadap peternak melalui penyediaan bahan pakan. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga biaya produksi sekaligus mendukung keberlanjutan usaha peternakan.

Pemerintah Siapkan Dukungan Pakan Peternak

Salah satu langkah yang disampaikan Amran ialah pembelian kedelai untuk kebutuhan pakan peternak dengan harga Rp8.630 per kilogram. Menurutnya, harga dari pihak swasta berada pada kisaran Rp10.000 hingga Rp12.000 per kilogram.

Melalui skema tersebut, pemerintah berupaya membantu peternak memperoleh bahan pakan dengan harga yang lebih rendah. Namun, pemerintah belum menjelaskan secara terperinci volume kedelai yang akan disalurkan, jumlah peternak penerima, maupun mekanisme distribusinya.

Selain itu, pemerintah menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berupa jagung bersubsidi untuk peternak kecil. Program ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan pakan dan mengurangi tekanan biaya produksi.

Ketersediaan pakan dengan harga terjangkau menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelangsungan usaha peternakan ayam. Dengan biaya produksi yang lebih terkendali, peternak diharapkan dapat menjalankan usahanya secara berkelanjutan tanpa mengabaikan keseimbangan harga di pasar.

Pembangunan Pabrik Menunggu Rincian Investasi

Rencana pembangunan pabrik tepung telur menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat industri pangan nasional. Apabila fasilitas tersebut mampu memenuhi kebutuhan domestik, Indonesia berpeluang mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

Namun, pencapaian target penghentian impor akan bergantung pada kesiapan fasilitas, kemampuan produksi, kualitas produk, serta kebutuhan industri pengguna. Pemerintah juga perlu memastikan produksi dalam negeri mampu memenuhi permintaan pasar secara konsisten.

Hingga pengumuman tersebut, pemerintah belum menyampaikan rincian investasi maupun kapasitas produksi pabrik. Informasi mengenai lokasi pembangunan dan jadwal pelaksanaan juga masih menunggu penjelasan lebih lanjut.

Dengan demikian, masyarakat dan pelaku usaha masih perlu menunggu perkembangan resmi dari pemerintah. Selain pembangunan pabrik, efektivitas pengawasan distribusi dan dukungan terhadap peternak akan turut menentukan keberhasilan upaya memperkuat industri telur nasional.

Kesimpulan

Pemerintah menargetkan pembangunan pabrik tepung telur bersama BUMN selesai dalam satu tahun sebagai langkah untuk menghentikan impor. Pada saat yang sama, pemerintah menyoroti kesenjangan harga telur antara peternak dan konsumen serta menyiapkan dukungan pakan melalui kedelai dan jagung bersubsidi.

Meski arah kebijakan sudah disampaikan, realisasi investasi masih membutuhkan rincian mengenai lokasi, biaya, kapasitas, dan jadwal pembangunan. Perkembangan kebijakan tersebut akan menentukan sejauh mana Indonesia dapat memperkuat produksi tepung telur dalam negeri dan menjaga stabilitas harga telur ayam.

Tag: ·

Suka Berbagi Informasi Terbaru :)