Senin, 26 Oktober 2026Surat Kabar Informasi Terkini
SuratKami.com
Surat Kabar Informasi Terkini

Relawan Karhutla Martapura Sujud Syukur Saat Hujan Turun

Oleh Ragilkun · Oktober 26, 2026 · 10:15 pm
Dukung
Daftar Isi 4 bagian

SuratKami.com – Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan — Para relawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengekspresikan rasa syukur saat hujan deras akhirnya mengguyur Martapura. Momen haru itu terjadi setelah mereka berjibaku memadamkan api selama empat bulan.

Hujan membawa harapan baru bagi para petugas yang selama berbulan-bulan menghadapi kebakaran dan asap. Bahkan, sejumlah relawan langsung bersujud syukur ketika air hujan membasahi kawasan yang terdampak karhutla.

Kehadiran hujan menjadi momen yang sangat berarti bagi para relawan dan warga setempat. Selain membantu proses pemadaman, hujan juga menumbuhkan harapan agar kabut asap segera berkurang dan kondisi lingkungan berangsur membaik.

Relawan Karhutla Martapura Sambut Hujan dengan Haru

Ketua Bumi Selamat Rescue (Buser) 690, Hasan Hamdan, menceritakan suasana haru ketika hujan akhirnya turun. Saat itu, para petugas masih berupaya memadamkan api di kawasan terdampak kebakaran.

Hasan mengungkapkan bahwa hujan tersebut menjadi salah satu momen paling membahagiakan bagi para relawan. Setelah empat bulan menghadapi karhutla, mereka akhirnya mendapat bantuan alam yang sangat dinantikan.

“Ini salah satu bentuk rasa syukur kita karena sudah empat bulan berjibaku di karhutla, dan baru hari kemarin hujan turun,” kata Hasan saat dihubungi, sebagaimana dikutip detikKalimantan, Senin (26/10/2026).

Selain menyampaikan rasa syukur, Hasan juga menganggap hujan sebagai salah satu bentuk kemenangan bagi para petugas. Menurutnya, turunnya hujan dapat membantu pekerjaan relawan dalam mengendalikan kebakaran yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

“Ini salah satu porsi kemenangan kami para relawan, akhirnya hujan turun membantu kami dalam pemadaman api,” sambungnya dengan haru.

Hujan Deras Berlangsung Sekitar 20 Menit

Kebahagiaan serupa juga dirasakan warga Martapura. Devi Farah, salah satu warga setempat, membenarkan bahwa hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama sekitar 20 menit.

Devi mengaku bersyukur karena hujan dengan intensitas tinggi itu menjadi pengalaman yang telah lama dinantikan setelah wilayah tersebut menghadapi kondisi kering selama empat bulan terakhir.

“Sangat bersyukur dengan turunnya hujan ini, hujannya deras sekali. Ini pertama kali hujan sederas ini setelah empat bulan terakhir ini kering,” ujar Devi.

Menurut warga, hujan tersebut membawa kelegaan setelah mereka menghadapi dampak kabut asap dalam waktu yang panjang. Namun, satu kali hujan deras belum tentu langsung mengakhiri seluruh persoalan karhutla di kawasan tersebut.

Karena itu, para relawan tetap membutuhkan kondisi cuaca yang mendukung dan upaya pemadaman yang berkelanjutan. Hujan memang membantu membasahi lahan, tetapi petugas masih perlu memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Warga Berharap Kabut Asap Segera Berkurang

Devi berharap hujan terus turun agar kabut asap di Martapura dan sekitarnya semakin berkurang. Ia juga berharap perubahan cuaca tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang selama berbulan-bulan menghadapi dampak kebakaran.

Kabut asap dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kenyamanan warga. Oleh sebab itu, hujan yang berkelanjutan menjadi harapan masyarakat untuk memperbaiki kondisi lingkungan sekaligus mengurangi paparan asap.

Selain mengharapkan penurunan kabut asap, Devi menyoroti persoalan kekeringan yang turut memengaruhi kehidupan warga. Ia berharap hujan dapat membantu memulihkan ketersediaan air di sejumlah sumur serta mendukung kebutuhan air di area persawahan.

Ketersediaan air sangat penting bagi masyarakat, terutama bagi warga yang mengandalkan sumur untuk kebutuhan sehari-hari dan petani yang memerlukan air untuk lahan pertanian. Dengan demikian, hujan yang datang secara berkelanjutan dapat memberikan manfaat lebih luas daripada sekadar membantu pemadaman api.

Hujan Menjadi Harapan di Tengah Karhutla

Peristiwa di Martapura memperlihatkan betapa pentingnya hujan bagi wilayah yang menghadapi kebakaran dan kekeringan berkepanjangan. Bagi para relawan, hujan memberikan dukungan dalam upaya mengendalikan api. Sementara itu, bagi warga, hujan menghadirkan harapan untuk menghirup udara yang lebih bersih dan memperoleh air yang cukup.

Meski begitu, masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi munculnya kembali titik api selama kondisi lahan belum sepenuhnya aman. Petugas juga perlu memantau kawasan bekas kebakaran untuk mengantisipasi bara yang masih tersisa di dalam tanah atau tumpukan material kering.

Di sisi lain, upaya pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Masyarakat dapat membantu dengan tidak membakar lahan sembarangan serta segera melaporkan kemunculan asap atau api kepada petugas setempat.

Akhirnya, hujan deras yang mengguyur Martapura menjadi momen penuh emosi bagi para relawan setelah empat bulan menghadapi kebakaran. Hasan Hamdan dan rekan-rekannya menyambut hujan sebagai pertolongan yang telah lama dinantikan, sedangkan warga berharap cuaca basah terus berlanjut hingga kondisi lingkungan kembali membaik.

Harapan tersebut kini tertuju pada berkurangnya titik api, meredanya kabut asap, dan pulihnya ketersediaan air. Bagi masyarakat Martapura, hujan bukan sekadar perubahan cuaca, melainkan juga sumber kelegaan setelah melewati masa sulit akibat karhutla.

Tag: · · ·

Suka Berbagi Informasi Terbaru :)