Selasa, 27 Oktober 2026Surat Kabar Informasi Terkini
SuratKami.com
Surat Kabar Informasi Terkini

Syafaruddin Dilantik di Lampung Barat, Tempuh S3 Unila

Oleh Ragilkun · Oktober 27, 2026 · 2:25 pm
Dukung
Daftar Isi 5 bagian

SuratKami.com – Lampung Barat, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melantik dan mengukuhkan 20 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas di lingkungan pemerintahan daerah setempat. Salah satu nama yang tercatat dalam pelantikan tersebut adalah Syafaruddin, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo).

Di tengah tanggung jawabnya sebagai pejabat pemerintah daerah, Syafaruddin juga menjalani perjalanan akademik pada jenjang doktoral. Ia tercatat sebagai mahasiswa aktif Program Studi S3 Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Lampung (Unila), angkatan 2025.

Selain menjalankan tugas pemerintahan, Syafaruddin telah melaksanakan Seminar Proposal Disertasi. Penelitiannya mengangkat tema kepemimpinan transformasional kepala daerah berbasis Piil Pesenggiri untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya bidang pendidikan, dengan studi fenomenologi di Lampung Barat.

Pemerintah Lampung Barat Lantik 20 PNS

Pelantikan dan pengukuhan 20 PNS tersebut mencakup tiga kelompok jabatan, yakni pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas. Ketiga kelompok jabatan ini memiliki peran penting dalam menjalankan roda pemerintahan serta mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah.

Pejabat pimpinan tinggi pratama memegang tanggung jawab strategis dalam mengarahkan kebijakan dan pelaksanaan program pada perangkat daerah. Sementara itu, pejabat administrator mengoordinasikan pelaksanaan tugas organisasi. Pejabat pengawas turut memastikan kegiatan operasional berjalan sesuai ketentuan dan target kerja.

Dengan penataan jabatan tersebut, pemerintah daerah membutuhkan aparatur yang mampu menjalankan tugas secara profesional, meningkatkan kualitas pelayanan, serta membangun koordinasi antarlembaga. Selain itu, kepemimpinan yang efektif dapat membantu perangkat daerah menerjemahkan kebijakan menjadi program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Syafaruddin menjadi salah satu nama dalam rangkaian pelantikan dan pengukuhan itu. Namun, informasi yang tersedia belum merinci seluruh nama pejabat, jabatan masing-masing, maupun waktu pelaksanaan kegiatan. Karena itu, rincian tersebut memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari sumber resmi pemerintah daerah.

Syafaruddin Jalani Studi Doktoral di Unila

Selain mengemban tugas sebagai Kadis Kominfo, Syafaruddin tercatat sebagai mahasiswa aktif Program Studi S3 Pendidikan FKIP Unila angkatan 2025. Status akademik tersebut menunjukkan bahwa ia juga menjalani proses pengembangan keilmuan pada jenjang pendidikan doktoral.

Studi doktoral menuntut mahasiswa untuk mengembangkan pemikiran ilmiah, memperdalam teori, serta menyusun penelitian yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam konteks kepemimpinan pemerintahan, kajian akademik juga dapat membantu memperluas pemahaman mengenai hubungan antara nilai budaya, kebijakan publik, dan pembangunan masyarakat.

Selanjutnya, Syafaruddin telah melaksanakan Seminar Proposal Disertasi. Tahap ini menjadi bagian penting dalam proses penelitian doktoral karena mahasiswa memaparkan rancangan penelitian untuk memperoleh masukan akademik sebelum melanjutkan tahapan penelitian berikutnya.

Pelaksanaan seminar proposal tidak berarti penelitian disertasi telah selesai. Sebaliknya, tahap tersebut menjadi landasan untuk mempertajam fokus penelitian, memperjelas metode, dan memastikan bahwa rancangan penelitian memiliki arah yang terukur.

Disertasi Angkat Kepemimpinan Berbasis Piil Pesenggiri

Syafaruddin mengangkat judul disertasi “Kepemimpinan Transformasional Kepala Daerah Berbasis Piil Pesenggiri dalam Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Bidang Pendidikan: Studi Fenomenologi di Lampung Barat”.

Judul tersebut mempertemukan tiga pokok bahasan utama, yaitu kepemimpinan transformasional, nilai budaya Piil Pesenggiri, dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dalam bidang pendidikan. Penelitian ini mengambil Lampung Barat sebagai lokasi kajian dengan pendekatan fenomenologi.

Kepemimpinan transformasional secara umum berkaitan dengan kemampuan pemimpin membangun visi, menggerakkan anggota organisasi, mendorong perubahan, serta menumbuhkan komitmen bersama untuk mencapai tujuan. Dalam pemerintahan daerah, pendekatan ini relevan untuk mengkaji bagaimana pemimpin mendorong peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan publik.

Sementara itu, Piil Pesenggiri merupakan falsafah hidup masyarakat Lampung yang berkaitan dengan kehormatan, harga diri, dan perilaku bermartabat. Nilai-nilai budaya tersebut dapat menjadi perspektif untuk mengkaji bagaimana identitas lokal berhubungan dengan praktik kepemimpinan dan pengambilan keputusan.

Meski demikian, hubungan antara nilai budaya dan kepemimpinan perlu ditelaah melalui penelitian. Peneliti perlu menjelaskan bagaimana nilai Piil Pesenggiri muncul dalam praktik kepemimpinan, bagaimana para pihak memaknainya, serta bagaimana penerapannya berkaitan dengan upaya peningkatan pendidikan.

Pendidikan Menjadi Fokus Pembangunan Berkelanjutan

Penelitian Syafaruddin juga menempatkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs sebagai kerangka penting. Dalam agenda global tersebut, pendidikan berkualitas tercantum pada Tujuan 4 atau SDG 4.

SDG 4 mendorong tersedianya pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas, sekaligus membuka kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua orang. Pencapaian tujuan tersebut memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, satuan pendidikan, tenaga pendidik, keluarga, dan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah memiliki peran dalam merencanakan program, mengoordinasikan perangkat terkait, dan mendorong penggunaan sumber daya secara efektif. Oleh karena itu, kepemimpinan menjadi salah satu aspek yang layak dikaji ketika daerah berupaya meningkatkan mutu pendidikan.

Di sisi lain, pendekatan fenomenologi memungkinkan peneliti menggali pengalaman dan pemaknaan orang-orang yang terlibat dalam fenomena yang diteliti. Melalui pendekatan tersebut, penelitian dapat mengeksplorasi pengalaman para pihak terkait mengenai praktik kepemimpinan berbasis nilai lokal dalam konteks pendidikan di Lampung Barat.

Namun, hasil penelitian belum dapat disimpulkan hanya dari judul atau pelaksanaan seminar proposal. Temuan mengenai efektivitas kepemimpinan, penerapan Piil Pesenggiri, maupun kontribusinya terhadap pencapaian SDGs bidang pendidikan perlu menunggu proses pengumpulan dan analisis data.

Perpaduan Tugas Pemerintahan dan Pengembangan Akademik

Perjalanan Syafaruddin sebagai pejabat pemerintah daerah sekaligus mahasiswa doktoral mempertemukan dua ranah yang saling berkaitan, yakni praktik pemerintahan dan pengembangan pengetahuan. Keduanya dapat menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman mengenai tantangan pembangunan daerah, termasuk persoalan pendidikan.

Pengalaman di lingkungan pemerintahan dapat memberikan pemahaman kontekstual mengenai proses birokrasi dan pelaksanaan kebijakan. Sementara itu, pendidikan doktoral menuntut pendekatan ilmiah untuk menelaah persoalan secara sistematis. Meski begitu, hubungan antara pengalaman kerja dan hasil akademik tetap perlu dibuktikan melalui proses penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pada akhirnya, pelantikan 20 PNS di Lampung Barat dan aktivitas akademik Syafaruddin menjadi dua informasi yang menyoroti tanggung jawab pemerintahan serta pengembangan kapasitas intelektual. Adapun kontribusi disertasinya bagi kepemimpinan daerah dan pendidikan akan bergantung pada hasil penelitian serta rekomendasi yang kelak dihasilkan.

Dengan mengangkat Piil Pesenggiri sebagai perspektif budaya dalam kajian kepemimpinan transformasional, penelitian tersebut berpotensi memperkaya diskusi tentang peran nilai lokal dalam pembangunan. Namun, manfaat dan relevansinya bagi kebijakan pendidikan di Lampung Barat baru dapat dinilai secara lebih utuh setelah penelitian mencapai tahap hasil dan pembahasan.

Tag:

Suka Berbagi Informasi Terbaru :)